Kinerja Sektor Retail Semester 1-2026

Secara keseluruhan, sektor retail masih mencatatkan kinerja yang solid pada Semester I-2026 , tercermin dari mayoritas emiten yang membukukan pertumbuhan laba bersih.

Namun, dari sisi valuasi dan teknikal, peluang investasi di masing-masing saham mulai menunjukkan karakteristik yang berbeda.

Secara fundamental dan teknikal, urutan saham retail yang cukup menarik saat ini adalah:

  • πŸ₯‡ MAPI β­β­β­β­β˜† : Sudah uptrend, laba besar, momentum cukup positif
  • πŸ₯ˆ ERAA β­β­β­β­β˜†: Growth tertinggi + PER murah + teknikal mulai membaik
  • πŸ₯‰ ERAL β­β­β­β˜†β˜† : Pertumbuhan tinggi, tekanan jual mulai mereda, +PER cukup murah

Dari 8 saham, hanya 1 saham yang sudah uptrend (MAPI), 1 saham mulai membaik (ERAA) dan 6 saham masih downtrend

Artinya pasar belum melakukan re-rating terhadap sebagian besar saham retail. Dengan kata lain: “Earnings sudah naik, tetapi harga saham belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan tersebut.”

πŸ“Œ Highlight

πŸ›οΈ Retail Lifestyle & Discretionary

  • ERAA – Pertumbuhan laba +38% YoY, didukung valuasi menarik (PER 5.08x) dan momentum kuat.
  • MAPI – Laba +26% YoY, menjadi satu-satunya emiten yang masih berada dalam tren uptrend.
  • MAPA – Laba +31% YoY, valuasi relatif atraktif (PER 9.86x).
  • ACES – Laba +33% YoY, menunjukkan pemulihan yang solid dengan valuasi menarik.
  • ERAL – Laba +35% YoY, mencerminkan permintaan perlengkapan olahraga yang masih kuat.

πŸ›’ Retail Staples (Defensif)

  • AMRT – Tetap menjadi emiten dengan laba terbesar di sektor retail (Rp2.0 triliun), didukung bisnis yang defensif.
  • MIDI – Pertumbuhan laba +24% YoY, ditopang ekspansi gerai dan permintaan kebutuhan pokok yang stabil.

πŸ‘š Department Store (Recovery)

  • LPPF – Masih dalam fase pemulihan dengan pertumbuhan laba yang terbatas (+8% YoY).
  • MPPA – Masih membukukan rugi bersih, namun kerugian menyusut 41% YoY, mengindikasikan proses turnaround mulai berjalan.

πŸ’‘ Insight
Kinerja sektor retail pada Semester II-2026 diperkirakan tetap terjaga, apabila pertumbuhan ekonomi bertahan di atas 5%, inflasi tetap rendah, dan konsumsi rumah tangga tidak mengalami tekanan.

Sinarmas DH
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only.

More Info: Siminvest WhatsApp Channel

Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only