Market
Indonesia | IHSG
IHSG Balik Arah di Zona Merah
IHSG ditutup melemah 0.43% ke level 8,274 pada perdagangan Kamis (19/02). Indeks sempat bertahan di zona hijau namun berbalik arah hingga akhir sesi perdagangan. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham BMRI, DCII, dan DSSA.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi Rp26.24 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp25.33 triliun. Sebanyak 366 saham melemah, 326 saham menguat, dan 127 saham stagnan.
Kawasan Asia
Pasar saham Regional ditutup naik pada perdagangan Kamis, namun Shanghai dan Hang Seng belum ada perdagangan di tengah masih merayakan libur imlek.
Nikkei naik 0.57% didorong oleh mata uang yen yang melemah tajam sehingga memberikan sentimen bagi perusahaan berbasis ekspor. Dari Australia, ASX200 naik 0.88% didorong oleh kenaikan saham-saham bank besar dan saham-saham yang terkait dengan komoditas.
Kawasan Amerika Serikat
Indeks Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Dow Jones turun 0.54%, Nasdaq turun 0.31%, dan S&P 500 turun 0.28% imbas aksi profit taking.
Dari rilis data ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran dalam seminggu terakhir turun menjadi 206 ribu, lebih rendah dari angka yang diharapkan sebesar 223 ribu.
Net Foreign Flow (19 Februari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Bank Indonesia pada Kamis (19/2) mempertahankan BI Rate di 4.75%, sesuai ekspektasi konsensus.
- Indonesia dan AS meneken 11 kesepakatan senilai US$38.4 miliar di sektor pertambangan, energi, tekstil, dan teknologi.
Faktor Global:
- Defisit perdagangan AS melebar menjadi USD70.3 miliar pada Desember 2025 (vs November: USD53 miliar), ekspor turun 1.7% sementara impor naik 3.6%.
- Tingkat pengangguran Australia tercatat 4.1% pada Januari 2026, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
Komoditas
- Harga tembaga turun 1% ke level USD6/pon pada Kamis akibat aksi profit taking setelah menguat di hari sebelumnya.
Berita Emiten
- 🟢ASLC memproyeksikan lonjakan permintaan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 2026, sehingga memperkuat stok unit
- 🟢SMGR mencatat volume penjualan semen tumbuh 11.7% YoY pada Januari 2026
- 🟠ACES mencatat SSSG Januari 2026 tumbuh +1% YoY, pulih dari -9.9% di Desember 2025 namun lebih rendah dari +3.4% pada Januari 2025.
Rekap Saham
19 Februari 2026
Daily
- 🟢 INDY TAKE PROFIT, Entry 3,800 (19 Februari), tertinggi 3,950, TP (3,910 – 4,020). Closing price 3,870. Profit 3,95%🚀🚀🚀🚀
- 🟢 ELSA TAKE PROFIT, Entry 795 (19 Februari), tertinggi 850, TP (830 – 855). Closing price 810. Profit 6,92%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
Weekly
- 🟢 ADMR TAKE PROFIT, Entry 1,760 (03 Februari), tertinggi 2,080, TP (1,950 – 2,070). Closing price 2,030. Profit 18,2%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
- 🔴 ASII HOLD, Entry 6,700 (11 Februari), tertinggi 6,775, TP (7,100 – 7,475). Closing price 6,600. Floating Loss 1,5%
- 🟢 PGAS HOLD, Entry 2,140 (19 Februari), tertinggi 2,210, TP (2,260 – 2,390). Closing price 2,180. Floating Profit 1,87%🚀🚀
Daily | Sim Call
HRTA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,700
Target price : 2,780 – 2,850
Entry price : 2,600 – 2,710
Stop Loss : 2,500
Strategi:
HRTA, breakout Resistance 2,660, berpeluang mencoba Resistance 2,780 dan next Resistance 2,850. Namun, bila HRTA breakdown Resistance 2,660, berkemungkinan menguji Support 2,600 dan next Support 2,520. Baiknya batasi risiko bila HRTA bergerak melemah di bawah Support 2,520. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
NCKL: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,500
Target price : 1,540 – 1,585
Entry price : 1,440 – 1,505
Stop Loss : 1,380
Strategi:
NCKL, breakout Resistance 1,495, berpeluang mencoba Resistance 1,540 dan next Resistance 1,585. Namun, bila NCKL breakdown Resistance 1,495, berpeluang menguji Support 1,440 dan next Support 1,400. Batasi resiko bila NCKL bergerak melemah dibawah Support 1,400. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Weekly | Sim Call
ANTM: SPECULATIVE BUY
Last price : 4,230
Target price : 4,350 – 4,650
Entry price : 4,100 – 4,240
Stop Loss : 3,900
Strategi:
ANTM, breakout Resistance 4,140, berpeluang mencoba Resistance 4,350- dan next Resistance 4,650. Namun, bila ANTM breakdown Resistance 4,140, berpeluang menguji Support 4,100 dan next Support 4,000. Batasi resiko bila ANTM bergerak melemah dibawah Support 3,950. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
ASII: HOLD
Last price : 6,600
Target price : 7,100 – 7,475
Entry price : 6,700 (11 Februari)
Stop Loss : 6,300
Strategi:
ASII, breakdown Support 6,650, berpeluang menguji Support 6,525 dan next Support 6,450. Namun, bila ASII bertahan diatas Support 6,650, berpeluang mencoba Resistance 6,800 dan next Resistance 7,000. Batasi risiko bila ASII bergerak melemah dibawah Support 6,350. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
PGAS : HOLD
Last price : 2,180
Target price : 2,260 – 2,390
Entry price : 2,140 (19 Februari)
Stop Loss : 2,020
Strategi:
PGAS, breakout EMA20 (2,150), berpeluang mencoba Resistance 2,260 dan next Resistance 2,390. Namun, bila PGAS breakdown EMA20 (2,150), berkemungkinan menguji Support 2,110 dan next Support 2,070. Baiknya batasi risiko bila PGAS melemah di bawah Support 2,040. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas