Market
Indonesia | IHSG
IHSG Tutup di Level Terendah
IHSG ditutup drop ke level 8,017 pada perdagangan Senin (02/03). Indeks ditutup di level lowest di tengah eskalasi geopolitik di timur tengah. Pergerakan IHSG dibebani oleh saham BREN, BMRI, dan ASII.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi Rp29.77 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp37.93 triliun Sebanyak 671 saham melemah, 108 saham menguat, dan 41 saham stagnan.
Kawasan Asia
Pasar Saham Asia ditutup beragam pada perdagangan Senin. Shanghai naik 0.47% di tengah para pelaku pasar menantikan pertemuan parlemen tahunan pekan ini, di mana para pembuat kebijakan diperkirakan akan menetapkan target ekonomi dan menguraikan prioritas kebijakan.
Hang Seng dan Nikkei masing-masing turun 2.14% dan 1.35% di tengah pelaku pasar mencerna tensi geopolitik di antara AS-Israel dengan Iran yang semakin memanas.
Kawasan Amerika Serikat
Wall Street rebound terbatas pada Senin (02/03) setelah turun tajam di awal sesi. S&P dan Dow Jones ditutup sedikit melemah masing-masing 0.04% dan 0.15%, sementara Nasdaq Composite naik tipis didorong penguatan saham teknologi.
Penguatan juga datang dari sektor energi dan pertahanan, di tengah kenaikan harga minyak akibat ketegangan di Strait of Hormuz, meski lonjakan ISM Manufacturing PMI Price Index memicu kekhawatiran inflasi.
Net Foreign Flow (2 Maret 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Inflasi Indonesia melonjak ke 4.76% pada Februari 2026, tertinggi sejak Maret 2023, melewati target Bank Indonesia 3.5±1%.
- PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 53.8 pada Februari 2026, tertinggi sejak Maret 2024.
Faktor Global:
- Mantan Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, memperingatkan durasi konflik Iran berisiko meningkatkan inflasi sehingga menyulitkan kebijakan The Fed.
- ISM Manufacturing PMI AS Februari turun tipis ke 52.4 dari 52.6, masih di atas ekspektasi pasar 51.8.
Komoditas
- Harga minyak WTI melonjak hampir 6% mendekati USD71 per barel akibat eskalasi konflik AS–Israel dengan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Strait of Hormuz.
Berita Emiten
- 🟢LSIP mencatat laba bersih sekitar Rp1.88 triliun sepanjang 2025, meningkat 28% YoY dari tahun sebelumnya.
- 🔴POWR catatkan laba bersih sekitar USD72.05 juta, turun 4.4% YoY karena penjualan listrik ke PLN menyusut 27%.
- 🔴DMAS bukukan laba bersih Rp800 miliar pada 2025, turun 40% YoY dipicu melemahnya penjualan lahan industri.
Rekap Saham
2 Maret 2026
Daily
- 🟢 HMSP CUT PROFIT, Entry 860 (02Maret), tertinggi 885, TP (935 – 960). Closing price 875. Profit 1.74%🚀🚀
- 🟢 MBMA CUT PROFIT, Entry 805 (02Maret), tertinggi 855, TP (880 – 905). Closing price 815. Profit 1.24%🚀
Weekly
- 🟢 ANTM TAKE PROFIT, Entry 4,170 (20 Februari), tertinggi 4,650, TP (4,350 – 4,650). Closing price 4,610. Profit 10,6%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
- 🔴 ASII REDUCE, Entry 6,700 (11 Februari), tertinggi 6,625, SL (6,300). Closing price 6,300. Loss 5.97%
- 🟢 MEDC TAKE PROFIT, Entry 1,765 (02Maret), tertinggi 1,995, TP (1,815 – 1,900). Closing price 1,995. Profit 13%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
MDKA: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,940
Target price : 4,050 – 4,150
Entry price : 3,790 – 3,950
Stop Loss : 3,640
Strategi:
MDKA, menguji Resistance 3,950, berpeluang mencoba Resistance 4,050 dan next Resistance 4,150. Namun, bila MDKA breakdown Resistance 3,950, berkemungkinan menguji Support 3,790 dan next Support 3,690. Baiknya batasi risiko bila MDKA bergerak melemah di bawah Support 3,690. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
ADMR: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,120
Target price : 2,180 – 2,250
Entry price : 2,030 – 2,130
Stop Loss : 1,950
Strategi:
ADMR, breakout Resistance 2,110, berpeluang mencoba Resistance 2,180 dan next Resistance 2,250. Namun, bila ADMR breakdown Resistance 2,110, berpeluang menguji Support 2,030 dan next Support 1,980. Batasi resiko bila ADMR bergerak melemah dibawah Support 1,980. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Weekly | Sim Call
HRUM: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,200
Target price : 1,250 – 1,315
Entry price : 1,130 – 1,210
Stop Loss : 1,055
Strategi:
HRUM, breakout Resistance 1,170, berpeluang mencoba Resistance 1,250 dan next Resistance 1,315. Namun, bila HRUM breakdown Resistance 1,170, berpeluang menguji Support 1,130 dan next Support 1,085. Batasi resiko bila HRUM bergerak melemah dibawah Support 1,075. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
HRTA: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,250
Target price : 3,420 – 3,600
Entry price : 3,170 – 3,260
Stop Loss : 3,050
Strategi:
HRTA, bertahan diatas Resistance 3,220, berpeluang mencoba Resistance 3,420 dan next Resistance 3,600. Namun, bila HRTA breakdown Resistance 3,220, berpeluang menguji Support 3,170 dan next Support 3,110. Batasi risiko bila HRTA bergerak melemah dibawah Support 3,090. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Weekly | Sim Call
INDY: SPECULATIVE BUY
Last price : 4,240
Target price : 4,400 – 4,630
Entry price : 4,070 – 4,250
Stop Loss : 3,950
Strategi:
INDY, breakout Resistance 4,130, berpeluang mencoba Resistance 4,400 dan next Resistance 4,630. Namun, bila INDY breakdown Resistance 4,130, berkemungkinan menguji Support 4,070 dan next Support 4,020. Baiknya batasi risiko bila INDY melemah di bawah Support 3,970. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas