Market
Indonesia | IHSG
IHSG Menguat Di Awal Pekan
IHSG menguat 0.69% ke level 5,916 pada perdagangan Senin (06/07), memperpanjang reli empat hari berturut-turut sekaligus mencapai level tertinggi dalam sepekan. Penguatan IHSG ditopang oleh saham BBRI, DCII, dan BBCA.
Dari dalam negeri, optimisme investor didukung rencana pemerintah memangkas alokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga ruang fiskal. Pekan ini investor menantikan beberapa rilis data ekonomi yaitu data cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, serta penjualan retail.
Kawasan Asia
Pasar saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (06/07). Hang Seng Hong Kong menguat 1.14%, sementara Nikkei 225 Jepang melemah tipis 0.01% dan Shanghai Composite China turun 0.06% setelah sempat menguat di awal sesi.
Sentimen pasar dipengaruhi rotasi investor dari saham teknologi ke sektor lain di tengah kekhawatiran bahwa reli bertema kecerdasan buatan (AI) mulai kehilangan momentum. Pelaku pasar juga mencermati laporan penundaan sistem server AI generasi terbaru Nvidia, serta menunggu rilis data inflasi China dan sejumlah indikator ekonomi Jepang yang dijadwalkan terbit pekan ini.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Senin (06/07), didorong reli saham-saham semikonduktor. Indeks S&P 500 naik 0.7%, Nasdaq 100 menguat 1.1%, sementara Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi baru
Sentimen pasar didukung data ISM Services PMI yang menunjukkan sektor jasa AS masih berekspansi meski melambat tipis pada Juni, disertai meredanya tekanan harga dan membaiknya pasar tenaga kerja. Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada risalah rapat FOMC (FOMC Minutes) pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.
Net Foreign Flow (6 Juli 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- DPR memperkirakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turun dari Rp268 triliun pada 2026 menjadi sekitar Rp174 triliun pada 2027.
- WMO meningkatkan proyeksi El Nino menjadi berpotensi sangat kuat, yang diperkirakan memicu cuaca lebih kering di Indonesia dan Asia Tenggara hingga 2027.
Faktor Global:
- Indeks ISM Services PMI AS turun tipis ke 54.0 pada Juni dari 54.5 di Mei, sesuai ekspektasi pasar.
- S&P Global Hong Kong PMI naik ke 52.0 pada Juni dari 50.4 di Mei, menandai dua bulan berturut-turut ekspansi aktivitas sektor swasta.
Komoditas
- Harga minyak turun di bawah USD69 per barel ke level terendah dalam lebih dari empat bulan, tertekan peningkatan pasokan dan pulihnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Berita Emiten
- 🟠CTRA menunda sejumlah proyek karena kenaikan biaya konstruksi, sementara target marketing sales 2026 tetap Rp9.5 triliun
- 🟢SMGR mencatat volume penjualan 15.09 juta ton pada Jan–Mei 2026, naik 4.4% YoY, ditopang pertumbuhan penjualan domestik.
- 🟢AADI anak usaha AADI, PT Adaro Indonesia, meraih peringkat idAA dari Pefindo untuk rencana penerbitan obligasi senilai Rp2 triliun.
Rekap Saham
06 Juli 2026
Daily
- 🟢 DSSA CUT PROFIT, Entry 810 (06Juli), tertinggi 830, TP (860 – 910). Closing price 815. Profit 0.62% 🚀
- 🟢 MARK CUT PROFIT, Entry 965 (06Juli), tertinggi 1,010, TP (1,030 – 1,070). Closing price 970. Profit 0.52% 🚀
- 🟢 BSML TAKE PROFIT, Entry 505 (06Juli), tertinggi 530, TP (530-575). Closing price 525 . Profit 4.95% 🚀🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
BRMS: SPECULATIVE BUY
Last price : 525
Target price : 550 – 575
Entry price : 500 – 530
Stop Loss : 484
Strategi:
BRMS, breakout Resistance 520, berpeluang mencoba Resistance EMA20 (550) dan next Resistance 575. Namun, bila BRMS breakdown Resistance 520, berkemungkinan menguji Support 500 dan next Support 494. Baiknya batasi risiko bila BRMS bergerak melemah di bawah Support 494. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
TPIA: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,885
Target price : 1,945 – 2,000
Entry price : 1,775 – 1,890
Stop Loss : 1,720
Strategi:
TPIA, breakout Resistance 1,835, berpeluang mencoba Resistance 1,945 dan next Resistance 2,000. Namun, bila TPIA breakdown Resistance 1,835, berpeluang menguji Support 1,775 dan next Support 1,740. Batasi resiko bila TPIA bergerak melemah dibawah Support 1,740. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
GGRM: SPECULATIVE BUY
Last price : 15,800
Target price : 16,300 – 16,750
Entry price : 15,400 – 15,825
Stop Loss : 14,950
Strategi:
GGRM, bertahan pada Resistance EMA50 (15,800), berpeluang mencoba Resistance 16,300 dan next Resistance 16,750. Namun, bila GGRM breakdown Resistance EMA50 (15,800), berpeluang menguji Support 15,400 dan next Support 15,050. Batasi resiko bila GGRM bergerak melemah dibawah Support 15,050. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas