Market
Indonesia | IHSG
IHSG Drop di Akhir Pekan
IHSG ditutup melemah 2.08% ke level 7,935 pada perdagangan Jumat (06/02). Indeks solid bergerak di zona merah hingga akhir perdagangan. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham BBCA, BBRI, dan ASII.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi Rp19.71 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp20.06 triliun. Sebanyak 646 saham melemah, 107 saham menguat, dan 68 saham stagnan.
Kawasan Asia
Pasar Saham Asia ditutup beragam pada perdagangan Jumat. Nikkei naik 0.81% didorong oleh kenaikan dari saham-saham di sektor Teknologi, Konsumer, dan Keuangan. Sementara itu, Hang Seng dan Shanghai turun masing-masing 1.21% dan 0.25% masih dibebani oleh saham Teknologi.
Dari rilis data ekonomi di Asia, Jepang merilis data pengeluaran rumah tangga yang tercatat turun 2.6% yoy pada Desember 2025, di bawah perkiraan pasar, menunjukkan permintaan konsumen yang tetap lemah.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Saham AS ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan. Dow Jones mempimpin kenaikan 2.47% dan untuk pertama kalinya dalam sejarah melampaui level 50,000.
Selain itu, Nasdaq dan S&P 500 juga masing-masing ditutup menguat sebesar 2.18% dan 1.97%. Kenaikan indeks Wall Street ini didorong oleh naiknya saham-saham di sektor Industri, Teknologi, dan Bahan Dasar. Adapun, pelaku pasar saat ini masih menantikan rilisnya kinerja keuangan emiten untuk tahun 2025.
Net Foreign Flow (6 Februari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Regulasi free float minimum 15% akan terbit paling lambat Maret 2026 dan berlaku bertahap 3 tahun bagi emiten lama.
- Perusahaan tambang batu bara di Indonesia menghentikan ekspor spot setelah pemerintah mengusulkan pemangkasan kuota produksi 2026 sebesar 40–70% dibanding 2025.
Faktor Global:
- Total kredit konsumen AS meningkat sebesar USD24.05 miliar pada Desember 2025 (vs November 2025: USD4.70 miliar), dan di atas ekspektasi pasar.
- Cadangan devisa China meningat menjadi USD3.40 triliun pada Januari 2026, naik dari USD3.36 triliun pada Desember 2025.
Komoditas
-
Harga perak melonjak 10% ke level USD78/ons pada Jumat, masih didorong oleh naiknya permintaan untuk industri elektrifikasi dan AI.
Berita Emiten
- 🟠PWON mencatat marketing sales 2025 sebesar Rp1.3 triliun, setara 96% dari target
- 🟠BREN mengalokasikan dana hingga Rp2 triliun untuk buyback saham yang akan dilaksanakan selama 3 bulan (4 Feb–3 Mei 2026)
- 🟢CUAN memulai groundbreaking proyek pembangkit listrik 680 MW senilai Rp10 triliun sebagai bagian ekspansi ke sektor energi.
Rekap Saham
6 Februari 2026
Daily
- 🟠 ASII DRAW, Entry 6,700 (06 Februari), tertinggi 6,800, TP (7,125 – 7,350). Closing price 6,700.
- 🟢 MDKA CUT PROFIT, Entry 2,950 (06 Februari), tertinggi 2,990, TP (3,150 – 3,230). Closing price 2,850. Profit 1.36%🚀🚀
Weekly
- 🔴 ADMR HOLD, Entry 1,760 (03 Februari), tertinggi 1,830, TP (1,950-2,070). Closing price 1,740. Floating Loss 1.14%
- 🟢 HRTA HOLD, Entry 2,130 (04 Februari), tertinggi 2,300, TP (2,270-2,390). Closing price 2,260. Floating Profit 6.1%🚀🚀🚀🚀🚀🚀
- 🟢 SSMS HOLD, Entry 1,550 (06 Februari), tertinggi 1,640, TP (1,700-1,790). Closing price 1,600. Floating Profit 3.23%🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
TCPI: SPECULATIVE BUY
Last price : 10,900
Target price : 11,150 – 11,500
Entry price : 10,400 – 10,925
Stop Loss : 9,950
Strategi:
TCPI, bertahan pada Resistance 10,900, berpeluang mencoba Resistance 11,150 dan next Resistance 11,500. Namun, bila TCPI breakdown Resistance 10,900, berkemungkinan menguji Support 10,400 dan next Support 10,025. Baiknya batasi risiko bila TCPI bergerak melemah di bawah Support 10,025. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
PGAS: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,230
Target price : 2,300 – 2,360
Entry price : 2,120 – 2,240
Stop Loss : 2,030
Strategi:
PGAS, bertahan pada Resistance 2,230, berpeluang mencoba Resistance 2,300 dan next Resistance 2,360. Namun, bila PGAS breakdown Resistance 2,230, berkemungkinan menguji Support 2,120 dan next Support 2,050. Baiknya batasi risiko bila PGAS melemah di bawah Support 2,050. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
ADMR: HOLD
Last price : 1,740
Target price : 1,950 – 2,070
Entry price : 1,760 (03Februari)
Stop Loss : 1,680
Strategi:
ADMR, breakdown Support 1,770, berpeluang menguji Support 1,735 dan next Support 1,710. Namun, bila ADMR bertahan diatas Support 1,770, berpeluang mencoba Resistance 1,795 dan next Resistance 1,830. Batasi resiko bila ADMR bergerak melemah dibawah Support 1,710. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
HRTA: HOLD
Last price : 2,260
Target price : 2,270 – 2,390
Entry price : 2,130 (04Februari)
Stop Loss : 1,840
Strategi:
HRTA, breakout Resistance 2,240, berpeluang mencoba Resistance 2,310 dan next Resistance 2,390. Namun, bila HRTA breakdown Resistance 2,240, berpeluang menguji Support 2,180 dan next Support 2,140. Batasi risiko bila HRTA bergerak melemah dibawah Support 1,865. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
SSMS: HOLD
Last price : 1,600
Target price : 1,700 – 1,790
Entry price : 1,520 – 1,580
Stop Loss : 1,450
Strategi:
SSMS, bertahan diatas EMA100 (1,585) berpeluang mencoba Resistance 1,640 dan next Resistance 1,680. Namun, bila SSMS breakdown EMA100 (1,585), berkemungkinan menguji Support 1,550 dan next Support 1,520. Baiknya batasi risiko bila SSMS melemah di bawah Support 1,470. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas