Market
Indonesia | IHSG
IHSG Akhiri Reli 5 Hari
IHSG melemah 1.89% ke level 5,873 pada perdagangan Rabu (08/07), mengakhiri penguatan lima hari berturut-turut. Indeks bergerak tertekan seiring pelemahan mayoritas sektor, terutama basic materials, properti, konsumer siklikal, dan energi.
Sentimen pasar dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu aksi risk-off di pasar global. Dari dalam negeri, investor juga mencermati pelemahan rupiah, meningkatnya risiko penurunan status pasar Indonesia ke frontier market oleh S&P DJI. Di sisi lain, pasar menantikan rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 sebagai indikator terbaru kondisi konsumsi domestik.
Kawasan Asia
Pasar saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (08/07). Hang Seng Hong Kong melonjak 2.99%, berbalik menguat dipimpin reli saham teknologi, sementara Nikkei 225 Jepang anjlok 2.11% dan Shanghai Composite China turun 0.49%, memperpanjang pelemahan selama tiga hari beruntun.
Pergerakan pasar dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah AS kembali melancarkan serangan ke Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu sikap hati-hati investor. Di sisi lain, optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, serta kuatnya aktivitas IPO di Hong Kong menopang reli Hang Seng, sementara pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) China sebagai petunjuk terbaru arah pemulihan ekonomi.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa saham AS ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (08/07). Indeks S&P 500 turun 0.3% dan Dow Jones melemah 577 poin, sementara Nasdaq 100 menguat 0.3% berkat rebound saham-saham semikonduktor.
Sentimen pasar dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran setelah Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir menyusul serangan lanjutan. Di sisi lain, risalah pertemuan The Fed menunjukkan sebagian pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila inflasi tetap tinggi.
Net Foreign Flow (8 Juli 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- S&P DJI memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan berisiko turun dari emerging market ke frontier market.
- Kepercayaan konsumen Indonesia turun ke 117.8 pada Juni 2026 dari 120.9 di Mei, menjadi level terendah sejak September 2025.
Faktor Global:
- IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 di 3.0% dan menaikkan proyeksi 2027 menjadi 3.4%.
- The Fed menahan suku bunga di 3.50%–3.75%, sementara risalah rapat menunjukkan pejabat masih terpecah terkait arah suku bunga.
Komoditas
- Harga minyak melonjak 5% dipicu eskalasi konflik Timur Tengah setelah AS mencabut izin ekspor minyak Iran dan Presiden Trump mengambil sikap lebih keras terhadap Iran.
Rekap Saham
08 Juli 2026
Daily
- 🟢 JPFA CUT PROFIT, Entry 2,000 (08Juli), tertinggi 2,110, TP (2,180 – 2,220). Closing price 2,010. Profit 0.5% 🚀
- 🔴 BRPT REDUCE, Entry 1,520 (08Juli), tertinggi 1,585, TP (1,635 – 1,700). Closing price 1,500. Loss 1.3%
- 🟢 AYAM CUT PROFIT, Entry 348 (08Juli), tertinggi 360, TP (366 – 372). Closing price 350. Profit 0.6% 🚀
Daily | Sim Call
PGEO: SPECULATIVE BUY
Last price : 940
Target price : 970 – 1,010
Entry price : 890 – 945
Stop Loss : 850
Strategi:
PGEO, breakout Resistance 915, berpeluang mencoba Resistance 970 dan next Resistance 1,010. Namun, bila PGEO breakdown Resistance 915, berkemungkinan menguji Support 890 dan next Support 860. Baiknya batasi risiko bila PGEO bergerak melemah di bawah Support 860. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Daily | Sim Call
MARK: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,025
Target price : 1,060 – 1,100
Entry price : 980 – 1,030
Stop Loss : 950
Strategi:
MARK, breakout Resistance 1,010, berpeluang mencoba Resistance 1,060 dan next Resistance 1,100. Namun, bila MARK breakdown Resistance 1,010, berpeluang menguji Support 980 dan next Support 960. Batasi resiko bila MARK bergerak melemah dibawah Support 960. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Daily | Sim Call
AKRA: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,320
Target price : 1,365 – 1,390
Entry price : 1,280 – 1,325
Stop Loss : 1,240
Strategi:
AKRA, breakout Resistance 1,315, berpeluang mencoba Resistance 1,365 dan next Resistance 1,390. Namun, bila AKRA breakdown Resistance 1,315, berpeluang menguji Support 1,280 dan next Support 1,250. Batasi resiko bila AKRA bergerak melemah dibawah Support 1,250. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas