Have a question?
Message sent Close

Morning Call – 13 Januari 2026

Market

Indonesia | IHSG

IHSG di Zona Merah, Sempat Anjlok 2%

IHSG ditutup turun 0.58% ke level 8,885 pada perdagangan Senin (12/01). Indeks beregraak volatil dan sempat anjlok ke level 8,715 hingga akhirnya rebound terbatas. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham BREN, BRPT, dan BBCA.

Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi jumbo Rp40.10 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp27.45 triliun. Sebanyak 435 saham melemah, 279 saham menguat, dan 97 saham stagnan.

Kawasan Asia

Bursa Regional ditutup naik pada perdagangan Senin. Shanghai Composite naik 1.09% ke level tertinggi, ditopang reli saham AI dan commercial space seiring ekspektasi stimulus lanjutan untuk mendorong konsumsi domestik.

Hang Seng ikut naik 1.39% dipimpin saham teknologi. Sementara Nikkei juga naik 1.61% dengan dukungan saham teknologi dan manufaktur berorientasi ekspor, seiring pelemahan yen yang menopang prospek pendapatan emiten.

Kawasan Amerika Serikat

Pasar Saham AS ditutup naik pada perdagangan Senin. Nasdaq naik 0.26%, Dow Jones naik 0.17%, dan S&P 500 naik 0.16%.

Pelaku pasar menantikan rilisnya data CPI yang menjadi salah satu indikator penting pantauan The Fed. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan laporan kinerja keuangan terbaru untuk kuartal 4 2025 terutama bank-bank besar.

Net Foreign Flow (12 Januari 2026)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri

Faktor Domestik:

  • Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 diperkirakan naik 4.4% yoy dan 4.0% mtm, didorong konsumsi Natal–Tahun Baru.
  • Rupiah ditutup melemah 0.33% ke Rp16.833 per dollar AS pada Senin (12/01), menandai pelemahan tujuh hari berturut-turut.

Faktor Global:

  • Pelaku pasar global menantikan rilisnya data inflasi AS untuk bulan Desember, di mana pelaku pasar memproyeksikan akan adanya sedikit penurunan.
  • China sedang merencanakan langkah-langkah fiskal dan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan permintaan domestik, termasuk langkah-langkah untuk mendorong konsumsi rumah tangga.

Komoditas

  • Harga emas naik 2% ke level USD4,599/ons pada Senin, mencetak rekor tertinggi, didorong oleh meningkatnya tensi geopolitik.

Berita Emiten

  • 🟠BRMS menghabiskan dana eksplorasi sebesar USD3.20 juta atau setara Rp53.76 miliar pada kuartal IV-2025.
  • 🟠AMRT menargetkan pertumbuhan pendapatan high single-digit pada 2026, serta rencana pembukaan 800 gerai baru Alfamart.
  • 🟢CLEO menargetkan tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru mulai beroperasi pada 2026.

Rekap Saham

12 Januari 2026

Daily

  • 🟢 ARCI TAKE PROFIT, Entry 1,690 (12 Januari), tertinggi 1,865 TP (1,740 – 1,790). Closing price 1,790. Profit 10.3%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
  • 🟢 BUVA CUT PROFIT, Entry 1,650 (12 Januari), tertinggi 1,830 TP (1,765– 1,820). Closing price 1,685. Profit 2.12%🚀🚀

Weekly

  • 🔴 BUKA HOLD, Entry 163 (17 October), tertinggi 162, TP (178 – 189). Closing price 159. Floating Loss 2.45%
  • 🟢 IMPC HOLD, Entry 3,630 (9 Januari), tertinggi 3,680, TP (4,030 – 4,250). Closing price 3,640. Floating Profit 0.28%🚀
  • 🔴 WIFI HOLD, Entry 3,340 (7 Januari), tertinggi 3,370, TP (3,630 – 3,800). Closing price 3,200. Floating Loss 4.2%

Daily | Sim Call

INDY: SPECULATIVE BUY

Last price : 3,240
Target price : 3,320 – 3,420
Entry price : 3,100 – 3,250
Stop Loss : 2,950

Strategi:

INDY, breakout Resistance 3,150, berpeluang mencoba Resistance 3,320 dan next Resistance 3,420. Namun, bila INDY breakdown Resistance 3,150, berkemungkinan menguji Support 3,100 dan next Support 2,980. Baiknya batasi risiko bila INDY bergerak melemah di bawah Support 2,980. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.

Daily | Sim Call

ADMR: SPECULATIVE BUY

Last price : 1,940
Target price : 2,000 – 2,050
Entry price : 1,835 – 1,945
Stop Loss : 1,740

Strategi:

ADMR, breakout Resistance 1,890, berpeluang mencoba Resistance 2,000 dan next Resistance 2,050. Namun, bila ADMR breakdown Resistance 1,890, berkemungkinan menguji Support 1,835 dan next Support 1,800. Baiknya batasi risiko bila ADMR melemah di bawah Support 1,800. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Weekly | Sim Call​

BUKA: HOLD

Last price : 159
Target price : 178 – 189
Entry price : 163 (17October)
Stop Loss : 147

Strategi:

BUKA, breakdown Support 161, berpeluang menguji Support 157 dan next Support 154. Namun, bila BUKA bertahan diatas Support 161, berpeluang mencoba Resistance 165 dan next Resistance 169. Batasi resiko bila BUKA bergerak melemah dibawah Support 150. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Weekly | Sim Call

IMPC: HOLD

Last price : 3,640
Target price : 4,030 – 4,250
Entry price : 3,630 – 3,830
Stop Loss : 3,480

Strategi:

IMPC, bertahan diatas Support 3,550, berpeluang mencoba Resistance 3,720 dan next Resistance 3,790. Namun, bila IMPC breakdown Support 3,550, berpeluang menguji Support 3,480 dan next Support 3,400. Batasi risiko bila IMPC bergerak melemah dibawah Support 3,500. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Weekly | Sim Call

WIFI: HOLD

Last price : 3,200
Target price : 3,630 – 3,800
Entry price : 3,320 (7 Januari)
Stop Loss : 3,150

Strategi:

WIFI, breakdown Support 3,240, berpeluang menguji Support 3,190 dan next Support 3,150. Namun, bila WIFI bertahan diatas Support 3,240, berpeluang mencoba Resistance 3,300 dan next Resistance 3,370. Batasi resiko bila WIFI bergerak melemah dibawah Support 3,190. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.

‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.

© Sinarmas Sekuritas