💰Active Fund vs Passive Fund

Isu MSCI sering menjadi perhatian investor karena dapat mempengaruhi arus dana asing ke pasar. Namun, dampaknya tidak seragam bagi seluruh investor institusi. Perbedaannya terutama terletak pada cara pengelolaan dana dan strategi investasi yang diterapkan.

📊 Passive Fund: Mengekor Bobot Saham Index
Passive fund adalah dana yang dikelola Manajer Investasi mengikuti bobot suatu indeks tertentu. Tujuannya bukan untuk mengalahkan pasar, melainkan mereplikasi kinerja indeks seakurat mungkin.

Pengelola Dana Pasif (Passive Fund) cenderung kaku mengikuti bobot indeks. Contoh: MSCI Index, FTSE Index.

📈 Active Fund: Fleksibel dan Berbasis Analisis
Active fund dikelola oleh manajer investasi yang secara aktif melakukan riset, memilih saham, dan menentukan waktu transaksi dengan tujuan return yang optimal serta mampu mengungguli indeks (outperform).

Dana Aktif (Active Fund) dikelola dengan kebebasan penuh untuk membeli saham dan tidak dipengaruhi oleh bobot ataupun “formula kaku” indeks

Dengan fleksibilitas tersebut, Active Fund dapat:

  • Tetap mempertahankan saham yang keluar dari suatu Index jika prospeknya masih kuat
  • Mengambil keputusan berbasis fundamental, valuasi, outlook bisnis serta kondisi makroekonomi dan sektoral

🇮🇩 Struktur Pasar Indonesia: Masih di Dominasi oleh Active Fund
Data OJK menunjukkan industri reksa dana Indonesia masih didominasi oleh Active Fund.

Dana pensiun dan asuransi di Indonesia (pemilik modal terbesar di pasar reksa dana) secara regulasi dan internal masih menaruh porsi besar pada reksa dana pendapatan tetap aktif guna mengincar imbal hasil stabil di atas suku bunga acuan.

🌍 Struktur Tren Global
Meskipun active fund “Lokal” mendominasi industri reksa dana di Indonesia secara volume produk, Indeks global seperti FTSE dan MSCI tetap memiliki pengaruh besar karena mereka menjadi acuan utama bagi pengelola dana asing (investor institusi global).

Secara global, pergeseran ke passive investing sudah jauh lebih matang:

  • Di AS, lebih dari 50% equity fund sudah berbasis passive
  • ⚠️Dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan passive fund jauh melampaui active fund

🔑 Key Takeaway
Meski Indonesia masih didominasi active fund “Lokal”, NAMUN secara global arus dana asing justru sangat dikendalikan oleh passive fund.

Dikarenakan arus dana global semakin index-driven, MSCI FTSE tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan bagi pasar saham di Indonesia, terutama akan berpengaruh pada foreign flow dari Passive Fund Global.

Adapun jika ingin meningkatkan inflow asing dari Active Fund Global maka kriteria seperti kepastian regulasi, nilai tukar, sektoral dan outlook bisnis serta berbagai indikator ekonomi dalam negeri harus berada dalam kondisi positif dan stabil.

More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel

Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only