Market
Indonesia | IHSG
IHSG Gagal Rebound
IHSG ditutup melemah 0.96% ke level 7,939 pada perdagangan Selasa (03/03). Indeks sempat rebound namun pada akhir sesi bergerak melemah hingga ditutup di zona merah. Pergerakan IHSG dibebani oleh saham AMMN, BBRI dan BREN.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi Rp29.80 triliun, relatif sama dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp29.77 triliun Sebanyak 347 saham melemah, 343 saham menguat, dan 128 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Asia kompak melemah tajam pada Selasa seiring lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi. Shanghai Composite turun 1.43%, tertekan saham teknologi dan komoditas di tengah risiko kenaikan biaya energi.
Tekanan serupa terjadi di Jepang dan Hong Kong. Nikkei 225 merosot 3.06% dan Hang Seng turun 1.24%, dibebani kekhawatiran inflasi yang dapat memperumit kebijakan Bank of Japan
Kawasan Amerika Serikat
Wall Street mayoritas ditutup turun pada Selasa (03/03) dengan S&P turun 0.94%, Dow Jones melemah 0.83%, dan Nasdaq terkoreksi 1.1%. Pergerakan indeks sempat anjlok tajam lebih dari 2.5% pada sesi intraday Selasa, namun berhasil rebound terbatas setelah Presiden AS berjanji mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz di tengah konflik AS–Iran.
Meski terjadi rebound di akhir sesi, pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik energi dan langkah agresif pemerintah AS untuk menjaga stabilitas arus perdagangan global.
Net Foreign Flow (3 Maret 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- BPS memperkirakan inflasi Maret 2026 masih tinggi karena Ramadan dan Lebaran, sementara April mungkin mulai melandai atau bahkan deflasi.
- OJK menargetkan sekitar 75 % emiten BEI dapat memenuhi ketentuan free float minimum 15 % dalam tahun pertama
Faktor Global:
- Donald Trump menyatakan AS akan mengawal dan menjamin kapal tanker di Selat Hormuz guna mencegah krisis energi
- Inflasi tahunan Zona Euro naik menjadi 1.9% pada Februari 2026, dari 1.7% di Januari, dan di atas ekspektasi 1.7%
Komoditas
- Harga batu bara melonjak lebih dari 8% ke USD128 per ton, tertinggi sejak Desember 2024, setelah penghentian fasilitas LNG di Qatar akibat serangan drone Iran memicu fuel switching di Asia
Berita Emiten
- 🔴JSMR membukukan laba sebesar Rp3,65 triliun hingga 31 Desember 2025, turun dari Rp4.3 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
- 🟠PPGL meminta persetujuan divestasi seluruh sahamnya di PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) senilai Rp44.6 miliar untuk mengurangi risiko operasional
- 🔴UNTR mencatat laba bersih 2025 turun 24% menjadi Rp14.81 triliun, tertekan oleh lemahnya kontribusi segmen kontraktor penambangan
Rekap Saham
3 Maret 2026
Daily
- 🔴 MDKA REDUCE, Entry 3,790 (03Maret), tertinggi 3,940, SL (3,640). Closing price 3,640. Loss 3,96%
- 🟢 ADMR TAKE PROFIT, Entry 2,090 (03Maret), tertinggi 2,220, TP (2,180 – 2,250). Closing price 2,130. Profit 6,22%🚀🚀🚀🚀🚀🚀
Weekly
- 🟢 HRUM HOLD, Entry 1,140 (03Maret), tertinggi 1,260, TP (1,250 – 1,315). Closing price 1,190. Floating Profit 4,39%🚀🚀🚀🚀🚀
- 🔴 HRTA HOLD, Entry 3,170 (03Maret), tertinggi 3,210, TP (3,420 – 3,600). Closing price 3,090. Floating Loss 2,52%
- 🔴 INDY HOLD, Entry 4,070 (03Maret), tertinggi 4,370, TP (4,400 – 4,630). Closing price 3,990. Floating Loss 1,97%
Daily | Sim Call
UNTR: SPECULATIVE BUY
Last price : 29,450
Target price : 30,100 – 31,000
Entry price : 28,000 – 29,475
Stop Loss : 26,900
Strategi:
UNTR, breakout Resistance EMA20 (29,200), berpeluang mencoba Resistance 30,100 dan next Resistance 31,000. Namun, bila UNTR breakdown Resistance EMA20 (29,200), berkemungkinan menguji Support 28,000 dan next Support 27,100. Baiknya batasi risiko bila UNTR bergerak melemah di bawah Support 27,100. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
AADI: SPECULATIVE BUY
Last price : 10,575
Target price : 10,875 – 11,200
Entry price : 10,100 – 10,600
Stop Loss : 9,700
Strategi:
AADI, breakout Resistance 10,200, berpeluang mencoba Resistance 10,875 dan next Resistance 11,200. Namun, bila AADI breakdown Resistance 10,200, berpeluang menguji Support 10,100 dan next Support 9,800. Batasi resiko bila AADI bergerak melemah dibawah Support 9,800. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Weekly | Sim Call
HRUM: HOLD
Last price : 1,190
Target price : 1,250 – 1,315
Entry price : 1,130 – 1,210
Stop Loss : 1,055
Strategi:
HRUM, bertahan diatas EMA20 (1,160), berpeluang mencoba Resistance 1,240 dan next Resistance 1,315. Namun, bila HRUM breakdown EMA20 (1,160), berpeluang menguji Support 1,130 dan next Support 1,085. Batasi resiko bila HRUM bergerak melemah dibawah Support 1,075. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
HRTA: HOLD
Last price : 3,090
Target price : 3,420 – 3,600
Entry price : 3,170 – 3,260
Stop Loss : 3,050
Strategi:
HRTA, breakdown Support 3,110, berpeluang menguji Support 3,050 dan next Support 3,000. Namun, bila HRTA bertahan diatas Support 3,110, berpeluang mencoba Resistance 3,170 dan next Resistance 3,220. Batasi risiko bila HRTA bergerak melemah dibawah Support 3,090. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
INDY: HOLD
Last price : 3,990
Target price : 4,400 – 4,630
Entry price : 4,070 – 4,250
Stop Loss : 3,950
Strategi:
INDY, bertahan diatas Support 3,950, berpeluang mencoba Resistance 4,070 dan next Resistance 4,120. Namun, bila INDY breakdown Support 3,950, berkemungkinan menguji Support 3,850 dan next Support 3,810. Baiknya batasi risiko bila INDY melemah di bawah Support 3,970. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas