Daftar Negara yang Pernah Terapkan Windfall Tax

🇮🇳 India: Special Additional Excise Duty (2022)

  • Alasan: Mencegah kelangkaan stok domestik karena kilang lebih memilih ekspor saat harga minyak global tinggi.
  • Skema: Tarif dievaluasi tiap 15 hari. Jika harga minyak < US$75/barel, pajak bisa menjadi nol.
  • Dampak: Menambah pendapatan negara dan menekan defisit perdagangan. Namun, evaluasi dua mingguan menciptakan ketidakpastian bagi investor migas.
  • Reaksi Pasar: ‼️ Indeks Oil & Gas India melemah sekitar 10% setelah pengumuman windfall tax.

🇬🇧 Inggris: Energy Profits Levy (2022)

  • Alasan: Mendukung pendanaan Energy Price Guarantee untuk membantu rumah tangga menghadapi lonjakan biaya energi akibat perang Ukraina.
  • Skema: Tarif 25% (2022), naik menjadi 35% (2023), dan 38% (2024). Total beban pajak bisa mencapai 75–78% termasuk pajak normal.
  • Dampak: Mengumpulkan sekitar £12 miliar hingga 2024. Namun, beberapa perusahaan seperti Shell dan BP mengancam mengurangi investasi di Inggris.
  • Reaksi Pasar: ✅ Saham terkait seperti Shell dan BP tetap menguat di tahun 2022 karena besaran pajak masih relatif kecil dibandingkan lonjakan laba bersih

🇦🇺 Australia: Royalti Progresif Batu Bara (2022)

  • Alasan: Memastikan negara mendapatkan bagian dari lonjakan harga batu bara global.
  • Skema: Royalti bertingkat, hanya aktif saat harga melewati ambang tertentu.
  • Dampak: Pendapatan negara bagian meningkat signifikan. Namun, ada kekhawatiran investasi jangka panjang terganggu dan potensi penutupan tambang lebih cepat.
  • Reaksi Pasar: ✅ Saham BHP dan Whitehaven Coal sempat terkoreksi saat pengumuman, namun laba mereka tetap solid karena harga batubara melonjak signifikan

🇷🇴 Rumania: Pajak Listrik & Gas (2021–2022)

  • Alasan: Menahan lonjakan harga listrik agar tetap terjangkau bagi konsumen domestik.
  • Skema: Pajak 80–100% kepada produsen listrik dan gas atas pendapatan ekstra di atas harga acuan pemerintah (±450 RON/MWh).
  • Dampak: Inflasi energi turun cepat. Namun, investor menahan proyek baru karena margin keuntungan dianggap terlalu rendah.
  • Reaksi Pasar: ‼️ Saham sektor energi bergerak volatil dan cenderung melemah.

🇫🇮 Finlandia: Pajak Laba Solidaritas (2018–2021)

  • Alasan: Menyeimbangkan fiskal akibat subsidi energi dan mengurangi dampak lonjakan harga energi.
  • Skema: Pajak 33% atas laba yang melebihi 120% rata-rata laba periode 2018–2021.
  • Dampak: Menambah penerimaan negara tanpa mengubah struktur pajak utama. Namun, sebagian perusahaan energi hijau mengeluhkan dana investasi yang tertekan.
  • Reaksi Pasar: ‼️ Kinerja saham energi tertinggal dibanding indeks pasar umum.

📌 Key Takeaway
Secara umum, windfall tax efektif membantu anggaran saat krisis. Namun, dampak jangka panjangnya sering berupa meningkatnya ketidakpastian dan turunnya kepercayaan investor, karena profit saat boom dikenakan pajak tinggi sementara risiko saat harga turun tetap ditanggung perusahaan.

Berdasarkan kasus di Inggris dan Australia, jika skema windfall tax dinilai masih proporsional, reaksi pasar cenderung lebih cepat pulih karena kenaikan harga komoditas masih mampu menopang pertumbuhan laba emiten.

More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel

Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only