Indonesian government bond yields moved mixed with a flattening bias, as the 5Y rose 1.9 bps to 6.46% while the 10Y fell 7.6 bps to 6.60%, compressing the 5Y–10Y spread, while sukuk yields were also mixed and the INDOBeX Composite rose slightly. On the macro side, global tensions escalated following an attack in Kuwait City targeting Kuwait Petroleum Corporation, while domestically Danantara advanced its plan to consolidate asset management units of state-owned banks. In the US, labor data showed strong payroll growth and a slight decline in unemployment, though participation weakened. On the credit side, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)’s 2026 bond maturities remain manageable, supported by solid liquidity.
Keterbatasan air di kawasan Morowali berpotensi memangkas produksi IMIP hingga 30–40%. Mengingat IMIP merupakan salah satu pusat utama hilirisasi nikel RI, gangguan berkepanjangan dapat menekan supply dan ekspor produk nikel Indonesia. “Ditaksir dari keseluruhan operasional industri di IMIP, El Niño melambatkan laju produksi hingga mengakibatkan 30%—40% penurunan produksi. ” Head of Media Relations IMIP Dedy […]
Market Indonesia | IHSG IHSG Melemah TipisIHSG bergerak melemah tipis 0.06% ke level 6,596 pada perdagangan Rabu (02/09), setelah sebelumnya menguat dalam dua sesi berturut-turut. Sentimen pasar masih tertekan oleh kenaikan inflasi Agustus ke 3.19% YoY serta tekanan eksternal dari kenaikan yield obligasi dan harga minyak global. Namun, pelemahan IHSG relatif terbatas seiring dukungan dari […]