Have a question?
Message sent Close

Morning Call – 24 Juni 2026

Market

Indonesia | IHSG

IHSG Kembali Lanjutkan Pelemahan
IHSG kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (23/06) dengan turun sekitar 0.25% ke kisaran level 6,101. Value transaksi sebesar Rp32.9 Triliun, lebih tinggi dari sesi sebelumnya yang sebesar Rp13.5 Triliun. Investor masih menantikan keputusan MSCI terkait status pasar modal Indonesia.

Dari domestik, sentimen juga tertekan oleh kabar relokasi pabrik sejumlah produsen otomotif Jepang dari Indonesia ke Vietnam. Meski demikian, pelemahan IHSG relatif terbatas setelah pemerintah menyampaikan sejumlah indikator ekonomi Mei yang masih solid, seperti pertumbuhan M0 sebesar 14.8% YoY, serta ekspansi kredit perbankan 11.5%.

Kawasan Asia

Pasar saham Asia pada perdagangan Selasa (23/06) cenderung melemah. Indeks Shanghai Composite turun 1.37%, Hang Seng terkoreksi 1.82%, dan Nikkei drop 3.55%.

Pelemahan dipicu oleh sentimen negatif dari Wall Street setelah investor mulai mengkhawatirkan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi. Selain itu, sinyal Federal Reserve yang masih membuka peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama juga menekan minat terhadap aset berisiko. Meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda dan harga minyak melemah, sentimen tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari sektor teknologi dan kekhawatiran terhadap prospek suku bunga global.

Kawasan Amerika Serikat

Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa, dengan Dow Jones 0.1%, S&P 500 turun 1.4% dan Nasdaq 100 anjlok 3.3% akibat aksi jual di saham-saham semikonduktor dan infrastruktur AI.

Tekanan terbesar datang dari kekhawatiran bahwa belanja AI oleh hyperscalers tidak akan sebanding dengan return. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil US Treasury yang masih tinggi setelah sikap hawkish The Fed menambah tekanan ke pasar, membatasi peluang pemulihan sektor siklikal. Meski begitu, sektor defensif seperti healthcare dan consumer membantu Dow Jones ditutup relatif datar, menunjukkan rotasi sementara ke aset yang lebih aman di tengah volatilitas teknologi.

Net Foreign Flow (23 Juni 2026)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri

Faktor Domestik:

  • MSCI mempertahankan Indonesia di Emerging Market dengan status freeze, dan akan meninjau ulang pada November 2026
  • M2 Indonesia tumbuh 10.8% YoY menjadi Rp10,426 triliun pada Mei 2026, lebih cepat dibanding bulan sebelumnya yang naik 9.2%.

Faktor Global:

  • PMI Composite AS naik ke 52.2 pada Juni 2026 dari 51.5 bulan sebelumnya, menandakan pertumbuhan aktivitas sektor swasta tercepat sejak Januari.
  • Dollar index naik ke 101.3, tertinggi sejak April tahun lalu, didorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Komoditas

  • Nikel turun ke sekitar $17,400/ton, level terendah lebih dari dua bulan, akibat profit-taking, pelemahan demand China, dan kekhawatiran oversupply dari tingginya inventori.

Berita Emiten

  • 🟢RAJA membagikan dividen tunai Rp274.17 miliar (Rp65/saham) sekaligus menyetujui stock split 1:5 guna meningkatkan likuiditas saham
  • 🟠ERAL mengalokasikan capex Rp273 miliar pada 2026 untuk membuka 50–60 gerai baru dan menambah merek internasional.
  • 🟢ESSA akan membagikan dividen Rp895.8 miliar (Rp52/saham) dengan payout ratio 125% (Est. Yield 7.9%)

Rekap Saham

23 Juni 2026

Daily

  • 🟢 ADRO CUT PROFIT, Entry 2,240 (23Juni), tertinggi 2,300, TP (2,350 – 2,470). Closing price 2,290. Profit 2,23% 🚀🚀🚀
  • 🟢 GGRM CUT PROFIT, Entry 16,925 (23Juni), tertinggi 17,250, TP (17,400 – 17,975). Closing price 17,150. Profit 1,33% 🚀🚀
  • 🟢 MAPI CUT PROFIT, Entry 1,510 (23Juni), tertinggi 1,525, TP (1,560 – 1,600). Closing price 1,520. Profit 0,66% 🚀

Daily | Sim Call

MARK: SPECULATIVE BUY

Last price : 950
Target price : 980 – 1,000
Entry price : 915 – 955
Stop Loss : 885

Strategi:

MARK, bertahan pada Resistance 950, berpeluang mencoba Resistance 980 dan next Resistance 1,000. Namun, bila MARK breakdown Resistance 950, berkemungkinan menguji Support 915 dan next Support 900. Baiknya batasi risiko bila MARK bergerak melemah di bawah Support 900. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Daily | Sim Call

BDMN: SPECULATIVE BUY

Last price : 4,160
Target price : 4,290 – 4,400
Entry price : 4,000 – 4,170
Stop Loss : 3,880

Strategi:

BDMN, bertahan diatas EMA20 (4,130), berpeluang mencoba Resistance 4,290 dan next Resistance 4,400. Namun, bila BDMN breakdown EMA20 (4,130), berpeluang menguji Support 4,000 dan next Support 3,920. Batasi resiko bila BDMN bergerak melemah dibawah Support 3,920. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Daily | Sim Call

RAJA: SPECULATIVE BUY

Last price : 4,160
Target price : 4,280 – 4,360
Entry price : 3,960 – 4,170
Stop Loss : 3,840

Strategi:

RAJA, breakout Resistance 4,080, berpeluang mencoba Resistance 4,280 dan next Resistance 4,360. Namun, bila RAJA breakdown Resistance 4,080, berpeluang menguji Support 3,960 dan next Support 3,880. Batasi resiko bila RAJA bergerak melemah dibawah Support 3,880. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.

‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.

© Sinarmas Sekuritas