Market
Indonesia | IHSG
IHSG Mengakhiri tahun 2025 di Zona Hijau
IHSG ditutup naik tipis 0.03% ke level 8,647 pada perdagangan akhir tahun 2025 (30/11). Indeks konsisten bergerak cukup volatile dan berada di zona merah dari awal perdagangan namun mampu rebound ke zona hijaunya. Penguatan IHSG didorong oleh saham xxx, xxx, xxx
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi sebesar Rp20.62 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp22.84 triliun. Sebanyak 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Regional ditutup beragam pada akhir tahun 2025. Shanghai naik tipis 0.09%, sementara Nikkei dan Hang Seng turun masing-masing 0.37% dan 0.87%.
Tahun 2025 dimaknai sebagai tahun yang penuh tantangan bagi kawasan Asia, terlebih perang tarif yang tidak hanya ditujukan untuk China. Namun di lain sisi, diskusi antarnegara kepada AS cukup membuahkan hasil terkait tarif resiprokal sehingga memberikan hasil tarif yang cukup win-win solution dan membuat volatilitas market cukup terkendali di semester 2 2025.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan terakhir 2025. Nasdaq turun 0.76%, S&P 500 turun 0.74%, dan Dow Jones turun 0.63%.
Pelaku pasar menilai tahun 2025 penuh dengan gejolak yang tercermin pada volatilitas pasar yang tinggi, gejolak geopolitik, dan pergeseran ekspektasi kebijakan moneter The Fed. Adapun, koreksi di akhir tahun ini cenderung karena aktivitas perdagangan yang sepi menjelang libur tahun baru.
IHSG mengakhiri 2025 di level 8,647 (+0.03%), adapun Sinarmas Sekuritas dalam memberikan rekomendasi saham sepanjang tahun 2025 memberikan Winrate sebesar +70% 🥳
📌 Kaleidoskop IHSG Sepanjang 2025
* Januari: Menguat awal tahun ~7.109, Harapan penurunan suku bunga global (The Fed)
> IHSG menguat terbatas, cenderung optimistis namun belum agresif.
* Februari: Sideways, Pasar cenderung wait and see atas keputusan bank sentral, selain itu kinerja emiten tahun buku 2024 mulai dipantau.
> IHSG bergerak sideways, volume transaksi relatif normal.
* Maret-April: Tekanan tajam, Level rendah, trading halt 5882, Sentimen utama (negatif) berasal dari tekanan pasar global (yield US Treasury naik, risk-off), Ketidakpastian global & geopolitik, Perang dagang
> IHSG jatuh tajam, volatilitas ekstrem dan terjadi trading halt.
* Mei: Pemulihan awal, Naik moderat, Technical rebound setelah koreksi dalam, Stabilitas nilai tukar rupiah, Optimisme laporan kinerja emiten kuartal I
> IHSG mulai pulih, namun kenaikan harga masih terbatas.
* Juni: Turun lagi, Tekanan lanjutan ~6.927, profit taking, Ketidakpastian global & geopolitik kembali terjadi, investor asing kembali lakukan jual, Perang Israel-Iran
> IHSG terkoreksi bulanan, namun tidak sedalam Maret–April.
* Juli: Pemulihan kuat >7.600, Harapan pemangkasan suku bunga global, Tarif dagang Indonesia menjadi 19% dari sebelumnya 32%, Aliran dana ke saham siklikal & big caps
> IHSG rebound kuat dan kembali ke atas level psikologis penting.
* Agustus: Penguatan kuat ~8.000+, Penundaan tarif dagang 90 hari, Momentum HUT RI (historically bullish), Masuknya dana institusi & ritel
> IHSG menembus level psikologis 8.000 untuk pertama kalinya.
* September: Rekor ATH 8.061, Aksi demo dan Resuffle Menkeu menjadi Bpk Purbaya
> IHSG mencetak All Time High (ATH) baru
* Oktober: Kuat lanjutan 8.100, Lanjutan euforia ATH, saham Bigcaps menguat Banking mendapat suntikan 200Tn
> IHSG tetap menguat, meski mulai lebih selektif.
* November: Konsolidasi tinggi ~8.400, Konsolidasi pasca reli panjang, Rotasi sektor (profit taking di saham yang sudah naik tinggi)
> IHSG bergerak mendatar di level tinggi (healthy consolidation).
* Desember: Puncak ATH tahunan ~8.710, lanjutan penguatan, Window dressing akhir tahun
> IHSG mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa ~8.710,70 di awal Desember, dengan intraday tertinggi ~8.776,97.
Net Foreign Flow (30 Desember 2025)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Kemenkeu memutuskan tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan menunda penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada tahun 2026.
- Kemenperin menargetkan industri manufaktur akan tumbuh 5.51% pada 2026.
Faktor Global:
- Trump menunda kenaikan tarif pada furnitur berlapis kain, lemari dapur, dan meja rias hingga 2027 dengan tujuan untuk mengendalikan kenaikan harga.
- Indeks PMI China naik ke level 50.1 pada Desember 2025 (vs November: 49.2), serta di atas ekspektasi pasar.
Komoditas
-
Harga timah naik 3% ke level USD41,954/ton pada perdagangan Rabu. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan di tengah pesatnya pembangunan data center dan teknologi AI.
Berita Emiten
- 🟡 CDIA meraih pinajaman USD200 juta dari Bangkok Bank untuk pembiayaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha.
- 🟢 MTDL meluncurkan platform AI bernama Megarock, yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Amazon Web Services (AWS) untuk memperkuat bisnisnya.
- 🟢 KOBX memperluas portofolio ke segmen teknologi hybrid dirancang untuk memberikan efisiensi bahan bakar 20% lebih baik dibandingkan unit sejenis dengan mesin diesel.
Rekap Saham
30 Desember 2025
Daily
- 🟢 DEWA TAKE PROFIT, Entry 680 (30 Desember), tertinggi 745. TP (705 – 740). Closing price 670. Profit 9.56%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
- 🟢 INKP TAKE PROFIT, Entry 8,300 (30 Desember), tertinggi 8,575, TP (8,450 – 8,850). Closing price 8,500. Profit 3.31%🚀🚀🚀🚀
Weekly
- 🔴 BUKA HOLD, Entry 163 (17 October), tertinggi 159, TP (178 – 189). Closing price 158. Floating Loss 3.1%
- 🟢 UNTR HOLD, Entry 29,300 (10 Desember), tertinggi 29,800, TP (30,400-31,700), Closing price 29,500. Floating Profit 0.68%🚀
- 🟢 BRMS HOLD, Entry 1,085 (24 Desember), tertinggi 1,120, TP (1,200-1,230), Closing Price 1,100. Floating Profit 1.38%🚀🚀
Daily | Sim Call
ENRG: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,600
Target price : 1,655 – 1,720
Entry price : 1,550 – 1,605
Stop Loss : 1,500
Strategi:
ENRG, breakout Resistance 1,570, berpeluang mencoba Resistance 1,655 dan next Resistance 1,720. Namun, bila ENRG breakdown Resistance 1,570, berkemungkinan menguji Support 1,550 dan next Support 1,520. Baiknya batasi risiko bila ENRG bergerak melemah di bawah Support 1,500. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
PTRO: SPECULATIVE BUY
Last price : 10,925
Target price : 11,275 – 11,500
Entry price : 10,600 – 10,950
Stop Loss : 10,150
Strategi:
PTRO, breakout Resistance 10,875, berpeluang mencoba Resistance 11,275 dan next Resistance 11,500. Namun, bila PTRO breakdown Resistance 10,875, berkemungkinan menguji Support 10,600 dan next Support 10,400. Baiknya batasi risiko bila PTRO melemah di bawah Support 10,225. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
BUKA: HOLD
Last price : 158
Target price : 178 – 189
Entry price : 163 (17October)
Stop Loss : 147
Strategi:
BUKA, bertahan diatas EMA200 (156), berpeluang mencoba Resistance 163 dan next Resistance 166. Namun, bila BUKA breakdown EMA200 (156), berpeluang menguji Support 150 dan next Support 147. Batasi resiko bila BUKA bergerak melemah dibawah Support 150. Indikator. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
UNTR: HOLD
Last price : 29,500
Target price : 30,400 – 31,700
Entry price : 29,300 (10 Desember)
Stop Loss : 27,300
Strategi:
UNTR, bertahan diatas Support 29,375, berpeluang mencoba Resistance 29,800 dan next Resistance 30,250. Namun, bila UNTR breakdown Support 29,375, berpeluang menguji Support 29,100 dan next Support 28,600. Batasi risiko bila UNTR bergerak melemah dibawah Support 27,675. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
BRMS: HOLD
Last price : 1,100
Target price : 1,230 – 1,335
Entry price : 1,085 (24 Desember)
Stop Loss : 1,005
Strategi:
BRMS, bertahan diatas EMA20 (1,080), berpeluang mencoba Resistance 1,150 dan next Resistance 1,220. Namun, bila BRMS breakdown EMA20 (1,080), berpeluang menguji Support 1,065 dan next Support 1,035. Batasi resiko bila BRMS bergerak melemah dibawah Support 1,020. Indikator. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas