Merespons pelemahan Rupiah di level ekstrem Rp17.700, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan intervensi buyback obligasi (SBN) senilai Rp2 Triliun per hari.
Kemenkeu jaga obligasi, BI diharapkan guyur Dolar💪
Kami menilai bahwa: Fokus utama dana darurat ini adalah meredam gejolak di pasar, bukan memaksa Rupiah langsung menguat. Targetnya jelas: menjaga agar tidak jebol melewati Rp18.000.
Dampak yang mungkin terjadi:
- Mekanisme Jembatan Yield Obligasi: Saat Rupiah tertekan, investor asing panik menjual SBN yang membuat harga obligasi hancur dan Yield (imbal hasil) melonjak drastis. Suntikan Rp2 T/hari diperkirakan mampu bertindak sebagai floor price demi meredam volatilitas dan menjinakkan yield. Ketika yield stabil melandai, diharapkan capital outflow dapat di minimalisir.
- Sinergi Hibrida dengan Bank Indonesia (BI): Langkah Menkeu ini adalah “pembagian tugas” yang krusial. Kemenkeu mengambil alih tugas mengamankan pasar obligasi domestik. Dampaknya, BI memiliki keleluasaan penuh (free hand) tanpa terbagi fokusnya, sehingga diharapkan BI bisa mengerahkan cadangan devisa untuk fokus melakukan triple intervention (mengguyur pasokan Dolar fisik langsung di pasar spot).
- Katalis Komoditas Tinggi: Jika harga komoditas ekspor (Batu Bara, CPO, Nikel) tetap tinggi, Indonesia berpotensi mendapat berkah Dolar dari jalur ekspor (DHE). Masuknya pasokan Dolar riil ini diharapkan dapat menahan pelemahan Rupiah.
Kesimpulan:
Dana Rp2 T/hari dari Menkeu diharapkan mampu mengunci pintu keluar modal asing via stabilitas yield obligasi serta memberi ruang bagi BI agar dapat mengintervensi pasar valas.
Investor mengharapkan kebijakan dan kolaborasi antara Menkeu dan BI dapat berjalan konsisten serta selaras.
More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel
Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only


