Market
Indonesia | IHSG
IHSG Kembali Ditutup di Zona Merah
IHSG ditutup terkoreksi sebesar 0.82% ke level 6,318 pada perdagangan Rabu (20/05). Indeks bergerak cukup volatile, sempat bergerak di zona hijau dengan menyentuh level tertinggi 6,460 namun kembali melemah dengan sempat menyentuh level terendahnya 6,216. Pembeban IHSG hari ini diantaranya BRPT, TPIA, dan BREN.
Sentimen dari BI, suku bunga naik 50 bps menjadi 5.25% di mana keputusan ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak ekonomi global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emtive untuk menjaga inflasi.
Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tercatat sebesar Rp22.4 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp25.8 triliun. Sebanyak 483 saham melemah, 208 saham menguat, dan 126 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa saham Regional ditutup koreksi pada perdagangan Rabu. Nikkei turun 1.23%, Hang Seng turun 0.57% dan Shanghai turun 0.18%.
Dari data ekonomi, Bank Sentral China mempertahankan suku bunga acuan pinjaman tidak berubah untuk bulan ke-12 berturut-turut pada Mei, dengan suku bunga pinjaman utama satu tahun di 3% dan lima tahun di 3.5%. Keputusan tersebut menegaskan sikap hati-hati para pembuat kebijakan di tengah ketidakpastian global, meskipun inflasi konsumen dan produsen meningkat.
Kawasan Amerika Serikat
Pasar Saham AS ditutup koreksi pada perdagangan Selasa. Nasdaq turun 0.84%, S&P 500 turun 0.67%, dan Dow Jones turun 0.65%.
Perkembangan di Timur Tengah masih menjadi fokus pelaku pasar, di mana kekhawatiran akan meningkatnya inflasi masih membebani pergerakan market. Trump mengatakan telah membatalkan serangan baru ke Iran dan menyatakan sedang adanya negosiasi serius antara kedua belah pihak.
Net Foreign Flow (19 Mei 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan intervensi buyback obligasi (SBN) senilai Rp2 Triliun per hari, merespons pelemahan Rupiah di level ekstrem Rp17,700.
- Pelaku pasar menantikan rilisnya kebijakan suku bunga Bank Indonesia hari ini.
Faktor Global:
- Uni Eropa sedang menyiapkan aturan yang akan menghapus bea impor bagi barang asal AS.
- PDB riil Jepang tumbuh 2.1% secara tahunan pada kuartal I 2026, lebih tinggi dibanding proyeksi pasar dan melanjutkan kenaikan kuartal sebelumnya.
Komoditas
- Harga nikel naik 1.2% ke level USD18,780/ton, didorong oleh ketatnya pasokan dan adanya laporan pengurangan produksi nikel di Indonesia.
Berita Emiten
- 🟡 DOID berencana melakukan buyback saham dengan alokasi dana internal maksimum sebesar USD6 juta.
- 🟢 INDY menerbitkan surat utang senior USD100 juta untuk menggarap proyek tambang emas di Sulawesi Selatan.
- 🟡 GSMF akan menggelar private placement dengan menerbitkan 1.42 miliar saham baru Seri C dengan nilai nominal Rp100/saham.
Rekap Saham
20 Mei 2026
Daily
- 🟢 GGRM CUT PROFIT Entry 16,275 (20Mei), tertinggi 17,975, TP (17,300-17,825). Closing price 16,350. Profit 0.46% 🚀
- 🟡 BSML DRAW, Entry 414 (20Mei), tertinggi 428, TP (440-450). Closing price 414. DRAW
- 🟢 FORE CUT PROFIT, Entry 975 (20Mei), tertinggi 1,025, TP (1,045-1,095). Closing price 1,000. Profit 2.6% 🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
JPFA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,640
Target price : 2,700 – 2,800
Entry price : 2,550 – 2,650
Stop Loss : 2,470
Strategi:
JPFA, breakout Resistance 2,600, berpeluang mencoba Resistance 2,700 dan next Resistance 2,800. Namun, bila JPFA breakdown Resistance 2,600, berkemungkinan menguji Support 2,550 dan next Support 2,500. Baiknya batasi risiko bila JPFA bergerak melemah di bawah Support 2,500. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
BSML: SPECULATIVE BUY
Last price : 426
Target price : 440 – 450
Entry price : 412 – 428
Stop Loss : 396
Strategi:
BSML, breakout Resistance 420, berpeluang mencoba Resistance 440 dan next Resistance 450. Namun, bila BSML breakdown Resistance 420, berpeluang menguji Support 412 dan next Support 404. Batasi resiko bila BSML bergerak melemah dibawah Support 404. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
FORE: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,010
Target price : 1,045 – 1,095
Entry price : 935 – 1,015
Stop Loss : 900
Strategi:
FORE, bertahan diatas Support 950, berpeluang mencoba Resistance 1,045 dan next Resistance 1,095. Namun, bila FORE breakdown Support 950, berpeluang menguji Support 935 dan next Support 915. Batasi resiko bila FORE bergerak melemah dibawah Support 915. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas