Market
Indonesia | IHSG
IHSG Melemah dengan Transaksi Tipis
IHSG ditutup melemah 0.98% ke level 6,117 pada perdagangan Senin (22/06), berbalik turun setelah sempat menguat di awal sesi. Value transaksi relatif sepi yaitu sebesar Rp13.47 Triliun, lebih rendah dari sesi sebelumnya yang sebesar Rp26.52 Triliun.
Investor masih cenderung wait and see menantikan keputusan MSCI akhir pekan ini terkait review status Indonesia, yang menjadi acuan aliran dana asing. Tekanan pasar juga dipicu oleh keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks FTSE Russell. Pembeban IHSG diantaranya BBRI, TLKM, dan BMRI.
Kawasan Asia
Pasar saham Asia pada perdagangan Senin (22/06) bergerak bervariasi. Indeks Shanghai Composite naik 1.78%, dan Nikkei 225 bertambah 1.55%. Sebaliknya, Hang Seng terkoreksi 0.65%.
Pergerakan pasar dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Bursa China menguat setelah PBoC kembali mempertahankan suku bunga acuannya, didukung ekspektasi stimulus lanjutan dan perbaikan kinerja emiten. Di sisi lain, Hang Seng tertekan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mempertahankan ekspektasi suku bunga global tetap tinggi.
Kawasan Amerika Serikat
Wall Street tidak melakukan perdagangan pada Jumat (19/6) karena libur nasional, sehingga perhatian pasar masih tertuju pada pergerakan sesi sebelumnya yang ditutup menguat. S&P 500 naik 1%, Nasdaq 100 menguat 1.9%, dan Dow Jones bertambah 72 point.
Pelaku pasar terus mencermati sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga, namun masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Net Foreign Flow (19 Juni 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Pada perdagangan Jumat (19/6), nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp 17,804 per dolar AS
- Menteri Keuangan Purbaya memperoleh komitmen pendanaan US$ 17 miliar dari AIIB China untuk proyek pembangunan Indonesia,
Faktor Global:
- Volume penjualan ritel Inggris naik 1.2% MoM pada Mei 2026, berbalik dari kontraksi 1.0% di April dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 0.5%.
- AS dan Iran memulai perundingan damai, ditengah status Selat Hormuz tetap menjadi sorotan pasar energi global.
Komoditas
- Harga emas turun ke US$4,150/oz, berpotensi mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut seiring penguatan dolar AS serta meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Berita Emiten
- 🟢BIRD umumkan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp166 per saham dengan payout ratio 65% (Est. Yield 9.9%).
- 🟢SMDR usulkan dividen final Rp9.5/saham, sehingga total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp12/saham atau sekitar Rp196.5 miliar
- 🟠GOTO selesaikan program buyback periode 19 Juni 2025–18 Juni 2026, dengan realisasi pembelian sekitar 7.6 miliar saham.
Rekap Saham
22 Juni 2026
Daily
- 🟢 GJTL CUT PROFIT, Entry 1,170 (22Juni), tertinggi 1,195, TP (1,235 – 1,270). Closing price 1,180. Profit 0.85% 🚀
- 🟡 ADES DRAW, Entry 25,050 – 26,425, tertinggi 31,675, TP (27,000 – 27,800). Closing price 30,925.
- 🟢 BSML TAKE PROFIT, Entry 458 (22Juni), tertinggi 478, TP (472 – 486). Closing price 476. Profit 4.4% 🚀🚀🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
ADRO: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,290
Target price : 2,350 – 2,470
Entry price : 2,150 – 2,300
Stop Loss : 2,090
Strategi:
ADRO, bertahan diatas Support 2,220, berpeluang mencoba Resistance 2,350 dan next Resistance 2,470. Namun, bila ADRO breakdown Support 2,220, berkemungkinan menguji Support 2,150 dan next Support 2,110. Baiknya batasi risiko bila ADRO bergerak melemah di bawah Support 2,110. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
ADES: SPECULATIVE BUY
Last price : 26,400
Target price : 27,000 – 27,800
Entry price : 25,050 – 26,425
Stop Loss : 24,100
Strategi:
ADES, bertahan pada Resistance 26,400, berpeluang mencoba Resistance 27,000 dan next Resistance 27,800. Namun, bila ADES breakdown Resistance 26,400, berpeluang menguji Support 25,050 dan next Support 24,200. Batasi resiko bila ADES bergerak melemah dibawah Support 24,200. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
BSML: SPECULATIVE BUY
Last price : 460
Target price : 472 – 486
Entry price : 442 – 462
Stop Loss : 422
Strategi:
BSML, bertahan pada Resistance 460, berpeluang mencoba Resistance 472 dan next Resistance 486. Namun, bila BSML breakdown Resistance 460, berpeluang menguji Support 442 dan next Support 428. Batasi resiko bila BSML bergerak melemah dibawah Support 428. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas