Market
Indonesia | IHSG
IHSG Koreksi 0.31%
IHSG ditutup melemah 0.31% ke level 8,265 pada perdagangan Kamis (12/02). Indeks koreksi pasca kenaikan 3 hari beruntun. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham BBCA, DSSA, dan BRPT.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi Rp23.85 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp29.68 triliun. Sebanyak 384 saham melemah, 294 saham menguat, dan 144 saham stagnan.
Kawasan Asia
Pasar Saham Asia ditutup beragam pada perdagangan Kamis. Nikkei turun 0.02%. Pelaku pasar di Jepang berharap kebijakan fiskal ekspansif yang diusung Perdana Menteri Sanae Takaichi akan memberikan stimulus tambahan bagi pertumbuhan ekonomi domestik, terutama setelah meraih kemenangan telak dalam pemilu.
Shanghai naik 0.05% sementara Hang Seng turun 0.86%. Bank Sentral China pada awal pekan ini berkomitmen untuk menurunkan biaya liabilitas perbankan, menjaga biaya pembiayaan tetap rendah, mencegah risiko sistemik, serta meningkatkan dukungan keuangan guna memperluas permintaan domestik.
Kawasan Amerika Serikat
Pasar Saham AS ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Nasdaq memimpin pelemahan 2.04%, diiringi oleh penurunan S&P 500 dan Dow Jones masing-masing 1.57% dan 1.34%.
Pelaku pasar menantikan rilisnya data CPI AS hari ini untuk melihat arah kebijakan The Fed ke depan. Namun, pelaku pasar juga mengurangi spekulasi akan pelonggaran kebijakan The Fed di tengah data ketenagakerjaan yang baru-baru ini rilis menunjukkan tanda-tanda penguatan.
Net Foreign Flow (12 Februari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Danantara melalui Dony Oskaria menyatakan rencana memangkas jumlah BUMN asuransi dari 15 menjadi 3 entitas.
- LPS meminta pemerintah memperjelas komunikasi kebijakan ke lembaga rating usai outlook Indonesia diturunkan menjadi negatif.
Faktor Global:
- Trump menunda sejumlah kebijakan penting terkait keamanan teknologi dengan China, menjelang pertemuan puncak yang dijadwalkan berlangsung pada April.
- Singapura menaikkan pajak cukai tembakau sebesar 20% untuk semua produk tembakau baik yang diproduksi atau diimpor ke Singapura.
Komoditas
-
Harga minyak WTI turun 3% ke level USD63/barel pada Kamis, dibebani oleh kelebihan pasokan. IEA mengatakan persediaan minyak global meningkat dengan laju tercepat sejak 2020 dan memperkirakan surplus yang cukup besar pada tahun 2026 karena pasokan melebihi permintaan.
Berita Emiten
- 🟢UNTR melalui anak usahanya menyelesaikan pembelian tambang emas Doup dari J Resources senilai sekitar USD540 juta.
- 🟢ARGO resmi mengantongi kontrak sewa lahan senilai sekitar Rp220 miliar dari J&T Cargo untuk jangka waktu 10 tahun
- 🟢UNVR meraih laba bersih Rp7.64 triliun pada 2025 (+127% YoY), termasuk gain spin-off es krim Rp3.8 triliun.
Rekap Saham
12 Februari 2026
Daily
- 🟢 KIJA CUT PROFIT, Entry 222 (12 Februari), tertinggi 232, TP (236 – 242). Closing price 226. Profit 1.8%🚀🚀.
- 🟢 MBMA TAKE PROFIT, Entry 725 (12 Februari), tertinggi 760, TP (750 – 775). Closing price 735. Profit 4.83%🚀🚀🚀🚀🚀
Weekly
- 🟢 ADMR HOLD, Entry 1,760 (03 Februari), tertinggi 1,990, TP (1,950-2,070). Closing price 1,925. Floating Profit 9.4%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀 🚀🚀
- 🟢 ASII HOLD, Entry 6,700 (11 Februari), tertinggi 6,900, TP (7,100-7,475). Closing price 6,775. Floating Profit 1.12%🚀
- 🟢 SSMS HOLD Entry 1,550 (06 Februari), tertinggi 1,690, TP (1,700-1,790). Closing price 1,685. Floating Profit 8.71%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
ANTM: SPECULATIVE BUY
Last price : 4,120
Target price : 4,220 – 4,350
Entry price : 3,950 – 4,130
Stop Loss : 3,780
Strategi:
ANTM, breakout Resistance 4,050, berpeluang mencoba Resistance 4,220 dan next Resistance 4,350. Namun, bila ANTM breakdown Resistance 4,050, berkemungkinan menguji Support 3,950 dan next Support 3,800. Baiknya batasi risiko bila ANTM bergerak melemah di bawah Support 3,800. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
SMDR: SPECULATIVE BUY
Last price : 398
Target price : 414 – 438
Entry price : 380 – 400
Stop Loss : 354
Strategi:
SMDR, breakout Resistance 390, berpeluang mencoba Resistance 414 dan next Resistance 438. Namun, bila SMDR breakdown Resistance 390, berpeluang menguji Support 380 dan next Support 368. Batasi resiko bila SMDR bergerak melemah dibawah Support 360. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
ADMR: HOLD
Last price : 1,925
Target price : 1,950 – 2,070
Entry price : 1,760 (03Februari)
Stop Loss : 1,680
Strategi:
ADMR, bertahan diatas EMA20 (1,900), berpeluang mencoba Resistance 1,970 dan next Resistance 2,070. Namun, bila ADMR breakdown EMA20 (1,900), berpeluang menguji Support 1,860 dan next Support 1,830. Batasi resiko bila ADMR bergerak melemah dibawah Support 1,710. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
ASII: HOLD
Last price : 6,775
Target price : 7,100 – 7,475
Entry price : 6,700 (11Februari)
Stop Loss : 6,300
Strategi:
ASII, bertahan diatas EMA20 (6,700), berpeluang mencoba Resistance 6,850 dan next Resistance 7,100. Namun, bila ASII breakdown EMA20 (6,700), berpeluang menguji Support 6,525 dan next Support 6,450. Batasi risiko bila ASII bergerak melemah dibawah Support 6,350. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
SSMS: HOLD
Last price : 1,685
Target price : 1,700 – 1,790
Entry price : 1,550 (06Februari)
Stop Loss : 1,450
Strategi:
SSMS, breakout Resistance 1,680, berpeluang mencoba Resistance 1,710 dan next Resistance 1,760. Namun, bila SSMS breakdown Resistance 1,680, berkemungkinan menguji Support 1,635 dan next Support 1,600. Baiknya batasi risiko bila SSMS melemah di bawah Support 1,470. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas