Have a question?
Message sent Close

Morning Call – 18 Maret 2025

Market

Indonesia | IHSG

IHSG Membuka Pekan Dengan Pelemahan

IHSG ditutup melemah 0.67% ke level 6,472 pada Senin (17/03). IHSG bergerak volatile, sempat berada di zona hijau pada awal perdagangan, namun kembali melemah hingga penutupan sesi 2. Nilai transaksi mencapai Rp9.74 triliun, lebih besar dari hari Jumat sebesar Rp9.10 triliun. Adapun, 308 saham naik, 279 saham turun, dan 219 saham stagnan.

Sektor pembeban IHSG diantaranya:

  • Sektor Technology 11.20%
  • Sektor Cons.Cyclical 1.36%
  • Sektor Transportation 1.01%

Kawasan Asia

Pasar saham Asia mayoritas ditutup di zona hijau pada awal pekan. Nikkei ditutup naik 0.93% didorong oleh naiknua saham-saham bigcaps.

Hang Seng dan Shanghai masing-masing naik sebesar 0.77% dan 0.19%. Pelaku pasar menyambut baik "rencana aksi khusus" China untuk meningkatkan konsumsi domestik, termasuk langkah-langkah untuk meningkatkan pendapatan, menstabilkan pasar, mendorong kelahiran, dan mendukung pariwisata.

Kawasan Amerika Serikat

Bursa Wall Street ditutup menguat pada awal pekan. Dow Jones naik 0.85%, S&P 500 naik 0.64% dan Nasdaq naik 0.31%.

Pelaku pasar saat ini fokus menantikan pertemuan The Fed, mencari sinyal mengenai bagaimana kebijakan The Fed di tengah tarif Trump yang terus berkembang dan akan mempengaruhi keputusan The Fed selanjutnya.

Net Foreign Flow (17 Maret 2025)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri

Faktor Domestik:

  • Neraca perdagangan Februari 2024 surplus menjadi USD3.13 miliar dari USD3.45 miliar pada bulan Januari 2025.
  • Rupiah Spot ditutup melemah 0.34% pada perdagangan Senin (17/03) ke level Rp16,406.

Faktor Global:

  • Penjualan ritel China sebesar 4.0% yoy dalam dua bulan pertama tahun 2025, meningkat dari 3.7% pada bulan Desember.
  • ⁠Penjualan ritel di AS meningkat 0.2% mom pada Februari 2025, pulih dari penurunan -1.2% pada Januari. Namun angka tersebut masih di bawah perkiraan 0.6%.

Komoditas

  • Harga CPO anjlok 4.5% menjadi MYR4,498 per ton. Tanda-tanda melemahnya ekspor terus berlanjut, dengan surveyor kargo melaporkan bahwa pengiriman dalam 15 hari pertama bulan Maret turun antara 7.5% dan 10.1% dari bulan sebelumnya.

Berita Emiten

  • 🟢 BBCA mencatatkan laba bersih pada Februari 2025 sebesar Rp8.97 triliun, naik 8.43% YoY.
  • 🔴 SAME mencatatkan laba tahun berjalan turun 3.29% YoY atau sebesar Rp11.84 miliar, dari Rp12.25 miliar pada tahun 2023.
  • 🟢 RSGK mencatatkan laba bersih pada tahun 2024 naik 57.57% YoY atau sebesar Rp39.69 miliar, dari Rp25.18 miliar pada tahun 2023.

Rekap Saham

17 Maret 2025

Daily

  • 🟢 HRTA CUT PROFIT, Entry 530 (17March), tertinggi 545, TP (550 – 565). Closing price 515 Profit 2,83% 🚀🚀
  • 🟢 ANTM TAKE PROFIT, Entry 1,615 (17March), tertinggi 1,690, TP (1,645 – 1,685). Closing price 1,655 Profit 4,64%🚀🚀🚀

Weekly

  • 🔴 JPFA HOLD, Entry 2,070 (14March), tertinggi 2,100, TP (2,230-2,370), Closing price 2,050 Floating Loss 0,96%
  • 🔴 TBIG HOLD, Entry 2,160 (20February), tertinggi 2,110, TP (2,260-2,370), Closing price 2,070 Floating Loss 4,16%
  • 🔴 INDF HOLD, Entry 7,675 (10February), tertinggi 7,325, TP (8,050 – 8,300), Closing price 7,275 Floating Loss 5,21%

Daily | Sim Call

DEWA: SPECULATIVE BUY

Last price : 122
Target price : 126 – 130
Entry price : 117 – 123
Stop Loss : 112

Strategi:

DEWA, bertahan pada Resistance EMA50 (122), berpeluang mencoba Resistance 126 dan next Resistance 130. Namun, bila DEWA breakdown Resistance EMA50 (122), berkemungkinan menguji Support 117 dan next Support 115. Baiknya batasi resiko bila DEWA melemah di bawah Support 115. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.

Daily | Sim Call

SCMA: SPECULATIVE BUY

Last price : 198
Target price : 206 – 210
Entry price : 186 – 199
Stop Loss : 178

Strategi:

SCMA, breakout Resistance 194, berpeluang mencoba Resistance 206 dan next Resistance 210. Namun, bila SCMA breakdown Resistance 194, berkemungkinan menguji Support 186 dan next Support 180. Baiknya batasi resiko bila SCMA melemah di bawah Support 180. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Weekly | Sim Call​

JPFA: HOLD

Last price : 2,050
Target price : 2,230 – 2,370
Entry price : 2,070 (14Maret)
Stop Loss : 1,950

Strategi:

JPFA, bertahan pada Support EMA20 (2,050), berpeluang mencoba Resistance 2,100 dan next Resistance 2,150. Namun, bila JPFA breakdown Support EMA20 (2,050), berpeluang menguji Support 1,980 dan next Support 1,950. Batasi resiko bila JPFA bergerak melemah dibawah Support 1,980. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Weekly | Sim Call

TBIG: HOLD

Last price : 2,070
Target price : 2,260 – 2,370
Entry price : 2,160 (20February)
Stop Loss : 2,070

Strategi:

TBIG, bertahan diatas Support EMA100 (2,0650 berpeluang mencoba Resistance 2,090 dan next Resistance 2,150. Namun, bila TBIG breakdown Support EMA100 (2,060), berpeluang menguji Support 2,040 dan next Support 2,010. Batasi risiko bila TBIG bergerak melemah dibawah Support 2,110. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Weekly | Sim Call

INDF: HOLD

Last price : 7,275
Target price : 8,050 – 8,300
Entry price : 7,675 (10February)
Stop Loss : 7,050

Strategi:

INDF, bertahan diatas EMA200 (7,225), berpeluang mencoba Resistance 7,325 dan next Resistance 7,475. Namun, bila INDF breakdown Support EMA200 (7,225), berpeluang menguji Support 7,150 dan next Support 7,050. Batasi resiko bila INDF bergerak melemah dibawah Support 7,150. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.

‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.

© Sinarmas Sekuritas