Market
Indonesia | IHSG
IHSG Turbulen di Zona Merah
IHSG ditutup melemah sebesar 1,53% ke level 6.267,88 pada perdagangan Selasa (11/08), melanjutkan pelemahan dari hari sebelumnya.
Indeks sejatinya sempat bergerak positif pada awal sesi perdagangan dan menyentuh level tertinggi di 6.388,58, namun langsung longsor ke level terendah harian di 6.230,09 akibat aksi jual.
Aksi lepas saham investor terutama menimpa saham-saham berkapitalisasi besar (Big Caps) seperti BBCA, TPIA, dan DSSA. Sentimen negatif dominan dipicu oleh sikap wait and see pelaku pasar mengantisipasi rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat serta pengumuman evaluasi portofolio indeks MSCI pada 12 Agustus.
Value transaksi harian pasar tercatat ke angka Rp14,47 triliun, dibandingkan hari sebelumnya senilai Rp18,2 triliun
Kawasan Asia
Pasar saham Asia bergerak variatif (mixed) cenderung tertekan pada perdagangan Selasa (11/08). Di Korea Selatan, indeks KOSPI ditutup naik 0,73%. Sebaliknya, pasar saham China justru mengalami tekanan di mana Hang Seng bergerak loyo -1,10% dan Shanghai Composite melemah 0,82%.
Selain faktor antisipasi data inflasi global, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah terkait lotnya kesepakatan pembukaan jalur perdagangan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak Brent hingga +5%, yang direspons pasar dengan sikap lebih berhati-hati terhadap risiko inflasi energi.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (11/08). Indeks S&P 500 turun 0.3%, Nasdaq 100 melemah 0.3%, sementara Dow Jones turun 184 poin.
Pelemahan dipicu kenaikan harga minyak di tengah ketidakpastian konflik AS-Iran, setelah Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup. Saham hyperscale tertekan, dengan Alphabet turun 3.8% dan Oracle 3.7%, sementara investor menanti data CPI AS yang dapat mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan depan.
Net Foreign Flow (11 Agustus 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
-
Penjualan ritel Indonesia turun 3.0% YoY pada Juni 2026, membaik dari kontraksi 3.9% pada Mei
-
Penjualan mobil baru Indonesia melonjak 33.3% YoY pada Juli 2026, tertinggi dalam lima bulan, didorong oleh momentum GIIAS 2026.
Faktor Global:
- Penjualan rumah existing di AS turun 1.7% MoM menjadi 4.05 juta unit pada Juli 2026, masih sejalan dengan ekspektasi pasar 4.06 juta unit.
- AS memperkirakan gangguan pasokan minyak akibat perang AS-Iran sekitar 600 ribu barel/hari masih berlanjut hingga akhir 2027
Komoditas
-
Minyak mentah bertahan di atas USD83/barel setelah menguat selama empat sesi berturut-turut, di tengah ketidakpastian terkait potensi kesepakatan AS-Iran.
Rekap Saham
11 Agustus 2026
Daily
- 🟢 AYAM CUT PROFIT, Entry 450 (11Agustus), tertinggi 462, TP (474 – 486). Closing price 452. Profit 0.4% 🚀
- 🟢 EMAS TAKE PROFIT, Entry 7,625 (11Agustus), tertinggi 7,825, TP (7,825 – 8,050). Closing price 7,650. Profit 2.6%🚀🚀🚀
- 🟡 HRUM DRAW, Entry 830 (11Agustus), tertinggi 865, TP (875 – 900). Closing price 830. DRAW
Daily | Sim Call
MARK: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,095
Target price : 1,125 – 1,160
Entry price : 1,050 – 1,100
Stop Loss : 1,010
Strategi:
MARK, menguji Resistance 1,105, berpeluang mencoba Resistance 1,125 dan next Resistance 1,160. Namun, bila MARK breakdown Resistance 1,105, berkemungkinan menguji Support 1,050 dan next Support 1,020. Baiknya batasi risiko bila MARK bergerak melemah di bawah Support 1,020. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
ESSA: SPECULATIVE BUY
Last price : 695
Target price : 715 – 740
Entry price : 670 – 700
Stop Loss : 640
Strategi:
ESSA, bertahan pada Resistance 695, berpeluang mencoba Resistance 715 dan next Resistance 740. Namun, bila ESSA breakdown Resistance 695, berpeluang menguji Support 670 dan next Support 630. Batasi resiko bila ESSA bergerak melemah dibawah Support 630. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
AADI: SPECULATIVE BUY
Last price : 9,225
Target price : 9,475 – 9,725
Entry price : 8,850 – 9,250
Stop Loss : 8,500
Strategi:
AADI, bertahan pada Support 9,125, berpeluang mencoba Resistance 9,475 dan next Resistance 9,725. Namun, bila AADI breakdown Support 9,125, berpeluang menguji Support 8,850 dan next Support 8,600. Batasi resiko bila AADI bergerak melemah dibawah Support 8,600. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas