Mengenal FOMO dan FOBO dalam Berinvestasi

Bagikan:

Setop! Tunggu dulu! FOMO dan FOBO dalam artikel ini bukan kode emiten di Bursa Efek Indonesia ya, bestie! Tapi singkatan dari Fear of Missing Out alias FOMO dan Fear of Better Options alias FOBO. Generasi Milenial dan Z pasti akrab dengan istilah ini. Ternyata, secara sadar maupun tidak, fenomena FOMO dan FOBO juga tak lepas dari kegiatan investasi, lho! Yuk, kita cari tahu lebih lanjut!

Apa sih FOMO dan FOBO dalam Berinvestasi?

Bayangkan kamu sedang duduk di depan komputer, melihat postingan teman-temanmu yang sukses mendapatkan keuntungan dari investasi yang menarik. Mereka mendapat hasil yang luar biasa, sementara kamu hanya bisa memandang dengan rasa iri dan khawatir tertinggal. Inilah yang disebut dengan Fear of Missing Out atau FOMO. Rasa takut untuk ketinggalan atau tertinggal dibandingkan dengan orang lain membuatmu ingin segera ikut serta dan mengambil risiko yang besar.

Namun, di sisi lain, kamu bisa juga mengalami Fear of Better Options atau FOBO. Saat kamu melihat ada beberapa pilihan investasi yang menarik, kamu merasa kesulitan untuk memilih. Kamu khawatir bahwa jika memilih salah, mungkin akan ada opsi yang lebih baik di masa depan. Ketidakpastian ini membuatmu terjebak dalam siklus penundaan dan keraguan, sehingga menghambat kemajuan investasimu.

Dampak FOMO dan FOBO dalam Berinvestasi

Kedua fenomena ini dapat memiliki dampak negatif pada keputusan investasi seseorang. FOMO dapat mendorongmu untuk mengambil risiko yang tidak rasional, seperti membeli saham yang sedang tren tinggi, hanya dengan harapan mendapatkan keuntungan cepat, tanpa mempertimbangkan risiko yang terkait. Sementara itu, FOBO membuatmu kebingungan dan sulit untuk memilih, sehingga berpotensi melewatkan peluang investasi yang sebenarnya baik. Namun, jangan khawatir! Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi FOMO dan FOBO dalam berinvestasi.

Mengatasi FOMO dan FOBO dalam Berinvestasi

Pertama, penting untuk mempelajari dan memeriksa dengan baik pilihan investasi yang ada. Kumpulkan informasi yang memadai, bandingkan secara objektif, dan periksa kembali tujuan investasi mu. Dengan begitu, kamu bisa memilih yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan jangka panjangmu.

Selain itu, tetapkan kriteria seleksi yang jelas. Dengan menentukan kriteria yang spesifik, seperti faktor risiko, potensi keuntungan, likuiditas, dan kesesuaian dengan tujuanmu, kamu dapat mempersempit pilihan investasi. Hal ini akan membantumu mengurangi keraguan dan kesulitan dalam memilih.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan jika kamu masih merasa bingung atau ragu. Mereka dapat memberikan pandangan yang objektif dan membantu kamu dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Untuk mengatasi FOMO, penting juga untuk memahami efek sosial media. Sosial media sering menjadi pemicu FOMO dengan melihat kesuksesan orang lain dalam investasi. Namun, kamu harus ingat bahwa tidak semua informasi yang dibagikan di sosial media mencerminkan kenyataan sebenarnya. Setiap orang memiliki konteks dan tujuan investasi yang berbeda. Jangan terjebak pada tren pasar yang sedang populer, tetapi lakukan riset dan evaluasi yang matang sebelum berinvestasi.

Sementara itu, untuk mengatasi FOBO, kamu perlu mengenali kelebihan dan kelemahan dari setiap opsi investasi yang ada. Pahami risiko dan potensi keuntungan yang berbeda, sehingga kamu dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi. Tetapkan juga batas waktu untuk pengambilan keputusan agar tidak terjebak dalam penundaan yang berkepanjangan. Gunakan strategi cost-benefit analysis dengan menganalisis biaya dan manfaat dari setiap opsi investasi yang dipertimbangkan.

Dengan mengenali dan memahami FOMO dan FOBO dalam berinvestasi, kita dapat mengurangi pengaruh emosional dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan demikian, kita dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan sesuai dengan tujuan jangka panjang kita. Jadi, tetap tenang, jangan terburu-buru, dan selalu melihat investasi dari sudut pandang yang lebih luas.

Nah, kamu bisa juga memanfaatkan fitur research dalam SimInvest atau ikuti terus live instagram dan webinar pengelolaan keuangan dan investasi untuk mendapatkan rekomendasi saham dari ahli Sinarmas Sekuritas! Dengan SimInvest, kamu akan mendapatkan 5D Love Language: Diajarin, Dimodalin, Digratisin, Dibonusin, dan Ditemenin. 

Tentang SimInvest

SimInvest merupakan salah satu brand aplikasi investasi saham dan reksa dana online terbaik di Indonesia. SimInvest dirilis oleh Sinarmas Sekuritas yang mendapat predikat Sekuritas Terbaik 2022 versi Majalah Investor dan berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam melayani masyarakat Indonesia di bidang keuangan dan investasi.  

Bagikan:

Related post

Copyright 2023 © All rights Reserved. PT Sinarmas Sekuritas