🛒 Stimulus Lebaran 2026: Upaya Pemerintah Dorong Konsumsi

Pemerintah menyiapkan Rp809 T belanja kuartal I/2026, termasuk Rp13 T stimulus untuk menjaga daya beli jelang Lebaran.
Alokasi utama:

  • Diskon Tiket Transportasi: Tiket pesawat domestik (16%) tiket kereta api dan kapal laut (30%).
  • Potongan Tarif Jalan Tol (20%)
  • Bantuan Sosial (Bansos) Pangan
  • Insentif Mobilitas: Mendukung kebijakan WFA bagi ASN

🛍️Dampak ke Daya Beli
Stimulus Rp13 Triliun yang di gelontorkan berpotensi dorong konsumsi jangka pendek , khususnya kelas menengah bawah.

Namun efeknya temporer — pemulihan berkelanjutan tetap butuh kenaikan pendapatan & stabilitas harga kebutuhan pokok.

🛒 Sektor Konsumer: Momentum Penjualan
Lebaran + stimulus berpotensi jadi booster FMCG, ritel, personal care, dan kebutuhan rumah tangga. Volume penjualan bisa naik QoQ.

Namun pertumbuhan laba tetap bergantung pada harga bahan baku dan nilai tukar — jika biaya terkendali laba bisa naik signifikan, tapi jika biaya meningkat, pertumbuhan laba cenderung lebih terbatas.

⚠️ Risiko yang Perlu Dicermati

  • Daya beli kelas menengah belum pulih penuh
  • Tekanan bahan baku & rupiah
  • Risiko keterlambatan realisasi anggaran

📌 Key Takeaway
Stimulus & Lebaran berpotensi dorong penjualan jangka pendek sektor konsumer. Namun pemulihan fundamental tetap bergantung pada margin, nilai tukar, dan daya beli masyarakat.

More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel

Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only