Market
Indonesia | IHSG
IHSG Volatil, Berakhir di Zona Merah
IHSG ditutup melemah 0.68% ke level 7,623 pada perdagangan Rabu (15/04). Indeks bergerak volatil dan sempat dibuka di zona merah dengan level highest 7,774. Pelemahan Indeks dibebani oleh saham BBCA, SRAJ, dan BBRI.
Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tercatat sebesar Rp22.44 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp24.85 triliun. Sebanyak 292 saham melemah, 380 saham menguat, dan 149 saham stagnan.
Kawasan Asia
Indeks pasar saham Asia kembali ditutup menguat pada perdagangan Rabu (15/04). Nikkei dan Hang Seng ditutup naik masing-masing 0.44% dan 0.29%, sementara Shanghai menguat terbatas 0.01%
Pelaku pasar juga mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi China Q1 yang diperkirakan naik ke 4.8% YoY, menunjukkan pemulihan bertahap, meski masih relatif moderat. Secara keseluruhan, pasar Asia menunjukkan penguatan, dengan sektor teknologi dan consumer tetap menjadi penopang utama di tengah dinamika geopolitik dan arah negosiasi global.
Kawasan Amerika Serikat
Wall Street ditutup variatif pada Rabu (15/04) dengan S&P 500 naik 0.8% dan Nasdaq Composite melonjak lebih dari 1,4%, sementara Dow Jones melemah tipis 0.15%
Sentimen pasar ditopang oleh meredanya tensi geopolitik terkait konflik Iran, yang meningkatkan optimisme investor. Di sisi lain, musim laporan keuangan mulai memberikan katalis positif, dengan Bank of America dan Morgan Stanley mencatat kinerja kuartal I yang solid, memperkuat momentum kenaikan indeks.
Net Foreign Flow (15 April 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Menkeu Purbaya menyatakan penambahan layer tarif cukai rokok untuk mendorong produsen ilegal menjadi legal akan berlaku paling lambat Mei 2026.
- Pada perdagangan Rabu (15/04) nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp17,127 per dolar AS.
Faktor Global:
- IMF memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 3.1% tahun ini, melambat dari perkiraan sebelumnya sebesar 3.3%.
- Pesanan mesin di Jepang tumbuh 13.7% YoY pada Januari 2026, melambat dari bulan sebelumnya.
Komoditas
- Harga timah naik 4% ke level $5,000/to didorong risiko gangguan produksi Myanmar, serta spekulasi permintaan dari sektor AI.
Berita Emiten
- 🟢AADI melalui anak usahanya melepas seluruh kepemilikan 47.99% saham di Kestrel Coal Group Pty Ltd sebagai bagian dari aksi divestasi aset tambang batu bara kokas di Australia.
- 🟠RATU menargetkan akuisisi 1–2 aset hulu migas baru dengan dukungan pendanaan dari investor.
- 🟢BBTN membukukan laba bersih Rp1.1 triliun pada kuartal I 2026, naik 22.6% secara tahunan.
Rekap Saham
15 April 2026
Daily
- 🔴TAPG REDUCE, Entry 1,845 (15April), tertinggi 1,900, TP (1,925 – 1,995). Closing price 1,830. Loss 0.8%
- 🟢 MEDC CUT PROFIT, Entry 1,675 (15April), tertinggi 1,730, TP (1,735 – 1,820). Closing price 1,685. Profit 3.3% 🚀🚀🚀
- 🟢 ELSA CUT PROFIT, Entry 730 (15April), tertinggi 745, TP (755 – 780). Closing price 725. Profit 2.1% 🚀🚀
Daily | Sim Call
ADRO: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,520
Target price : 2,600 – 2,660
Entry price : 2,420 – 2,530
Stop Loss : 2,320
Strategi:
ADRO, breakout Resistance 2,490, berpeluang mencoba Resistance 2,600 dan next Resistance 2,660. Namun, bila ADRO breakdown Resistance 2,490, berkemungkinan menguji Support 2,420 dan next Support 2,350. Baiknya batasi risiko bila ADRO bergerak melemah di bawah Support 2,350. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
AKRA: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,480
Target price : 1,520 – 1,560
Entry price : 1,420 – 1,485
Stop Loss : 1,360
Strategi:
AKRA, menguji Resistance 1,490, berpeluang mencoba Resistance 1,520 dan next Resistance 1,560. Namun, bila AKRA breakdown Resistance 1,490, berpeluang menguji Support 1,420 dan next Support 1,380. Batasi resiko bila AKRA bergerak melemah dibawah Support 1,380. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
AADI: SPECULATIVE BUY
Last price : 10,800
Target price : 11,075 – 11,400
Entry price : 10,400 – 10,825
Stop Loss : 10,000
Strategi:
AADI, breakout Resistance 10,650, berpeluang mencoba Resistance 11,075 dan next Resistance 11,400. Namun, bila AADI breakdown Resistance 10,650, berpeluang menguji Support 10,400 dan next Support 10,100. Batasi resiko bila AADI bergerak melemah dibawah Support 10,100. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas