Market
Indonesia | IHSG
Bergerak Volatil, IHSG Ditutup Di Zona Hijau
IHSG ditutup menguat 0.50% ke level 8,322 pada perdagangan Rabu (25/02). Indeks bergerak volatil dnegan range perdagangan 8,259 - 8,373. Penguatan IHSG didorong oleh saham BBRI, BBCA, dan INKP.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi Rp28.81 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp29.41 triliun Sebanyak 336 saham menguat, 335 saham melemah, dan 146 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Saham Asia ditutup naik pada perdagangan Rabu. Nikkei naik 2.20% didorong oleh menguatnya saham teknologi. Shanghai dan Hang Seng masing-masing naik sebesar 0.72% dan 0.66% juga didorong oleh menguatnya saham-saham teknologi.
Pelaku pasar di China masih mencerna sentimen Bank Sentral China masih mempertahankan suku bunga pinjaman utama untuk tenor 1 dan 5 tahun masing-masing di level 3% dan 3.5%.
Kawasan Amerika Serikat
Indeks Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu. Nasdaq memimpin kenaikan 1.26%, diikuti oleh S&P 500 dan Dow Jones masing-masing naik sebesar 0.81% dan 0.63% didorong oleh kenaikan sektor teknologi.
Pelaku pasar global masih menantikan kelanjutan kenaikan tarif yang kembali direncanakan Trump. Selain itu, Trump pada Selasa berpidato mengenai upaya pemerintahannya untuk menekan inflasi hingga negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung di Iran.
Net Foreign Flow (25 Februari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatat realisasi anggaran Rp19.5 triliun pada Januari 2026, melonjak drastis dari Rp45 miliar pada Januari 2025.
- Penerimaan bea dan cukai Januari 2026 sebesar Rp22.6 triliun, turun sekitar 14% dibanding tahun lalu.
Faktor Global:
- Inflasi tahunan Australia tetap di angka 3.8% pada Januari 2026, tidak berubah dari bulan sebelumnya namun melampaui perkiraan pasar.
- Indeks Survei Bisnis Korea Selatan untuk sektor manufaktur berada di level 72 pada bulan Februari, turun dari level 73 pada bulan Januari.
Komoditas
- Harga gas naik 2% ke level USD3/MMBtu, rebound dari penurunan sebelumnya, didorong oleh ekspor yang meningkat sepanjang Februari.
Berita Emiten
- 🟢BIPI Bakrie Capital Indonesia resmi menjadi pemegang saham signifikan BIPI usai membeli 3.82 miliar saham senilai sekitar Rp948 miliar (6% kepemilikan)
- 🟢ARKO mulai mengoperasikan PLTA Kukusan 2 (5.4 MW) di Lampung dengan target produksi 35 GWh per tahun dan kontrak 25 tahun dengan PLN.
- 🟢BUVA akan meminta persetujuan rights issue hingga 50 miliar saham pada RUPS Kamis, 26 Februari 2026
Rekap Saham
25 Februari 2026
Daily
- 🟢 TKIM TAKE PROFIT, Entry 7,650 (25 Februari), tertinggi 9,150, TP (7,850 – 8,050). Closing price 9,150. Profit 19,6%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
- 🟢 TLKM CUT PROFIT, Entry 3,580 (25 Februari), tertinggi 3,660, TP (3,680 – 3,780). Closing price 3,590. Profit 2,23%🚀🚀🚀
Weekly
- 🟢 ANTM HOLD, Entry 4,170 (20 Februari), tertinggi 4,500, TP (4,350 – 4,650). Closing price 4,460. Floating Profit 6,95%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
- 🔴 ASII HOLD, Entry 6,700 (11 Februari), tertinggi 6,675, TP (7,100 – 7,475). Closing price 6,650. Floating Loss 0,75%
- 🟢 PGAS HOLD, Entry 2,140 (19 Februari), tertinggi 2,340, TP (2,260 – 2,390). Closing price 2,290. Floating Profit 7%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
HRTA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,980
Target price : 3,060 – 3,150
Entry price : 2,850 – 2,990
Stop Loss : 2,730
Strategi:
HRTA, breakout Resistance 2,940, berpeluang mencoba Resistance 3,060 dan next Resistance 3,150. Namun, bila HRTA breakdown Resistance 2,940, berkemungkinan menguji Support 2,850 dan next Support 2,750. Baiknya batasi risiko bila HRTA bergerak melemah di bawah Support 2,750. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
ADMR: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,150
Target price : 2,220 – 2,280
Entry price : 2,060 – 2,160
Stop Loss : 1,980
Strategi:
ADMR, menguji Resistance 2,160, berpeluang mencoba Resistance 2,220 dan next Resistance 2,280. Namun, bila ADMR breakdown Resistance 2,160, berpeluang menguji Support 2,060 dan next Support 2,000. Batasi resiko bila ADMR bergerak melemah dibawah Support 2,000. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Weekly | Sim Call
ANTM: HOLD
Last price : 4,460
Target price : 4,350 – 4,650
Entry price : 4,170 (20 Februari)
Stop Loss : 3,900
Strategi:
ANTM, bertahan diatas Support 4,350, berpeluang mencoba Resistance 4,500 dan next Resistance 4,570. Namun, bila ANTM breakdown Support 4,350, berpeluang menguji Support 4,290 dan next Support 4,250. Batasi resiko bila ANTM bergerak melemah dibawah Support 3,950. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Weekly | Sim Call
ASII: HOLD
Last price : 6,650
Target price : 7,100 – 7,475
Entry price : 6,700 (11 Februari)
Stop Loss : 6,300
Strategi:
ASII, bertahan pada EMA50 (6,650), berpeluang mencoba Resistance 6,800 dan next Resistance 7,000. Namun, bila ASII breakdown EMA50 (6,650), berpeluang menguji Support 6,400 dan next Support 6,350. Batasi risiko bila ASII bergerak melemah dibawah Support 6,350. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
PGAS : HOLD
Last price : 2,290
Target price : 2,260 – 2,390
Entry price : 2,140 (19 Februari)
Stop Loss : 2,020
Strategi:
PGAS, breakout Resistance 2,280, berpeluang mencoba Resistance 2,310 dan next Resistance 2,390. Namun, bila PGAS breakdown Resistance 2,280, berkemungkinan menguji Support 2,250 dan next Support 2,220. Baiknya batasi risiko bila PGAS melemah di bawah Support 2,040. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas