Intervensi G7 dan Nasib Harga Minyak Dunia: Upaya Darurat Meredam Krisis Energi

Berdasarkan hasil pertemuan darurat G7 yang baru saja selesai (Senin, 9 Maret 2026), poin-poin utama keputusannya yakni:

  • Negara-negara G7 menunda pelepasan cadangan minyak darurat. Namun menegaskan kesiapan melepas 300–400 juta barel untuk meredam harga yang sempat mencapai $119 menjadi $102–$104 per barel.
  • ⁠✅Tujuan Utama: Memberikan sinyal kepada pasar bahwa pasokan global akan tetap dijaga guna mencegah harga meroket ke level yang tak terkendali.

Untuk sementara, G7 lebih memilih fokus pada pesan bahwa kenaikan harga ini bersifat sementara, guna menenangkan pasar tanpa harus menghabiskan cadangan minyak mereka.

Komentar analis:
⚠️Selama akar masalahnya (konflik fisik di Timur Tengah) belum selesai, pelepasan cadangan ini hanyalah solusi sementara yang tidak akan menghentikan tren kenaikan harga secara permanen.

Komentar para pejabat dunia
Menteri Keuangan Prancis, Roland Lescure, menyatakan bahwa G7 “belum sampai di sana” untuk mencapai konsensus pelepasan stok karena masih ada perbedaan pandangan di antara anggota.

Meski ditunda, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa penggunaan cadangan tetap menjadi “opsi yang dipertimbangkan” jika gangguan pasokan memburuk.

Sebagian pejabat Amerika Serikat menilai pelepasan cadangan hanyalah “solusi setengah matang” yang tidak akan menyelesaikan masalah utama, yaitu penutupan Selat Hormuz.

More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel

Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only