Have a question?
Message sent Close

Morning Call – 17 Juni 2026

Market

Indonesia | IHSG

IHSG Awal Pekan di Zona Hijau

IHSG ditutup menguat 4.12% ke level 6,255 pada perdagangan Senin (15/06). IHSG bergerak solid di zona hijau, didorong oleh sentimen global yang membaik seiring meredanya konflik geopolitik Iran–AS. Penopang IHSG diantaranya BBCA, BMRI, dan BBRI.

Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tercatat sebesar Rp30.0 triliun, lebih tinggi dari hari sebelumnya Rp21.3 triliun. Sebanyak 603 saham menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham stagnan.

Kawasan Asia

Pasar saham Asia pada perdagangan Senin (15/06) bergerak menguat tajam. Nikkei memimpin penguatan dengan lonjakan 5%, disusul Shanghai Composite naik 1.61%, Shenzhen Component melesat 3.79%, dan Hang Seng menguat 0.50%.

Penguatan terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah AS dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan damai sementara yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Sentimen positif ini juga diperkuat oleh penurunan harga minyak ke level terendah dua bulan, yang meredakan kekhawatiran inflasi dan mendorong risk appetite di pasar global.

Kawasan Amerika Serikat

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (16/06). Indeks Dow Jones menguat 0.64% dan mencetak rekor tertinggi baru, sementara S&P 500 turun 0.57% dan Nasdaq terkoreksi 1.2% akibat aksi ambil untung pada saham-saham teknologi.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh pelemahan saham AI dan chip seperti Nvidia, AMD, Broadcom, hingga Intel. Di sisi lain, optimisme terkait rencana penandatanganan kesepakatan awal AS-Iran pada Jumat mendatang. Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi menjelang keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan tetap ditahan.

Net Foreign Flow (15 Juni 2026)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri

Faktor Domestik:

  • Bank Indonesia melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar 439.8 miliar dolar AS, atau tumbuh sebesar 1.9% (yoy).
  • Investor menantikan keputusan MSCI yang akan diumumkan pada 18 Juni 2026 terkait Market Accessibility Review.

Faktor Global:

  • Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 1.0%, level tertinggi sejak 1995.
  • Investor menantikan keputusan kebijakan moneter pertama The Fed di bawah kepemimpinan gubernur baru, Kevin Warsh.

Komoditas

  • Harga minyak mentah anjlok lebih dari 6% ke US$75.5 per barrel akibat meredakan ketegangan AS-Iran dan ekspektasi pemulihan pasokan dari Timur Tengah.

Berita Emiten

  • 🟢BAJA akan menggelar right issue sebanyak 900 juta saham baru, setara 33.33% dari modal dengan rasio ditetapkan 2:1
  • 🟢TINS menyetujui pembagian dividen senilai Rp88 per saham, setara 50% dividend payout ratio (Est. Yield 2.5%)
  • 🟢DMAS bagikan dividen Rp795 miliar sekitar 99.37% dari laba bersih 2025 atau Rp16.50 per saham. (Est. Yield 10.6%)

Rekap Saham

15 Juni 2026

Daily

  • 🟡 TPIA DRAW, Entry 1,780 – 1,855 (15Juni), tertinggi 2,180, TP (1,900 – 1,960). Closing price 2,100.
  • 🟡 INCO DRAW, Entry 4,520 – 4,720 (15Juni), tertinggi 5,475, TP (4,830 – 4,950). Closing price 5,075.
  • 🟡 BRMS DRAW, Entry 510 – 535 (12Juni), tertinggi 660, TP (550 – 565). Closing price 660.

Daily | Sim Call

MARK: SPECULATIVE BUY

Last price : 885
Target price : 910 – 935
Entry price : 850 – 890
Stop Loss : 810

Strategi:

MARK, menguji Resistance 895, berpeluang mencoba Resistance 910 dan next Resistance 935. Namun, bila MARK breakdown Resistance 895, berkemungkinan menguji Support 850 dan next Support 820. Baiknya batasi risiko bila MARK bergerak melemah di bawah Support 820. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.

Daily | Sim Call

HRTA: SPECULATIVE BUY

Last price : 2,170
Target price : 2,230 – 2,300
Entry price : 2,080 – 2,180
Stop Loss : 2,000

Strategi:

HRTA, breakout Resistance 2,150, berpeluang mencoba Resistance 2,230 dan next Resistance 2,300. Namun, bila HRTA breakdown Resistance 2,150, berpeluang menguji Support 2,080 dan next Support 2,020. Batasi resiko bila HRTA bergerak melemah dibawah Support 2,020. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Daily | Sim Call

DMAS: SPECULATIVE BUY

Last price : 156
Target price : 161 – 165
Entry price : 150 – 157
Stop Loss : 144

Strategi:

DMAS, bertahan pada Resistance 156, berpeluang mencoba Resistance 161 dan next Resistance 165. Namun, bila DMAS breakdown Resistance 156, berpeluang menguji Support 150 dan next Support 146. Batasi resiko bila DMAS bergerak melemah dibawah Support 146. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.

‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.

© Sinarmas Sekuritas