Market
Indonesia | IHSG
IHSG Kembali Anjlok di Awal Pekan
IHSG ditutup melemah 4.88% ke level 7,923 pada perdagangan Senin (02/02). Pelaku cenderung risk off dietengah penantian hasil pertemuan SRO dengan MSCI. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham DSSA, AMMN, dan BRMS.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi jumbo Rp29.17 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp41.69 triliun. Sebanyak 720 saham melemah, 58 saham menguat, dan 36 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Saham Regional ditutup turun pada perdagangan awal pekan. Nikkei turun 1.25% dipimpin oleh melemahnya saham-saham teknologi.
Shanghai dan Hang Seng masing-masing turun sebesar 2.48% dan 2.23% mencerna sentimen data ekonomi PMI China yang menunjukkan kontraksi dalam aktivitas pabrik di tengah permintaan yang lesu.
Kawasan Amerika Serikat
Indeks Wall Street ditutup menguat pada perdagangan awal pekan. Dow Jones memimpin kenaikan sebesar 1.05%, diikuti oleh Nasdaq dan S&P 500 masing-masing sebesar 0.56% dan 0.54%.
AS dan India telah melakukan negosiasi dagang dan menyepakati penurunan tarif dari yang semula 25% menjadi 18%. Selain itu, India juga berkomitmen untuk membeli produk Amerika senilai lebih dari USD500 miliar.
Net Foreign Flow (2 Februari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- OJK, BEI, dan KSEI telah bertemu MSCI dan mengajukan berbagai solusi untuk menjawab isu investability pasar Indonesia.
- Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD41.05 miliar sepanjang 2025.
Faktor Global:
- PMI Manufaktur AS naik menjadi 52.6 pada Januari 2026 dari 47.9 pada Desember dan di atas perkiraan pasar.
- India dan AS telah melakukan negosiasi dagang dengan diberikan penurunan tarif dagang menjadi 18% (vs sebelumnya: 25%).
Komoditas
-
Harga perak turun 2% ke level USD82/ons pada Senin akibat aksi profit taking setelah menyentuh rekor tertingginya di hari kamis sebesar USD120/ons.
Berita Emiten
- 🟠TOWR akan buyback saham senilai Rp300 miliar(0.97% dari modal) dalam 3 bulan ke depan.
- 🟢BRIS resmi berstatus BUMN dan menargetkan naik kelas ke KBMI IV dengan modal inti di atas Rp70 triliun.
- 🟢DAAZ ikut konsorsium dengan ANTM, IBC, dan mitra global untuk kembangkan ekosistem baterai EV senilai USD5–6 miliar.
Rekap Saham
2 Februari 2026
Daily
- 🟢 HMSP CUT PROFIT, Entry 785 (02 Februari), tertinggi 830, TP (845 – 870). Closing price 810. Profit 3.18%🚀🚀🚀
- 🟢 JPFA CUT PROFIT, Entry 2,660 (02 Februari), tertinggi 2,820, TP (2,850 – 2,920). Closing price 2,670. Profit 0.38%🚀
Weekly
- 🔴 BRMS REDUCE, Entry 1,065 (29 Januari), tertinggi 1,015, SL (985). Closing price 920. Loss 7.5%
- 🔴 ANTM REDUCE, Entry 4,550 (27 Januari), tertinggi 3,920, SL (4,180). Closing price 3,810. Loss 8.1%
- 🔴 ARCI REDUCE, Entry 1,840 (29 Januari), tertinggi 1,640, SL (1,750). Closing price 1,510. Loss 4.9%
Daily | Sim Call
ELSA: SPECULATIVE BUY
Last price : 675
Target price : 695 – 715
Entry price : 650 – 680
Stop Loss : 620
Strategi:
ELSA, menguji Resistance 690, berpeluang mencoba Resistance 695 dan next Resistance 715. Namun, bila ELSA breakdown Resistance 690, berkemungkinan menguji Support 650 dan next Support 630. Baiknya batasi risiko bila ELSA bergerak melemah di bawah Support 630. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
PGAS: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,180
Target price : 2,240 – 2,310
Entry price : 2,100 – 2,190
Stop Loss : 2,000
Strategi:
PGAS, breakout Resistance 2,160, berpeluang mencoba Resistance 2,240 dan next Resistance 2,310. Namun, bila PGAS breakdown Resistance 2,160, berkemungkinan menguji Support 2,100 dan next Support 2,030. Baiknya batasi risiko bila PGAS melemah di bawah Support 2,030. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
ADMR : BUY ON WEAKNESS
Last price : 1,850
Target price : 1,950 – 2,070
Entry price : 1,735 – 1,770
Stop Loss : 1,680
Strategi:
ADMR, breakdown Support 1,890, berpeluang menguji Support 1,770 dan next Support 1,735. Namun, bila ADMR bertahan diatas Support 1,890, berpeluang mencoba Resistance 1,950 dan next Resistance 2,070. Batasi resiko bila ADMR bergerak melemah dibawah Support 1,710. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
TINS : BUY ON WEAKNESS
Last price : 2,970
Target price : 3,140 – 3,250
Entry price : 2,780 – 2,860
Stop Loss : 2,660
Strategi:
TINS, breakdown Support 3,020, berpeluang menguji Support 2,860 dan next Support 2,780. Namun, bila TINS bertahan diatas Support 3,020, berpeluang mencoba Resistance 3,140 dan next Resistance 3,250. Batasi risiko bila TINS bergerak melemah dibawah Support 2,700. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
SSMS : BUY ON WEAKNESS
Last price : 1,625
Target price : 1,700 – 1,790
Entry price : 1,520 – 1,580
Stop Loss : 1,450
Strategi:
SSMS, bertahan pada EMA20 (1,625), berpeluang mencoba Resistance 1,700 dan next Resistance 1,790. Namun, bila SSMS breakdown EMA20 (1,625), berkemungkinan menguji Support 1,580 dan next Support 1,520. Baiknya batasi risiko bila SSMS melemah di bawah Support 1,470. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas