Indonesian government bond yields moved mixed with a flattening bias, as the 5Y rose 1.9 bps to 6.46% while the 10Y fell 7.6 bps to 6.60%, compressing the 5Y–10Y spread, while sukuk yields were also mixed and the INDOBeX Composite rose slightly. On the macro side, global tensions escalated following an attack in Kuwait City targeting Kuwait Petroleum Corporation, while domestically Danantara advanced its plan to consolidate asset management units of state-owned banks. In the US, labor data showed strong payroll growth and a slight decline in unemployment, though participation weakened. On the credit side, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)’s 2026 bond maturities remain manageable, supported by solid liquidity.
MSCI memutuskan tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market (EM). Keputusan ini menghilangkan kekhawatiran pasar terhadap potensi degradasi status yang sebelumnya menjadi salah satu perhatian investor. Namun, di sisi lain, status freeze masih belum dicabut. Artinya, MSCI masih mempertahankan pembatasan sementara sambil terus memantau perkembangan implementasi kebijakan dan aksesibilitas pasar modal Indonesia. MSCI akan meninjau […]
Market Indonesia | IHSG IHSG Kembali Lanjutkan PelemahanIHSG kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (23/06) dengan turun sekitar 0.25% ke kisaran level 6,101. Value transaksi sebesar Rp32.9 Triliun, lebih tinggi dari sesi sebelumnya yang sebesar Rp13.5 Triliun. Investor masih menantikan keputusan MSCI terkait status pasar modal Indonesia. Dari domestik, sentimen juga tertekan oleh kabar relokasi […]