Market
Indonesia | IHSG
IHSG Melemah Di Awal Pekan
IHSG ditutup melemah 1.55% ke level 6,161 pada Senin (24/03). IHSG sempat turun dalam ke level 5,967 namun mampu rebound hingga penutupan sesi 2. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp14.37 triliun, lebih kecil dari hari Jumat sebesar Rp21.69 triliun. Adapun, 134 saham naik, 500 saham turun, dan 168 saham stagnan.
Sektor pembeban IHSG diantaranya:
- Sektor Basic Industry 3.20%
- Sektor Property 2.68%
- Sektor Energy 2.63%
Kawasan Asia
Bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Senin. Hang Seng dan Shanghai naik masing-masing sebesar 0.91% dan 0.15%. Pelaku pasar tetap berhati-hati jelang tenggat waktu pengenaan tarif pada 2 April, meskipun pernyataam Trump baru-baru ini mengenai akan adanya fleksibilitas memberi sedikit kelegaan.
Nikkei turun 0.18%. Data terbaru menunjukkan bahwa aktivitas sektor swasta Jepang mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir, dengan manufaktur memperpanjang penurunan selama sembilan bulan, sementara aktivitas jasa juga berbalik negatif.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan awal pekan. Nasdaq naik 2.27%, S&P 500 naik 1.76%, dan Dow Jones naik 1.42%, didorong oleh menguatnya saham-saham di sektor teknologi.
Trump kemungkinan tidak akan memberlakukan tarif sektoral pada minggu depan dan berencana untuk mengenakan tarif yang lebih terbatas pada sekitar 15 negara. Hal ini disambut cukup baik oleh pelaku pasar di tengah masih tingginya ketidakpastian perang tarif.
Net Foreign Flow (24 Maret 2025)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- INDEF mencatat impor barang konsumsi pada Februari 2025 sebesar USD1.47 miliar atau turun dari bulan sebelumnya mencapai USD1.64 miliar.
- Ekonom meperkirakan inflasi pada awal kuartal II-2025 naik dan berada di rentang 2% – 3.5%.
Faktor Global:
- PMI Manufaktur AS turun menjadi 49.8 pada Maret 2025 dari 52.7 pada Februari, di bawah perkiraan pasar.
- PMI Manufaktur Jepang turun menjadi 48.3 pada Maret 2025 (vs. Februari 2025: 49.0), di bawah perkiraan pasar.
Komoditas
-
Harga CPO turun 1.62% ke level MYR4,378/ton. Data dari surveyor kargo menunjukkan pengiriman Malaysia selama dua puluh hari pertama di bulan Maret turun antara 5.0% – 14.2%.

Berita Emiten
- 🟢 BBNI mencatatkan laba bersih pada Februari 2025 naik 8.28% YoY atau sebesar Rp3.29 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3.01 triliun.
- 🟢 BBRI akan membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp343.4/lembar saham dengan total Rp51.74 triliun.
- 🟢 MIKA mencatatkan laba bersih pada 2024 naik 25.12% YoY atau sebesar Rp1.14 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp916.65 miliar.
Rekap Saham
24 Maret 2025
Daily
- 🔴 WIFI REDUCE, Entry 1,870 (24March), tertinggi 1,960, SL (1,800). Closing price 1,830 Loss 2,13%
- 🟢 BBCA CUT PROFIT, Entry 7,625 (24March), tertinggi 8,100, TP (8,125 – 8,350). Closing price 7,950 Profit 4,26%🚀🚀
Weekly
- 🔴 JPFA HOLD, Entry 2,070 (14March), tertinggi 1,985, TP (2,230 – 2,370), Closing price 1,980 Floating Loss 4,34%
- 🔴 WOOD REDUCE, Entry 346 (20March), tertinggi 342, SL (328), Closing price 312 Loss 5,2%
- 🔴 EMTK HOLD, Entry 520 (20March), tertinggi 550, TP (545- 580), Closing price 515 Floating Loss 0,96%
Daily | Sim Call
ANTM: SPECULATIVE BUY

Last price : 1,590
Target price : 1,635 – 1,675
Entry price : 1,535 – 1,595
Stop Loss : 1,480
Strategi:
ANTM, bertahan pada Resistance EMA20 (1,590), berpeluang mencoba Resistance 1,635 dan next Resistance 1,675. Namun, bila ANTM breakdown Resistance EMA20 (1,590), berkemungkinan menguji Support 1,535 dan next Support 1,500. Baiknya batasi resiko bila ANTM melemah di bawah Support 1,535. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
SMIL: SPECULATIVE BUY

Last price : 320
Target price : 330 – 340
Entry price : 300 – 322
Stop Loss : 290
Strategi:
SMIL, bertahan di atas Support 306, berpeluang mencoba Resistance 330 dan next Resistance 340. Namun, bila SMIL breakdown Support 306, berkemungkinan menguji Support 300 dan next Support 294. Baiknya batasi resiko bila SMIL melemah di bawah Support 294. Stoc osc mengindikasikan pola Sideways.
Weekly | Sim Call
JPFA: HOLD

Last price : 1,980
Target price : 2,230 – 2,370
Entry price : 2,070 (14Maret)
Stop Loss : 1,950
Strategi:
JPFA, breakdown EMA50 (1,985), berpeluang menguji Support 1,950 dan next Support 1,930. Namun, bila JPFA breakout EMA50 (1,985), berpeluang mencoba Resistance 2,030 dan next Resistance 2,100. Batasi resiko bila JPFA bergerak melemah dibawah Support 1,980. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
SSMS : SPECULATIVE BUY

Last price : 1,550
Target price : 1,580 – 1,635
Entry price : 1,525 – 1,555
Stop Loss : 1,445
Strategi:
SSMS breakout EMA50 (1,540), berpeluang mencoba Resistance 1,580 dan next Resistance 1,635. Namun, bila SSMS breakdown EMA50 (1,540), berpeluang menguji Support 1,525 dan next Support 1,475. Batasi risiko bila SSMS bergerak melemah dibawah Support 1,475. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
EMTK: HOLD

Last price : 515
Target price : 545 – 580
Entry price : 520 (20March)
Stop Loss : 478
Strategi:
EMTK, breakdown EMA100 (530), berpeluang menguji Support 500 dan next Support 488. Namun, bila EMTK breakdown EMA100 (530), berpeluang mencoba Resistance 545 dan next Resistance 580. Batasi resiko bila EMTK bergerak melemah dibawah Support 488. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas