Market
Indonesia | IHSG
IHSG Bergerak Volatil, Berakhir di Zona Hijau
IHSG ditutup naik 0.72% ke level 8,948 pada perdagangan Selasa (13/01). Indeks bergerak volatil dengan range pergerakan 8,841 - 8,957 hingga akhirnya berhasil ditutup di zona hijau. Penguatan IHSG didorong oleh saham ASII, TLKM, dan MBMA.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi jumbo Rp33.54 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp40.10 triliun. Sebanyak 348 saham menguat, 327 saham melemah, dan 131 saham stagnan.
Kawasan Asia
Pasar Saham Regional ditutup beragam pada perdagangan Selasa. Nikkei naik 3.1% dipimipin oleh sektor Teknologi, seperti saham Advantest, SoftBank Group, Tokyo Electron.
Hang Seng naik 0.9% sementara Shanghai turun 0.6%. Pelaku pasar nampaknya cukup berhati-hati menjelang rilisnya data-data ekonomi penting dan data PDB China.
Kawasan Amerika Serikat
Wall Street ditutup melemah, S&P 500 turun 0.2%, Dow Jones turun 0.55%, dan Nasdaq melemah 0.1%. Pasar sempat terbantu data inflasi AS yang sesuai ekspektasi dan menjaga harapan pemangkasan suku bunga hingga kahirnya melemah.
Penurunan indeks dibebani saham keuangan, JPMorgan, Visa, dan Mastercard tertekan meski kinerja solid, sementara Delta Air Lines turun setelah proyeksi laba di bawah estimasi. Sentimen pasar juga dibebani kritik baru terhadap Ketua The Fed Jerome Powell serta ancaman tarif terkait Iran.
Net Foreign Flow (13 Januari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Pemerintah akan membangun 13 peternakan ayam terintegrasi dengan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara
- Plafon KUR pertanian 2026 disiapkan sebesar Rp300 triliun, naik dari realisasi 2025 Rp102 triliun.
Faktor Global:
- Inflasi tahunan AS stabil di 2.7% pada Desember, sementara inflasi inti bertahan di 2.6%, terendah sejak awal 2021
- PM Jepang, Sanae Takaichi, berencana menggelar pemilu dini Februari 2026 dengan membubarkan parlemen untuk memperkuat dukungan politiknya.
Komoditas
-
Harga minyak WTI melonjak hampir 3% ke USD61.2 per barel, tertinggi 12 pekan, didorong meningkatnya risiko geopolitik Iran dan gangguan pasokan di terminal CPC Kazakhstan.
Berita Emiten
- 🟠UNTR menyuntik modal Rp500 miliar ke Karya Supra Perkasa (KSP) untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dan memperkuat kontrol saham serta permodalan anak usaha
- 🟢WIFI bekerja sama dengan PT Pos Properti Indonesia untuk menggunakan hampir 3,000 titik aset negara sebagai lokasi pembangunan jaringan internet
- 🟢BNBR melalui anak usaha PT Helio Synar Energi mengembangkan bisnis energi baru terbarukan dengan fokus pada proyek pembangkit listrik tenaga surya
Rekap Saham
13 Januari 2026
Daily
- 🟢 INDY CUT PROFIT, Entry 3,100 (13 Januari), tertinggi 3,330 TP (3,320 – 3,420). Closing price 3,260. Profit 5,2%🚀🚀🚀🚀🚀
- 🟢 ADMR TAKE PROFIT, Entry 1,950 (13 Januari), tertinggi 2,100 TP (2,000– 2,050). Closing price 2,010. Profit 3,1%🚀🚀🚀
Weekly
- 🔴 BUKA HOLD, Entry 163 (17 October), tertinggi 160, TP (178 – 189). Closing price 160. Floating Loss 1,84%
- 🔴 IMPC REDUCE, Entry 3,630 (9 Januari), tertinggi 3,780, SL (3,480). Closing price 3,380. Loss 4,13%
- 🔴 WIFI REDUCE, Entry 3,340 (7 Januari), tertinggi 3,280, SL (3,150). Closing price 3,030. Loss 5,7%
Daily | Sim Call
TINS: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,660
Target price : 3,740 – 3,850
Entry price : 3,520 – 3,670
Stop Loss : 3,350
Strategi:
TINS, breakout Resistance 3,600, berpeluang mencoba Resistance 3,740 dan next Resistance 3,850. Namun, bila TINS breakdown Resistance 3,600, berkemungkinan menguji Support 3,520 dan next Support 3,430. Baiknya batasi risiko bila TINS bergerak melemah di bawah Support 3,430. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
JPFA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,740
Target price : 2,830 – 2,920
Entry price : 2,610 – 2,750
Stop Loss : 2,500
Strategi:
JPFA, breakout Resistance 2,700, berpeluang mencoba Resistance 2,830 dan next Resistance 2,920. Namun, bila JPFA breakdown Resistance 2,700, berkemungkinan menguji Support 2,610 dan next Support 2,550. Baiknya batasi risiko bila JPFA melemah di bawah Support 2,550. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
BUKA: HOLD
Last price : 160
Target price : 178 – 189
Entry price : 163 (17October)
Stop Loss : 147
Strategi:
BUKA, breakdown Support 161, berpeluang menguji Support 157 dan next Support 154. Namun, bila BUKA bertahan diatas Support 161, berpeluang mencoba Resistance 165 dan next Resistance 169. Batasi resiko bila BUKA bergerak melemah dibawah Support 150. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
RAJA : BUY ON WEAKNESS
Last price : 6,600
Target price : 7,050 – 7,325
Entry price : 6,275 – 6,400
Stop Loss : 6,075
Strategi:
RAJA, breakdown EMA20 (6,650), berpeluang menguji Support 6,400 dan next Support 6,275. Namun, bila RAJA bertahan diatas EMA20 (6,650), berpeluang mencoba Resistance 7,050 dan next Resistance 7,325. Batasi risiko bila RAJA bergerak melemah dibawah Support 6,175. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
BUMI : BUY ON WEAKNESS
Last price : 406
Target price : 410 – 430
Entry price : 370 – 390
Stop Loss : 354
Strategi:
BUMI, bertahan atas Support 396, berpeluang mencoba Resistance 410 dan next Resistance 430. Namun, bila BUMI breakdown Support 396, berkemungkinan menguji Support 370 dan next Support 360. Baiknya batasi risiko bila BUMI melemah di bawah Support 360. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas