⚡ Pemerintah Dorong PLTS 100 GW☀️

📝Background
Pemadaman listrik beberapa waktu lalu dipicu defisit pasokan batubara untuk PLTU pada 2026.

Meski Menteri ESDM menyatakan krisis batubara sudah diatasi, dari Presiden Prabowo menargetkan untuk dapat mempercepat transisi energi melalui pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun PLTS 100 GW,” ujar Presiden Prabowo

Langkah awal transisi difokuskan pada penggantian PLTD ke PLTS, bukan PLTU.

Alasannya, Indonesia masih memiliki cadangan batu bara yang melimpah untuk memasok PLTU, sedangkan PLTD sangat bergantung pada BBM impor.

Dengan mengganti PLTD menggunakan PLTS, pemerintah dapat lebih cepat menekan impor energi, serta meringankan tekanan terhadap APBN.

🎯Target Jangka Pendek: 17 GW Tahun Ini
Sebagai tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 17 GW PLTS tahun ini.

  • 10 GW PLTD berbahan bakar diesel akan mulai digantikan oleh PLTS guna menekan konsumsi BBM.
  • Pemerintah juga menyiapkan Battery Energy Storage System (BESS) 33 GW untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil.

EMITEN TERKAIT

⚡ Pengembang Energi Terbarukan

▶️DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk)
DSSA membangun bisnis panel surya terintegrasi dari pabrik pembuatan (hulu) hingga pemasangan pembangkit listrik (hilir).

Pabrik Panel Surya (Hulu)

  • Lokasi: Kendal, Jawa Tengah.
  • Pabrik ini fokus membuat fisik panel dengan kemampuan cetak unit panel surya yang setara 1 GW per tahun.

PLTS Atap / Dian Solar (Hilir)

  • Kapasitas yang sudah terpasang dan dihasilkan sekitar 40 MWp, listrik ini digunakan untuk mendukung sektor industri & komersial.

▶️KEEN (PT Kencana Energi Lestari Tbk)

  • Memperluas bisnis dari PLTA ke PLTS.
  • PLTS Tobelo (Maluku Utara) masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi pada 1Q27 dengan estimasi kapasitas listrik 10 MW + BESS 8.4 MWh.

▶️BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk)

  • Portofolio utama PLTP 926 MW, mulai berekspansi ke PLTS.
  • PLTS Gorontalo: Kapasitas 2 MWp sudah beroperasi sejak 2016.

🔋 Infrastruktur Baterai (BESS)

Pengembangan BESS membuka peluang bagi emiten penyedia sistem penyimpanan energi.

  • DRMA – Produsen modul baterai lithium melalui PT Dharma Controlcable Indonesia.
  • LABA – Penyedia Battery Pack, BMS, EMS, dan sistem BESS industri.
  • INDY – Mengembangkan solusi BESS skala MW untuk integrasi PLTS ke jaringan listrik.

🧱 Pemasok Material Aluminium

Aluminium menjadi komponen penting pada cangkang baterai dan kontainer BESS.

  • ADMR – Berpotensi memasok material aluminium untuk ekosistem baterai.
  • CITA – Produsen bauksit (bahan baku utama aluminium)

🔌 Produsen Kabel

Pembangunan PLTS dan jaringan transmisi meningkatkan kebutuhan kabel listrik.

  • KBLI, IKBI, VOKS, KBLM

💡 Insight
Percepatan pembangunan PLTS bukan hanya menjadi katalis bagi emiten energi terbarukan, tetapi juga berpotensi memperbaiki kondisi fiskal. Penggantian PLTD ke PLTS dapat mengurangi impor BBM, mengurangi ketergantungan pada harga minyak global, serta meringankan tekanan terhadap APBN.

Di sisi lain, Indonesia memang masih mengimpor sebagian besar solar cell, wafer silikon, dan inverter dari Tiongkok. Meski demikian kami melihat impor komponan PLTS tidak seperti PLTD yang membutuhkan impor BBM secara berulang (opex), sehingga PLTS lebih ringan bagi APBN dalam jangka panjang.

More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel

Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only