Market
Indonesia | IHSG
IHSG Melemah Tipis 0.05%
IHSG ditutup melemah tipis 0.05% ke level 6,127 pada perdagangan Jumat (29/05). IHSG sempat solid bergerak di zona hijau hingga akhirnya tutup di zona merah. Pembeban IHSG hari ini diantaranya BBCA, BBRI, dan TLKM.
Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tercatat sebesar Rp50.15 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp18.09 triliun. Sebanyak 409 saham melemah, 271 saham menguat, dan 137 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Saham Regional ditutup beragam pada perdagangan Senin. Nikkei dan Hang Seng masing-masing naik 0.91% dan 0.86%, sementara Shanghai turun 0.27%.
Rilis data ekonomi China menunjukkan PMI Komposit naik menjadi 50.5 pada bulan Mei dari 50.1 pada bulan April, didukung adanya rebound di sektor non-manufaktur (50.1 vs. 49.4), sementara PMI manufaktur (50.0 vs. 50.3) sedikit turun. Selain itu, pelaku pasar juga terus memantau perkembangan negosiasi damai AS-Iran di Timur Tengah.
Kawasan Amerika Serikat
Indeks Wall Street ditutup naik pada perdagangan awal pekan. Nasdaq memimpin kenaikan sebesar 0.42%, diikuti oleh S&P 500 dan Dow Jones masing-masing 0.26% dan 0.09%. Kenaikan ketiga indeks tersebut didorong oleh menguatnya saham-saham di sektor teknologi.
Pelaku pasar masih berfokus pada sentimen di Timur Tengah. Negosiasi damai antara AS-Iran masih belum ada pertanda. Di lain sisi, Iran dilaporkan tengah menangguhkan negosiasi dengan AS setelah terjadinya serangan di Lebanon.
Net Foreign Flow (29 Mei 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Pemerintah mulai menerapkan tahap pertama mekanisme pelaporan ekspor (CPO, batubara, dan ferro alloy) kepada PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) per 1 Juni 2026.
- Pelaku pasar asing mencatatkan aksi jual sebesar Rp8.5 triliun dengan top 5 net sell yaitu BBCA, TPIA, AMMN, BBRI, dan BMRI.
Faktor Global:
- Ekspor gas alam Rusia ke Eropa naik 3% yoy menjadi 47.4 juta meter kubik pada Mei.
- PMI Komposit China naik menjadi 50.5 pada Mei dibanding April sebesar 50.1.
Komoditas
- Harga minyak mentah WTI naik 6% ke level USD92/barel. Sentimen di Timur Tengah masih mewarnai pergerakan harga komoditas. Iran dilaporkan telah menangguhkan komunikasi dengan AS sebagai tanggapan atas serangan di Lebanon dan bersiap untuk menutup Selat Hormuz sepenuhnya.
Berita Emiten
- 🟢 MTLA membukukan pendapatan pra-penjualan periode Januari-April 2026 sebesar Rp677 M, naik 2% YoY dan setara 34% dari target 2026 sebesar Rp2 triliun.
- 🟢 MAIN membangun pabrik pakan ternak baru di Lampung yang ditargetkan rampung pada kuartal III-2026 dan didorong adanya program MBG.
- 🟢 ARCI menargetkan peningkatan produksi emas sebesar 15% di tahun ini dibanding tahun 2025.
Rekap Saham
29 Mei 2026
Daily
- 🟡 MAPI DRAW, Entry 1,495 (29Mei), tertinggi 1,505, TP (1,540 – 1,590). Closing price 1,495.
- 🟢 GGRM TAKE PROFIT, Entry 15,250 (29Mei), tertinggi 17,000, TP (16,200 – 16,650). Closing price 17,000. Profit 11.5% 🚀🚀🚀🚀
- 🟡 TOTL DRAW, Entry 1,040 (29Mei), tertinggi 1,060, TP (1,085 – 1,120). Closing price 1,040.
Daily | Sim Call
HRTA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,490
Target price : 2,550 – 2,630
Entry price : 2,400 – 2,500
Stop Loss : 2,300
Strategi:
HRTA, breakout Resistance 2,430, berpeluang mencoba Resistance 2,550 dan next Resistance 2,630. Namun, bila HRTA breakdown Resistance 2,430, berkemungkinan menguji Support 2,400 dan next Support 2,320. Baiknya batasi risiko bila HRTA bergerak melemah di bawah Support 2,320. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
BSML: SPECULATIVE BUY
Last price : 410
Target price : 422 – 434
Entry price : 394 – 412
Stop Loss : 378
Strategi:
BSML, bertahan pada Support 402, berpeluang mencoba Resistance 422 dan next Resistance 434. Namun, bila BSML breakdown Support 402, berpeluang menguji Support 394 dan next Support 382. Batasi resiko bila BSML bergerak melemah dibawah Support 382. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
MINA: SPECULATIVE BUY
Last price : 336
Target price : 346 – 356
Entry price : 324 – 338
Stop Loss : 310
Strategi:
MINA, breakout Resistance EMA50 (328), berpeluang mencoba Resistance 346 dan next Resistance 356. Namun, bila MINA breakdown Resistance EMA50 (328), berpeluang menguji Support 324 dan next Support 316. Batasi resiko bila MINA bergerak melemah dibawah Support 316. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas