Market
Indonesia | IHSG
IHSG Terkoreksi Dalam Seiring Pelemahan Rupiah
IHSG ditutup melemah 1.85% ke level 6,599 pada perdagangan Senin (18/05). Tekanan pasar terutama dipicu oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Indeks konsisten bergerak di zona merah dan sempat menyentuh level terendahnya 6,399. Pembeban IHSG hari ini diantaranya DSSA, TPIA, dan BBRI.
Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tercatat sebesar Rp20.7 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp19.8 triliun. Sebanyak 616 saham melemah, 125 saham menguat, dan 79 saham stagnan.
Kawasan Asia
Pasar Saham Asia ditutup melemah pada perdagangan awal pekan. Hang Seng turun 1.11%, Nikkei turun 0.97% dan Shanghai turun 0.09%.
Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati di tengah ketegangan geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah. Sentimen juga dibebani oleh Presiden AS Donald Trump yang mengeluarkan peringatan baru kepada Iran, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut dan potensi gangguan pada pasokan minyak global.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Senin. Dow Jones naik 0.32%, sementara Nasdaq dan S&P 500 masing-masing turun 0.51% dan 0.07%.
Pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Di lain sisi, Trump mengatakan telah memerintahkan militer AS untuk tidak melanjutkan serangan terhadap Iran yang dijadwalkan pada Selasa setelah diminta oleh para pemimpin dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Net Foreign Flow (18 Mei 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Presiden Prabowo berencana menggulirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga maksimal 5% per tahun bagi masyarakat kecil dan kelompok unbankable.
- Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai USD433.4 miliar, meningkat 121.6% yoy.
Faktor Global:
- Trump mengatakan bahwa kebijakan pemangkasan suku bunga kemungkinan harus ditunda hingga konflik dengan Iran berakhir.
- Penjualan ritel China tumbuh 0.2% pada April, namun turun dari 1.7% pada Maret dan di bawah perkiraan pasar.
Komoditas
- Harga CPO naik 2.3% ke level MYR4,522/ton, mencapai level tertinggi dalam seminggu, didorong oleh pelemahan ringgit.
Berita Emiten
- 🟢 JPFA laba bersih tercatat Rp1.81 triliun, melonjak 166.95% yoy pada kuartal I 2026 (vs kuartal I-2025: Rp 680.41 miliar).
- 🟢 BBCA laba bersih bank only tumbuh 6% yoy menjadi Rp4.8 T pada April 2026.
- 🟢 SMGR membukukan laba bersih sebesar Rp 80 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh 89% secara YoY.
Rekap Saham
18 Mei 2026
Daily
- 🟢 ENRG TAKE PROFIT, Entry 1,615 (18Mei), tertinggi 1,675, TP (1,660-1,700). Closing price 1,565. Profit 3.7% 🚀🚀🚀🚀
- 🔴 BULL REDUCE, Entry 450 (18Mei), tertinggi 458, SL (430). Closing price 438. Loss 4.4%
- 🔴 TINS REDUCE, Entry 3,520 (18Mei), tertinggi 3,590, TP (3,670-3,870). Closing price 3,410. Loss 3.1%
Daily | Sim Call
ITMG: SPECULATIVE BUY
Last price : 24,950
Target price : 25,750 – 26,250
Entry price : 24,275 – 24,975
Stop Loss : 23,550
Strategi:
ITMG, breakout Resistance 24,775, berpeluang mencoba Resistance 25,750 dan next Resistance 26,250. Namun, bila ITMG breakdown Resistance 24,775, berkemungkinan menguji Support 24,275 dan next Support 23,800. Baiknya batasi risiko bila ITMG bergerak melemah di bawah Support 23,800. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
MEDC: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,610
Target price : 1,670 – 1,700
Entry price : 1,550 – 1,620
Stop Loss : 1,500
Strategi:
MEDC, breakout Resistance 1,600, berpeluang mencoba Resistance 1,670 dan next Resistance 1,700. Namun, bila MEDC breakdown Resistance 1,600, berpeluang menguji Support 1,550 dan next Support 1,520. Batasi resiko bila MEDC bergerak melemah dibawah Support 1,520. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
BIPI: SPECULATIVE BUY
Last price : 224
Target price : 236 – 250
Entry price : 214 – 226
Stop Loss : 200
Strategi:
BIPI, bertahan diatas Resistance 220, berpeluang mencoba Resistance 236 dan next Resistance 250. Namun, bila BIPI breakdown Resistance 220, berpeluang menguji Support 214 dan next Support 206. Batasi resiko bila BIPI bergerak melemah dibawah Support 206. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas