Market
Indonesia | IHSG
IHSG Bertahan Di Zona Hijau
IHSG ditutup menguat 1.11% ke level 6,382 pada Kamis (20/03). IHSG konsisten berada di zona hijau hingga penutupan sesi 2. Nilai transaksi mencapai Rp11.31 triliun, lebih kecil dari hari Rabu sebesar Rp19.28 triliun. Adapun, 299 saham naik, 272 saham turun, dan 233 saham stagnan.
Sektor pendorong IHSG diantaranya:
- Sektor Technology 9.84%
- Sektor Basic Industry 2.49%
- Sektor Transportation 1.89%
Kawasan Asia
Sebagian besar pasar saham Asia ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Hang Seng anjlok 2.23% dan Shanghai turun 0.51%. Kekhawatiran meningkat setelah Fitch Ratings memperingatkan bahwa tarif AS yang lebih tinggi, termasuk proyeksi tarif efektif 35% untuk barang-barang Tiongkok, dapat mengurangi satu poin dari PDB Tiongkok pada tahun 2026. Fitch juga memperkirakan pertumbuhan global akan melambat menjadi 2.3% pada tahun 2025 dari 2.9% pada tahun 2024.
Selain itu, Nikkei turun 0.51% dibebani oleh menurunnya saham-saham bigcaps.
Kawasan Amerika Serikat
Indeks saham Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis. Nasdaq turun 0.33%, S&P 500 turun 0.22%, dan Dow Jones turun 0.03%.
Pelaku pasar tetap berhati-hati setelah The Fed mempertahankan suku bunga namun memangkas proyeksi PDB tahun ini dan menandai meningkatnya ketidakpastian atas dampak kebijakan Trump terhadap perekonomian.
Dari data ekonomi, klaim pengangguran AS naik tipis menjadi 223 ribu pada pekan yang berakhir pada 15 Maret, lebih rendah dari perkiraan pasar.
Net Foreign Flow (20 Maret 2025)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Gubernur BI mengungkapkan bahwa penurunan BI Rate masih terbuka, setelah keputusan menahan di level 5.75% pada Maret 2025.
- Penerimaan Bea Cukai hingga akhir Februari mencapai Rp52.6 triliun, tumbuh 2.1% YoY.
Faktor Global:
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga.
- Jepang menantikan rilis data inflasi Februari yang diperkirakan ada kenaikan.
Komoditas
-
Harga minyak WTI naik 2% ke level USD68 per barel. Ketegangan di Timur Tengah meningkat ketika Israel meluncurkan operasi darat baru di Gaza. Di lain sisi, persediaan bensin turun untuk minggu ketiga dan lebih besar dari yang diperkirakan, sementara stok minyak mentah naik lebih dari yang diantisipasi untuk minggu kedua berturut-turut.

Berita Emiten
- 🟢 AMMN mencatatkan laba bersih pada tahun 2024 naik 148% YoY atau sebesar USD 642 juta dari USD259 juta pada tahun sebelumnya.
- 🟢 NISP akan membagikan dividen senilai Rp106/lembar atau Rp2.43 triliun dari laba tahun buku 2024.
- 🟡 BMRI mendapatkan pendanaan sebesar USD800 juta atau setara Rp13.18 triliun ( kurs Rp16,480 ) yang akan digunakan sebagai pengembangan bisnis perseroan.
Rekap Saham
20 Maret 2025
Daily
- 🟢 SMIL TAKE PROFIT, Entry 316 (20March), tertinggi 334, TP (334 – 342). Closing price 330 Profit 5.69% 🚀🚀🚀
- 🟢 TAPG CUT PROFIT, Entry 850 (20March), tertinggi 875, TP (890 – 915). Closing price 865 Profit 1.76%🚀
Weekly
- 🔴 JPFA HOLD, Entry 2,070 (14March), tertinggi 2,030, TP (2,230 – 2,370), Closing price 1,995 Floating Loss 3.62%
- 🟡 WOOD HOLD, Entry 346 (20March), tertinggi 364, TP (370 – 382), Closing price 346 DRAW
- 🟢 EMTK HOLD, Entry 520 (20March), tertinggi 550, TP (545- 580), Closing price 535 Profit 2.88% 🚀🚀
Daily | Sim Call
BRMS: SPECULATIVE BUY

Last price : 368
Target price : 382 – 392
Entry price : 360 – 370
Stop Loss : 346
Strategi:
BRMS, bertahan di atas Support 364, berpeluang mencoba Resistance 382 dan next Resistance 392. Namun, bila BRMS breakdown Support 364, berkemungkinan menguji Support 360 dan next Support 350. Baiknya batasi resiko bila BRMS melemah di bawah Support 350. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
PGAS: SPECULATIVE BUY

Last price : 1,540
Target price : 1,595 – 1,635
Entry price : 1,500 – 1,545
Stop Loss : 1,430
Strategi:
PGAS, bertahan pada Resistance EMA20 (1,540), berpeluang mencoba Resistance 1,595 dan next Resistance 1,635. Namun, bila PGAS breakdown Resistance EMA20 (1,540), berkemungkinan menguji Support 1,500 dan next Support 1,450. Baiknya batasi resiko bila PGAS melemah di bawah Support 1,450. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
JPFA: HOLD

Last price : 1,995
Target price : 2,230 – 2,370
Entry price : 2,070 (14Maret)
Stop Loss : 1,950
Strategi:
JPFA, breakout EMA50 (1,985), berpeluang mencoba Resistance 2,050 dan next Resistance 2,140. Namun, bila JPFA breakdown EMA50 (1,985), berpeluang menguji Support 1,950 dan next Support 1,930. Batasi resiko bila JPFA bergerak melemah dibawah Support 1,980. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
WOOD : HOLD

Last price : 346
Target price : 370 – 382
Entry price : 346 (20March)
Stop Loss : 328
Strategi:
WOOD, breakdown Support 352, berpeluang menguji Support 336 dan next Support 328. Namun, bila WOOD bertahan diatas Support 352, berpeluang mencoba Resistance 370 dan next Resistance 382. Batasi risiko bila WOOD bergerak melemah dibawah Support 336. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
EMTK: HOLD

Last price : 535
Target price : 545 – 580
Entry price : 520 (20March)
Stop Loss : 478
Strategi:
EMTK, breakout EMA100 (530), berpeluang mencoba Resistance 550 dan next Resistance 580. Namun, bila EMTK breakdown EMA100 (530), berpeluang menguji Support EMA200 (515) dan next Support 492. Batasi resiko bila EMTK bergerak melemah dibawah Support 492. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas