Market
Indonesia | IHSG
Akhiri Pekan, IHSG Anjlok 3%
IHSG ditutup anjlok 3.05% ke level 7,137 pada perdagangan Jumat (13/03). Indeks tercatat koreksi 3 hari beruntun dan secara weekly catatkan koreksi 5.91%. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham DSSA, AMMN, dan DCII.
Value transaksi tercatat sebesar Rp13.69 triliun, relatif sama dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp13.38 triliun. Sebanyak 629 saham melemah, 104 saham menguat, dan 86 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Asia ditutup melemah pada Jumat (13/03) seiring ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang menekan sentimen risiko dan mendorong harga minyak lebih tinggi. Di Hong Kong, Hang Seng Index turun 0.9% mencatatkan penurunan mingguan ketiga berturut-turut.
Di Tiongkok, Shanghai Composite melemah 0.8%, meski didukung strategi Beijing menghadapi risiko pasokan energi. Jepang juga mencatatkan koreksi, dengan Nikkei 225 turun 1.2%, terdorong aksi jual di saham otomotif dan teknologi besar.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir pekan seiring meningkatnya sikap risk-off di pasar. Indeks S&P 500 turun 0.6%, diikuti Dow Jones melemah 0.3%, serta Nasdaq 100 yang turun 0.9%.
Eskalasi konflik Timur Tengah setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengumumkan serangan besar ke Iran. Ketegangan tersebut mendorong investor beralih ke aset safe haven dan mengerek imbal hasil obligasi meskipun data pertumbuhan ekonomi AS melemah.
Net Foreign Flow (13 Maret 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Gaikindo mencatat penjualan mobil wholesales 81.2 ribu unit pada Februari 2026, tumbuh 12% YoY.
- Investor menantikan pertemuan RDG Bank Indonesia yang akan dilaksanakan pada Selasa (17/03).
Faktor Global:
- Indeks sentimen konsumen AS turun ke 55.5 pada Maret, terendah dalam tiga bulan.
- Indeks dolar AS naik di atas 100.3, tertinggi sejak Mei 2025, didorong permintaan safe haven di tengah eskalasi konflik AS–Iran.
Komoditas
- Harga minyak mentah WTI melonjak sekitar 3% ke $100 per barel—level tertinggi sejak Juli 2022.
Berita Emiten
- 🟠ASIl menyiapkan dana hingga Rp2 triliun untuk program buyback saham yang berlangsung 16 Maret–15 Juni 2026.
- 🟢BBCA berencana membagikan dividen FY26 setiap kuartal, terdiri dari 3 dividen interim dan 1 dividen final.
- 🟢CBRE resmi mengakuisisi kapal lifting vessel Hai Long 106 untuk memperkuat portofolio segmen jasa offshore.
Rekap Saham
13 Maret 2026
Daily
- 🟢 TAPG CUT PROFIT, Entry 1,680 (13Maret), tertinggi 1,720, TP (1,770 – 1,820). Closing price 1,700. Profit 1.19% 🚀
- 🟢 TCPI CUT PROFIT, Entry 11,050 (13Maret), tertinggi 11,550, TP (11,875 – 12,225). Closing price 11,300. Profit 2.26% 🚀🚀
- 🟢 ESSA CUT PROFIT, Entry 730 (13Maret), tertinggi 765, TP (780 – 800). Closing price 735. Profit 0.68% 🚀
Weekly
- 🔴 MEDC HOLD, Entry 1,765 (06Maret), tertinggi 1,745, TP (1,960-2,050). Closing price 1,700. Floating Loss 3.68%
- 🔴 EMAS HOLD, Entry 7,900 (06Maret), tertinggi 7,950, TP (8,325-8,675). Closing price 7,700. Floating Loss 2.53%
Daily | Sim Call
AADI: SPECULATIVE BUY
Last price : 10,375
Target price : 10,725 – 11,150
Entry price : 10,200 – 10,400
Stop Loss : 9,900
Strategi:
AADI, breakout Resistance 10,350, berpeluang mencoba Resistance 10,725 dan next Resistance 11,150. Namun, bila AADI breakdown Resistance 10,350, berkemungkinan menguji Support 10,200 dan next Support 10,000. Baiknya batasi risiko bila AADI bergerak melemah di bawah Support 10,000. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
INDY: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,620
Target price : 3,700 – 3,800
Entry price : 3,520 – 3,630
Stop Loss : 3,400
Strategi:
INDY, bertahan di atas Support 3,610, berpeluang mencoba Resistance 3,700 dan next Resistance 3,800. Namun, bila INDY breakdown Support 3,610, berpeluang menguji Support 3,520 dan next Support 3,450. Batasi resiko bila INDY bergerak melemah dibawah Support 3,450. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Daily | Sim Call
ADMR: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,940
Target price : 1,985 – 2,030
Entry price : 1,880 – 1,945
Stop Loss : 1,800
Strategi:
ADMR, bertahan pada Resistance 1,940, berpeluang mencoba Resistance 1,985 dan next Resistance 2,030. Namun, bila ADMR breakdown Resistance 1,940, berpeluang menguji Support 1,880 dan next Support 1,840. Batasi resiko bila ADMR bergerak melemah dibawah Support 1,820. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
MEDC: HOLD
Last price : 1,700
Target price : 1,960 – 2,050
Entry price : 1,765 (06Maret)
Stop Loss : 1,600
Strategi:
MEDC, bertahan diatas EMA20 (1,700), berpeluang mencoba Resistance 1,750 dan next Resistance 1,820. Namun, bila MEDC breakdown EMA20 (1,700), berpeluang menguji Support 1,630 dan next Support 1,600. Batasi risiko bila MEDC bergerak melemah dibawah Support 1,630. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
EMAS: HOLD
Last price : 7,700
Target price : 8,675 – 8,900
Entry price : 7,900 (06Maret)
Stop Loss : 7,300
Strategi:
EMAS, breakdown EMA20 (7,850), berpeluang menguji Support 7,625 dan next Support 7,450. Namun, bila EMAS bertahan diatas EMA20 (7,850), berkemungkinan mencoba Resistance 8,025 dan next Resistance 8,250. Baiknya batasi risiko bila EMAS melemah di bawah Support 7,450. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas