Have a question?
Message sent Close

Morning Call – 30 April 2026

Market

Indonesia | IHSG

IHSG Rebound Pasca Pelemahan Beruntun

IHSG ditutup menguat 0.41% ke level 7,101 pada perdagangan Rabu (29/04). Indeks menguat setelah pelemahan beruntun dengan range pergerakan 7,097 - 7,126. Penguatan Indeks didorong oleh saham TLKM, IMPC, dan APIC.

Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tercatat sebesar Rp17.24 triliun, relatif sama dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp17.51 triliun. Sebanyak 379 saham menguat, 282 saham melemah, dan 154 saham stagnan.

Kawasan Asia

Bursa saham Asia ditutup variatif pada perdagangan Rabu (29/04). Hangseng menguat 1.68% disusul Shanghai yang naik 0.71%, sementara Nikkei melemah 1.02%.

Pasar saham Asia ditutup variatif dengan sentimen cenderung positif dari China ditopang penguatan saham-saham besar seperti BYD dan CATL setelah rilis kinerja kuartal I yang solid. Secara umum, pasar Asia bergerak dalam pola rebound teknikal, tetapi belum sepenuhnya lepas dari volatilitas eksternal.

Kawasan Amerika Serikat

Wall Street ditutup melemah pada Rabu (29/04) setelah Federal Reserve menahan suku bunga dan memberikan outlook yang cenderung campuran, di tengah posisi pasar yang menunggu rilis kinerja emiten besar.
Dow Jones Industrial Average melemah 0.57%, sementara Nasdaq 100 & Dow Jones bergerak flat. Sikap hawkish dari beberapa pejabat The Fed yang menolak bias pelonggaran mencerminkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang masih bertahan.

Net Foreign Flow (29 April 2026)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri

Faktor Domestik:

  • Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan pajak dalam waktu dekat dan memilih fokus meningkatkan kepatuhan wajib pajak
  • Rupiah ditutup melemah pada Rabu (29/04) ke level Rp17.326 per dolar AS dipicu kombinasi sentimen domestik serta tekanan global

Faktor Global:

  • Federal Reserve menahan suku bunga di 3.5%–3.75% untuk ketiga kalinya di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah
  • Inflasi Jerman naik ke 2.9% YoY pada April 2026, tertinggi sejak Januari 2024, didorong lonjakan harga energi

Komoditas

  • Harga minyak WTI crude oil melonjak di atas $108/barel (naik 15% mingguan) akibat penutupan Selat Hormuz yang menekan pasokan global

Berita Emiten

  • 🟢IMPC mencatat laba bersih naik 33% menjadi Rp203 miliar pada Q1 2026, dan menargetkan laba di atas Rp700 miliar sepanjang tahun
  • 🟢BMRI menetapkan dividen final Rp377 per saham dengan total payout sekitar Rp44 triliun (Est. yield 8.4%)
  • 🟢JPFA akan bagikan dividen tunai Rp1.63 triliun (40.7% dari laba bersih), atau sebesar Rp140 per lembar. (Est. yield 5.7%)

Rekap Saham

29 April 2026

Daily

  • 🟢 ELSA CUT PROFIT, Entry 810 (29April), tertinggi 845, TP (855 – 880). Closing price 830. Profit 2,5% 🚀🚀🚀
  • ⁠🟢 MAIN CUT PROFIT, Entry 995 (29April), tertinggi 1,030, TP (1,060 – 1,090). Closing price 1,000. Profit 0,5% 🚀
  • 🟡 MBMA DRAW, Entry 690 (29April), tertinggi 710, TP (725 – 750). Closing price 690. Draw

Daily | Sim Call

DSNG: SPECULATIVE BUY

Last price : 1,850
Target price : 1,910 – 1,950
Entry price : 1,785 – 1,855
Stop Loss : 1,730

Strategi:

DSNG, breakout Resistance 1,835, berpeluang mencoba Resistance 1,910 dan next Resistance 1,950. Namun, bila DSNG breakdown Resistance 1,835, berkemungkinan menguji Support 1,785 dan next Support 1,750. Baiknya batasi risiko bila DSNG bergerak melemah di bawah Support 1,750. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Daily | Sim Call

AADI: SPECULATIVE BUY

Last price : 11,300
Target price : 11,700 – 12,000
Entry price : 10,800 – 11,325
Stop Loss : 10,450

Strategi:

AADI, breakout Resistance 11,250, berpeluang mencoba Resistance 11,700 dan next Resistance 12,000. Namun, bila AADI breakdown Resistance 11,250, berpeluang menguji Support 10,800 dan next Support 10,650. Batasi resiko bila AADI bergerak melemah dibawah Support 10,650. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Daily | Sim Call

ITMG: SPECULATIVE BUY

Last price : 26,200
Target price : 27,000 – 27,600
Entry price : 25,350 – 26,225
Stop Loss : 24,800

Strategi:

ITMG, breakout Resistance 25,600, berpeluang mencoba Resistance 27,000 dan next Resistance 27,600. Namun, bila ITMG breakdown Resistance 25,600, berpeluang menguji Support 25,350 dan next Support 25,000. Batasi resiko bila ITMG bergerak melemah dibawah Support 25,000. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.

‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.

© Sinarmas Sekuritas