Data terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur makin ekspansif, namun inflasi kembali meningkat dan kinerja perdagangan melemah akibat perlambatan ekspor serta lonjakan impor.
🏠Manufaktur – Semakin Ekspansif

- S&P Global Manufacturing PMI (Feb): 53.8 (prev 52.6 | forecast 52)
Implikasi
- Ekspansi bulan ke-7 berturut-turut dan level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
- 🟢Mengindikasikan permintaan domestik dan produksi masih solid.
💰 Inflasi – Kembali Menguat

- Inflasi YoY (Feb): 4.76% (prev 3.55% | forecast 4.0%)
- Core Inflation YoY: 2.63% (prev 2.45% | forecast 2.5%)
- Inflasi MoM: 0.68% (prev -0.15% | forecast 0.0%)
Implikasi:
- Core inflation ikut naik, menandakan tekanan harga mulai meluas, bukan hanya volatile items.
- ⚠️Inflasi tahunan melewati target Bank Indonesia (2.5% ±1%)
- Potensi ruang pelonggaran suku bunga bisa lebih terbatas.
🌏 Perdagangan – Surplus Menyempit

- Trade Balance (Jan): USD 0.95 miliar (prev USD 2.52 miliar | forecast USD 2.7 miliar)
- Ekspor YoY: +3.4% (prev +11.6% | forecast +11.1%)
- Impor YoY: +18.2% (prev +10.8% | forecast +13.2%)
Implikasi
- Surplus turun tajam karena ekspor melambat drastis dan impor melonjak.
- ⚠️Berpotensi memberi tekanan ke rupiah jika tren berlanjut.
More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel
Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only


