Market
Indonesia | IHSG
IHSG Rebound Pasca Trading Halt Beruntun
IHSG ditutup menguat 1.18% ke level 8,330 pada perdagangan Jumat (30/01). Pelaku pasar mulai optimis pasca trading halt dua hari beruntun. Penguatan IHSG didorong oleh saham BBCA, DSSA, dan TLKM.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi jumbo Rp41.69 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp67.61 triliun. Sebanyak 551 saham menguat, 194 saham melemah, dan 65 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Saham Regional ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan. Hang Seng dan Shanghai masing-masing turun sebesar 2.08% dan 0.96% dibebani oleh melemahnya saham-saham di sektor pertambangan sejalan dengan menurunnya saham komoditas emas, perak, tembaga, dan logam lainnya.
Nikkei turun 0.10% di tengah pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang pemilu DPR yang dijadwalkan pada 8 Februari.
Kawasan Amerika Serikat
Pasar Saham AS ditutup di zona merah pada akhir pekan. Nasdaq turun 0.94%, S&P 500 turun 0.43% dan Dow Jones turun 0.36%, dibebani oleh melemahnya sektor Bahan Baku, Teknologi, dan Industri.
Pelaku pasar saat ini menantikan rilisnya kinerja keuangan emiten tahun 2025. Selain itu, dari sisi data ekonomi, Indeks Harga Produsen (PPI) inti AS pada Desember naik 0.7% secara bulanan dan 3.3% secara tahunan.
Net Foreign Flow (30 Januari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Pemerintah akan menaikkan batas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8% menjadi 20%
- Pelaku pasar menantikan hasil pertemuan BEI dangan MSCI yang akan dilaksanakan hari Senin (02/02)
Faktor Global:
- Inflasi produsen AS naik baik secara bulanan maupun tahunan masing-masing sebesar 0.7% dan 3.3%, di atas ekspektasi pasar.
- PMI Manufaktur China turun menjadi 49.3 pada Januari 2026 dari 50.1 pada bulan sebelumnya, meleset dari perkiraan pasar.
Komoditas
-
Harga emas anjlok 9% ke level USD4,887/ons pada Jumat akibat aksi ambil untung setelah reli tajam ke rekor USD5,608 pada hari sebelumnya.
Berita Emiten
- 🟢BBNI menyiapkan buyback saham hingga Rp1.5 triliun untuk periode 9 Maret 2026–8 Maret 2027.
- 🟠DEWA telah melaksanakan buyback ±29.3 juta saham (0.07%) di harga rata-rata Rp511 per saham pada 28–29 Januari 2026.
- 🟠AMRT menargetkan pembukaan ±800 gerai baru pada 2026 dengan fokus ekspansi luar Jawa, lebih rendah dari realisasi 2025 yang mencapai 1.081 gerai.
Rekap Saham
30 Januari 2026
Daily
- 🟢 ADMR CUT PROFIT, Entry 2,100 (30 Januari), tertinggi 2,150, TP (2,190 – 2,300). Closing price 1,985. Profit 2,4%🚀🚀🚀
- 🟢 ELSA TAKE PROFIT, Entry 640 (30 Januari), tertinggi 705, TP (675 – 720). Closing price 685. Profit 10,2%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
Weekly
- 🟢 BRMS HOLD, Entry 1,065 (29 Januari), tertinggi 1,105, TP (1,165-1,220). Closing price 1,080. Floating Profit 1,4%🚀
- 🔴 ANTM HOLD, Entry 4,550 (27 Januari), tertinggi 4,350, TP (4,900 – 5,100). Closing price 4,210. Floating Loss 7,5%
- 🔴 ARCI HOLD, Entry 1,840 (29 Januari), tertinggi 1,930, TP (2,050 – 2,120). Closing price 1,775. Floating Loss 3,53%
Daily | Sim Call
HMSP: SPECULATIVE BUY
Last price : 820
Target price : 845 – 870
Entry price : 790 – 825
Stop Loss : 755
Strategi:
HMSP, breakout Resistance 810, berpeluang mencoba Resistance 845 dan next Resistance 870. Namun, bila HMSP breakdown Resistance 810, berkemungkinan menguji Support 790 dan next Support 765. Baiknya batasi risiko bila HMSP bergerak melemah di bawah Support 765. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
JPFA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,770
Target price : 2,850 – 2,920
Entry price : 2,660 – 2,780
Stop Loss : 2,550
Strategi:
JPFA, breakout Resistance EMA20 (2,750), berpeluang mencoba Resistance 2,850 dan next Resistance 2,920. Namun, bila JPFA breakdown Resistance EMA20 (2,750), berkemungkinan menguji Support 2,660 dan next Support 2,580. Baiknya batasi risiko bila JPFA melemah di bawah Support 2,580. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
BRMS: HOLD
Last price : 1,080
Target price : 1,165 – 1,220
Entry price : 1,065 (29Januari)
Stop Loss : 985
Strategi:
BRMS, bertahan diatas Support 1,065, berpeluang mencoba Resistance 1,120 dan next Resistance 1,165. Namun, bila BRMS breakdown Support 1,065, berpeluang menguji Support 1,020 dan next Support 1,005. Batasi resiko bila BRMS bergerak melemah dibawah Support 1,005. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
ANTM: HOLD
Last price : 4,210
Target price : 4,900 – 5,100
Entry price : 4,550 (27Januari)
Stop Loss : 4,180
Strategi:
ANTM, breakdown Support 4,250, berpeluang menguji Support 4,180 dan next Support 4,090. Namun, bila ANTM bertahan diatas Support 4,250, berpeluang mencoba Resistance 4,350 dan next Resistance 4,570. Batasi risiko bila ANTM bergerak melemah dibawah Support 4,250. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
ARCI: HOLD
Last price : 1,775
Target price : 2,050 – 2,120
Entry price : 1,840 (29Januari)
Stop Loss : 1,750
Strategi:
ARCI, breakdown EMA20 (1,840), berpeluang menguji Support 1,750 dan next Support 1,730. Namun, bila ARCI bertahan diatas EMA20 (1,840), berkemungkinan mencoba Resistance 1,930 dan next Resistance 2,030. Baiknya batasi risiko bila ARCI melemah di bawah Support 1,780. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas