Seiring rencana penerapan B50 di Indonesia, kebutuhan metanol sebagai bahan baku biodiesel akan meningkat signifikan.
Berikut peta sektor dan emiten yang masuk dalam ekosistem pendukung B50:
🛢️Biodiesel (FAME): Dari Minyak ke Energi
Biodiesel diproduksi lewat proses transesterifikasi antara minyak nabati (CPO/jelantah) dan metanol.
- Rasio teknis: 1 liter minyak ≈ 200 ml metanol
Metanol adalah input utama biodiesel, namun Indonesia masih sangat tergantung impor.
- Kebutuhan saat ini: ±1.8 – 2.0 juta ton/tahun
- Proyeksi 2027 (B40–B50): ±2.9 juta ton/tahun
- Kapasitas domestik (KMI): ±660 ribu ton/tahun
- Defisit: ±1.4 – 2.0 juta ton
Potensi impor 2027: bisa mencapai ±2.5 juta ton jika tidak ada tambahan kapasitas
🏭Peta Produksi & Infrastruktur
Saat ini Indonesia hanya punya 1 produsen utama:
- PT Kaltim Methanol Industri (KMI)✅
Namun terdapat pipeline proyek baru sedang didorong:
- Bontang (Kaltim): KMI – supply gas dari blok Mahakam
- Bojonegoro (Jatim): proyek metanol berbasis gas JTB (Pertamina EP Cepu)
- Aceh & kawasan lain: dukungan BUMN (Pupuk Indonesia & mitra gas)
🧪Emiten BEI dalam Ekosistem Metanol
Tidak semua pemain metanol listing, tapi terdapat emiten yang memiliki eksposurnya pada rantai pasok:
🔹 Hulu Gas
- MEDC → suplai gas & exposure blok Kalimantan Timur (supply chain KMI)
- PGAS → infrastruktur & distribusi gas industri (termasuk JTB – Bojonegoro)
🔹 Logistik & Distribusi
- AKRA → distributor utama bahan kimia & metanol untuk industri biodiesel
- HUMI → jasa angkut metanol yang kerjasama dengan KMI
🔹 Hilir / Petrokimia
- BUMI → berencana mengembangkan hilirisasi batu bara menjadi metanol
- TPIA → pemanfaatan turunan metanol dalam industri petrokimia
More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel
Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only


