Market
Indonesia | IHSG
IHSG Volatil, Berakhir di Zona Hijau
IHSG ditutup menguat tipis 0.22% ke level 6,971 pada perdagangan Senin (04/05). Indeks sempat dibuka menguat tajam dan bergerak volatil dengan range perdagangan 6,989 - 7,070. Penguatan Indeks ditopang oleh saham TLKM, BBRI, dan BREN.
Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tercatat sebesar Rp21.13 triliun, relatif sama dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp21.88 triliun. Sebanyak 327 saham menguat, 357 saham melemah, dan 134 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa saham Asia ditutup menguat pada perdagangan Senin (04/05), dengan Hang Seng Index memimpin kenaikan sebesar 1.24%. Namun, aktivitas pasar cenderung terbatas karena bursa Jepang dan China tutup akibat hari libur, sehingga likuiditas regional relatif lebih rendah.
Sentimen positif didorong oleh reli sektor teknologi seiring solidnya kinerja emiten teknologi besar di AS. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati dinamika geopolitik, terutama sinyal kemajuan negosiasi damai dengan Iran yang membantu meredakan kekhawatiran pasar.
Kawasan Amerika Serikat
Wall Street ditutup melemah pada Senin (04/05) dengan Indeks S&P 500 turun 0.4% dan Nasdaq Composite melemah 0.2% setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, sementara Dow Jones Industrial Average anjlok 557 poin.
Tekanan utama datang dari lonjakan harga minyak akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta keterlibatan Uni Emirat Arab, memicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat seiring risiko gangguan pasokan energi global.
Net Foreign Flow (04 Mei 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Inflasi April 2026 menunjukkan tekanan harga yang semakin mereda, tercermin dari inflasi YoY turun ke 2.42% dari sebelumnya yang sebesar 3.48%
- Neraca perdagangan Maret 2026 mencatat surplus meningkat ke USD3.32 miliar, diikuti pelemahan ekspor (-3.1% YoY) dan perlambatan impor (1.51% YoY)
Faktor Global:
- Rencana Donald Trump untuk membantu kapal di Selat Hormuz memicu eskalasi konflik dengan Iran setelah insiden serangan tanker
- Pesanan pabrik AS naik solid 1.5% MoM pada Maret 2026 melampaui ekspektasi, didorong lonjakan sektor teknologi terkait AI
Komoditas
- Harga minyak WTI bertahan di sekitar US$105 per barel setelah melonjak tajam, seiring eskalasi konflik AS–Iran di Selat Hormuz yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi
Berita Emiten
- 🟢BRPT membukukan laba bersih kuartal I 2026 sebesar USD90.48 juta, melonjak dari sekitar USD16.16 juta pada Q1 2025 (naik 459% YoY)
- 🟢BSDE mencatatkan pra penjualan sebesar Rp2.54 triliun pada kuartal I-2026, setara 25% dari target tahunan sebesar Rp10 triliun
- 🟢RAJA membukukan laba bersih kuartal I 2026 naik 14% YoY menjadi sekitar US$10.5 juta dibanding US$9.2 juta di tahun sebelumnya
Rekap Saham
04 Mei 2026
Daily
- 🟢 AKRA CUT PROFIT, Entry 1,545 (04Mei), tertinggi 1,580, TP (1,625 – 1,685). Closing price 1,570. Profit 1,62% 🚀🚀
- 🟢 TAPG CUT PROFIT, Entry 2,050 (04Mei), tertinggi 2,110, TP (2,150 – 2,200). Closing price 2,060. Profit 0,5% 🚀
- 🟢 ADRO CUT PROFIT, Entry 2,470 (04Mei), tertinggi 2,530, TP (2,580 – 2,640). Closing price 2,500. Profit 1,2% 🚀🚀
Daily | Sim Call
ESSA: SPECULATIVE BUY
Last price : 880
Target price : 910 – 960
Entry price : 835 – 885
Stop Loss : 800
Strategi:
ESSA, bertahan diatas EMA20 (845), berpeluang mencoba Resistance 910 dan next Resistance 960. Namun, bila ESSA breakdown EMA20 (845), berkemungkinan menguji Support 835 dan next Support 810. Baiknya batasi risiko bila ESSA bergerak melemah di bawah Support 810. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
JPFA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,630
Target price : 2,720 – 2,800
Entry price : 2,500 – 2,640
Stop Loss : 2,450
Strategi:
JPFA, breakout Resistance 2,540, berpeluang mencoba Resistance 2,720 dan next Resistance 2,800. Namun, bila JPFA breakdown Resistance 2,540, berpeluang menguji Support 2,500 dan next Support 2,470. Batasi resiko bila JPFA bergerak melemah dibawah Support 2,470. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
ENRG: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,710
Target price : 1,750 – 1,800
Entry price : 1,625 – 1,715
Stop Loss : 1,580
Strategi:
ENRG, bertahan diatas EMA50 (1,665), berpeluang mencoba Resistance 1,750 dan next Resistance 1,800. Namun, bila ENRG breakdown EMA50 (1,665), berpeluang menguji Support 1,625 dan next Support 1,600. Batasi resiko bila ENRG bergerak melemah dibawah Support 1,600. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas