Have a question?
Message sent Close

Morning Call – 3 Juli 2026

Market

Indonesia | IHSG

IHSG Menguat 2 Hari Beruntun

IHSG dibuka menguat 0.87% ke level 5.744 pada perdagangan Kamis (02/07), melanjutkan reli dua hari beruntun. Value transaksi tercatat Rp11.15 Triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp10.3 Triliun.

Sentimen global turut menopang, setelah adanya perkembangan negosiasi tidak langsung AS–Iran, sementara dukungan kebijakan domestik seperti penurunan harga LNG industri, dan reformasi pasar modal ikut menjaga optimisme.

Kawasan Asia

Pasar saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (02/07). KOSPI Korea Selatan anjlok 7.89% sebagai salah satu yang terdalam, sementara Nikkei 225 Jepang turun 2.47%. Bursa China juga terkoreksi tajam, dengan Shanghai Composite drop 2.03%. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong justru menguat 0.8% berkat aksi bargain hunting setelah koreksi sebelumnya.

Sentimen pasar masih dibayangi kekhawatiran atas valuasi sektor AI yang dianggap terlalu tinggi, meski sebagian pelaku pasar mulai kembali masuk ke saham teknologi di Hong Kong. Dari sisi makro, pernyataan pejabat The Fed yang menyebut ekspektasi inflasi mulai mereda menurunkan kekhawatiran kenaikan suku bunga lanjutan.

Kawasan Amerika Serikat

Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (01/07), dengan S&P 500 turun 0.2%, Nasdaq 100 terkoreksi 1.5%, sementara Dow Jones bergerak relatif datar, seiring investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham teknologi.

Pelemahan dipicu aksi jual di sektor semikonduktor setelah muncul kekhawatiran valuasi saham AI yang dinilai mulai terlalu tinggi. Dari sisi makro, aktivitas manufaktur AS masih berekspansi dan Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan risiko inflasi mulai mereda, sehingga mengurangi urgensi kebijakan moneter yang lebih agresif.

Net Foreign Flow (1 Juli 2026)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri

Faktor Domestik:

  • Neraca perdagangan Indonesia defisit USD1.61 miliar pada Mei 2026, mengakhiri tren surplus 72 bulan beruntun, akibat impor yang melampaui ekspor.
  • Inflasi Indonesia pada Juni naik menjadi 3.34% (YoY) dari 3.08% pada Mei, didorong kenaikan harga di seluruh kelompok pengeluaran, terutama transportasi dan pangan.

Faktor Global:

  • Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan risiko inflasi mulai mereda, namun bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2%.
  • Inflasi Korea per Juni meningkat menjadi 3.2% YoY dari 3.1% YoY pada Mei, memperkuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi karena masih di atas target bank sentral 2%

Komoditas

  • Harga gas alam AS bertahan di USD3.20/MMBtu, didorong lonjakan permintaan listrik akibat gelombang panas ekstrem dan meningkatnya pasokan ke fasilitas ekspor LNG

Berita Emiten

  • 🟢DEWA melalui anak usaha meraih kontrak tambang batu bara senilai USD1.3 miliar (Rp22 triliun) berdurasi 5 tahun dari PT Sebuku Sejaka Coal.
  • 🟢MAPA akan mengakuisisi 100% Sports Direct Malaysia senilai USD148.9 juta (Rp2.5 triliun) untuk memperkuat ekspansi di Malaysia.
  • 🟢BRIS menargetkan naik ke kategori KBMI 4 dalam 2–3 tahun dengan mengejar modal inti di atas Rp70 triliun

Rekap Saham

02 Juli 2026

Daily

  • 🟢 JPFA CUT PROFIT, Entry 1,925 (02Juli), tertinggi 2,030, TP (2,060 – 2,130). Closing price 1,945. Profit 1.0% 🚀
  • 🟢 MBMA CUT PROFIT, Entry 505 (02Juli), tertinggi 525, TP (530 – 550). Closing price 520. Profit 3.96% 🚀🚀🚀🚀
  • 🟢 INCO CUT PROFIT, Entry 4,280 (02Juli), tertinggi 4,430, TP (4,450-4,560). Closing price 4,340 . Profit 1.4% 🚀🚀

Daily | Sim Call

JPFA: SPECULATIVE BUY

Last price : 2,020
Target price : 2,060 – 2,130
Entry price : 1,935 – 2,030
Stop Loss : 1,880

Strategi:

JPFA, breakout Resistance 1,995, berpeluang mencoba Resistance 2,060 dan next Resistance 2,130. Namun, bila JPFA breakdown Resistance 1,995, berkemungkinan menguji Support 1,935 dan next Support 1,895. Baiknya batasi risiko bila JPFA bergerak melemah di bawah Support 1,895. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Daily | Sim Call

MBMA: SPECULATIVE BUY

Last price : 510
Target price : 530 – 550
Entry price : 484 – 515
Stop Loss : 470

Strategi:

MBMA, breakout Resistance EMA20 (500), berpeluang mencoba Resistance 530 dan next Resistance 550. Namun, bila MBMA breakdown Resistance EMA20 (500), berpeluang menguji Support 484 dan next Support 476. Batasi resiko bila MBMA bergerak melemah dibawah Support 476. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Daily | Sim Call

INCO: SPECULATIVE BUY

Last price : 4,330
Target price : 4,450 – 4,560
Entry price : 4,240 – 4,340
Stop Loss : 4,070

Strategi:

INCO, bertahan diatas Support 4,240, berpeluang mencoba Resistance 4,450 dan next Resistance 4,560. Namun, bila INCO breakdown Support 4,240, berpeluang menguji Support 4,120 dan next Support 4,090. Batasi resiko bila INCO bergerak melemah dibawah Support 4,090. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.

Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.

‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.

© Sinarmas Sekuritas