Market
Indonesia | IHSG
Likuiditas Pasar Menipis, IHSG Kembali Terkoreksi
IHSG melemah 1.28% ke level 5,821 pada perdagangan Senin (29/06), melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut. Value transaksi tercatat hanya sekitar Rp8.8 triliun, jauh di bawah rata-rata transaksi harian BEI dalam beberapa tahun terakhir yang umumnya berada di atas Rp10 triliun. Kondisi ini menunjukkan minat transaksi investor masih sangat rendah.
Pelemahan IHSG dipengaruhi sikap wait and see investor menjelang rilis data penting domestik pekan ini, yakni inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei. Di sisi lain, surplus perdagangan yang menyempit serta ekspektasi inflasi yang mendekati batas atas target Bank Indonesia turut membebani sentimen.
Kawasan Asia
Pasar saham Asia ditutup menguat pada perdagangan Senin (29/06). Penguatan dipimpin oleh Hang Seng menguat 1.57%, diikuti Shanghai Composite yang naik 0.87%, dan Nikkei 225 bertambah 0.15%.
Sentimen positif turut didukung dari China, pasar mendapat dorongan dari langkah PBoC yang kembali menyuntikkan likuiditas melalui operasi reverse repo untuk menjaga stabilitas pasar uang, sementara laba industri China yang lebih baik dari ekspektasi memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi. Di Jepang, kenaikan penjualan ritel sebesar 5.3% YoY pada Mei, tertinggi sejak November 2023, juga menjadi katalis positif bagi sentimen pasar.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (29/06), dengan S&P 500 naik 1.2%, Nasdaq 100 melonjak 2.3%, dan Dow Jones menguat 307 poin ke rekor penutupan tertinggi baru.
Penguatan didorong kembali oleh optimisme terhadap saham-saham AI setelah aksi jual sebelumnya, serta meredanya ketegangan geopolitik menyusul rencana dimulainya kembali pembicaraan damai AS-Iran. Saham teknologi menjadi motor penggerak, dipimpin kenaikan Tesla (+8.5%), Alphabet (+5.0%), Amazon (+3.2%), Meta (+2.2%), dan Nvidia (+1.3%), sementara sektor material menjadi yang terlemah.
Net Foreign Flow (29 Juni 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Pemerintah memangkas harga LNG untuk industri dari USD23/MMBtu menjadi USD13/MMBtu, efektif 29 Juni 2026.
- Rupiah menguat di bawah Rp17,900 per Dolar AS pada perdagangan Senin (29/06)
Faktor Global:
- Output industri India tumbuh 5.1% YoY pada Mei 2026, meningkat dari 4.9% di April dan melampaui ekspektasi pasar 4.7%.
- Penjualan ritel Jepang naik 5.3% YoY pada Mei 2026, menguat dari 2.8% di April dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3.2%.
Komoditas
- Harga emas turun ke US$4,040/ons seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat ketidakpastian perundingan damai AS-Iran yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Berita Emiten
- 🟢MBMA mencetak laba bersih USD30 juta pada pada Kuartal 1-2026 tumbug +603% QoQ, dan +966% YoY
- 🟠ERAA mencatat SSSG -9.8% YoY pada Mei, membaik dari April (-22.8% YoY), dengan SSSG 5M26 masih tumbuh +7.2% YoY.
- 🟠TOBA menaikkan fasilitas kredit entitas Singapura menjadi US$385 juta (±Rp5 triliun) untuk refinancing, belanja modal, dan modal kerja
Rekap Saham
29 Juni 2026
Daily
- 🟢 ITMG CUT PROFIT, Entry 22,075 (29Juni), tertinggi 22,350, TP (22,575 – 22,975). Closing price 22,100. Profit 1.2% 🚀
- 🟢 TCPI CUT PROFIT, Entry 7,125 (29Juni), tertinggi 7,500, TP (7,650 – 8,000). Closing price 7,175. Profit 0.7% 🚀
- 🟢 ARKO TAKE PROFIT, Entry 4,960 (29Juni), tertinggi 5,475, TP (5,400 – 5,700). Closing price 5,400. Profit 10.4% 🚀🚀🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
MARK: SPECULATIVE BUY
Last price : 950
Target price : 975 – 1,005
Entry price : 910 – 955
Stop Loss : 870
Strategi:
MARK, menguji Resistance 955, berpeluang mencoba Resistance 975 dan next Resistance 1,005. Namun, bila MARK breakdown Resistance 955, berkemungkinan menguji Support 910 dan next Support 880. Baiknya batasi risiko bila MARK bergerak melemah di bawah Support 880. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
TINS: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,480
Target price : 3,580 – 3,670
Entry price : 3,350 – 3,490
Stop Loss : 3,220
Strategi:
TINS, bertahan pada EMA50 (3,480), berpeluang mencoba Resistance 3,580 dan next Resistance 3,670. Namun, bila TINS breakdown EMA50 (3,480), berpeluang menguji Support 3,350 dan next Support 3,250. Batasi resiko bila TINS bergerak melemah dibawah Support 3,250. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Daily | Sim Call
ENRG: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,115
Target price : 1,145 – 1,180
Entry price : 1,075 – 1,120
Stop Loss : 1,030
Strategi:
ENRG, menguji Resistance 1,125, berpeluang mencoba Resistance 1,145 dan next Resistance 1,180. Namun, bila ENRG breakdown Resistance 1,125, berpeluang menguji Support 1,075 dan next Support 1,050. Batasi resiko bila ENRG bergerak melemah dibawah Support 1,050. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas