Market
Indonesia | IHSG
IHSG Melemah 0.78% ditengah Wait and See MSCI
IHSG ditutup melemah 0,78% ke level 6.172,34 dipicu aksi wait and see para investor menjelang pengumuman MSCI.
Sepanjang hari indeks bergerak fluktuatif, sempat anjlok >minus 2%, namun akhirnya rebound sedikit pada sesi II merespons langkah BI menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 5,75% demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Dari sisi likuiditas, aktivitas transaksi di bursa hari ini terpantau melandai dengan nilai transaksi harian sebesar Rp17,45 triliun, lebih rendah dibandingkan nilai transaksi kemarin (Rabu) yang mencapai Rp24,67 triliun.
Kawasan Asia
Bursa saham Asia-Pasifik justru menguat signifikan dan mencetak rekor baru pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.
Pasar regional diselimuti euforia setelah Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani kesepakatan damai sementara yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.
- Nikkei 225 (Jepang): Ditutup menguat 1,65% (+1.151,24 poin) ke level 71.053,49, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di 71.398,58.
- KOSPI (Korea Selatan): Ditutup melonjak 2,25% (+199,60 poin) ke level 9.063,84, setelah reli sektor teknologi berhasil menembus rekor psikologis 9.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
- TAIEX (Taiwan): Ditutup melesat 1,28% (+587,81 poin) ke level 46.465,20, dipimpin oleh lonjakan industri semikonduktor.
- MSCI Asia-Pasifik (Ex-Jepang): Secara rata-rata bergerak flat (stagnan) di kisaran +0,2%, karena reli saham teknologi di Asia Timur tertahan oleh koreksi di beberapa bursa asalnya akibat sentimen kenaikan suku bunga global.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (18.06) didorong penguatan sektor teknologi dan optimisme pasar terhadap kesepakatan sementara antara AS dan Iran. Indeks S&P 500 naik 1%, Nasdaq 100 melonjak 1.9%, sementara Dow Jones bertambah 72 poin.
Sentimen positif datang setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sehingga meredakan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Di sisi lain, meski The Fed mempertahankan suku bunga dan masih membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini.
Net Foreign Flow (18 Juni 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- MSCI merilis hasil Market Accessibility Review dan mencatat perlunya peningkatan transparansi informasi dan efisiensi proses perdagangan.
- Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 25 bps menjadi 5.75% dalam Rapat Dewan Gubernur Juni 2026.
Faktor Global:
- Inflasi Jepang naik menjadi 1.5% pada Mei 2026 dari 1.4% pada April 2026, menunjukkan percepatan tipis tekanan harga.
- Jumlah klaim pengangguran mingguan di AS turun menjadi 226,000 pada pekan kedua Juni, mendekati ekspektasi pasar sebesar 225,000.
Komoditas
- Harga gas alam AS naik ke US$3.16/MMBtu setelah data EIA menunjukkan kenaikan cadangan sebesar 73 bcf, sedikit di bawah ekspektasi 75 bcf, sehingga mendukung penguatan harga.
Berita Emiten
- π’MAPI pengendali baru, Pacific Universal Investments Pte. Ltd., berencana melakukan mandatory tender offer atas 49% di harga Rp1.550 per saham.
- π’ESSA membagikan dividen tunai sebesar Rp895.8 miliar atau Rp52/saham, setara 125.59% dari laba bersih tahun buku 2025 (Est. Yield 8.0%).
- π AMRT Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. akan menerbitkan ~49.8 juta saham baru (51%), yang seluruhnya diserap Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. dengan nilai ~US$40.6 juta.
Rekap Saham
18 Juni 2026
Daily
- π’ MAPI CUT PROFIT, Entry 1,500 (18Juni), tertinggi 1,515, TP (1,540 β 1,585). Closing price 1,510. Profit 0.67% π
- π’ GGRM CUT PROFIT, Entry 15,650 (18Juni), tertinggi 16,225, TP (16,600 β 17,125). Closing price 15,700. Profit 0.32% π
- π’ TINS PROFIT TAKING, Entry 3,430 (18Juni), tertinggi 3,690, TP (3,630 β 3,730). Closing price 3,630. Profit 7.6% πππππ
Daily | Sim Call
JPFA: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,940
Target price : 1,985 β 2,050
Entry price : 1,860 β 1,945
Stop Loss : 1,780
Strategi:
JPFA, bertahan di atas Support 1,895, berpeluang mencoba Resistance 1,985 dan next Resistance 2,050. Namun, bila JPFA breakdown Support 1,895, berkemungkinan menguji Support 1,860 dan next Support 1,800. Baiknya batasi risiko bila JPFA bergerak melemah di bawah Support 1,800. Stoc osc mengindikasikan pola Oversold.
Daily | Sim Call
MDKA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,860
Target price : 2,950 β 3,040
Entry price : 2,750 – 2,870
Stop Loss : 2,640
Strategi:
MDKA, bertahan pada Support EMA50 (2,860), berpeluang mencoba Resistance 2,950 dan next Resistance 3,040. Namun, bila MDKA breakdown Support EMA50 (2,860), berpeluang menguji Support 2,750 dan next Support 2,670. Batasi resiko bila MDKA bergerak melemah dibawah Support 2,670. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
DEWA: SPECULATIVE BUY
Last price : 382
Target price : 392 β 404
Entry price : 368 – 384
Stop Loss : 352
Strategi:
DEWA, bertahan pada Resistance 382, berpeluang mencoba Resistance 392 dan next Resistance 404. Namun, bila DEWA breakdown Resistance 382, berpeluang menguji Support 368 dan next Support 356. Batasi resiko bila DEWA bergerak melemah dibawah Support 356. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Sinarmasβs research reports are available on our mobile apps βSimInvestβ, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
βThis document is intended for information purposes onlyβ. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
Β© Sinarmas Sekuritas