Have a question?
Message sent Close

Morning Call – 30 Januari 2026

Market

Indonesia | IHSG

IHSG Rebound Pasca Trading Halt

IHSG ditutup turun tajam 1.06% ke level 8,232 pada perdagangan Kamis (29/01). Perdagangan IHSG sempat mengalami trading halt pada awal sesi namun berhasil rebound pasca pengumuman regulasi bursa terkait freefloat. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham DSSA, BUMI, dan IMPC.

Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi jumbo Rp67.61 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp45.50 triliun. Sebanyak 521 saham melemah, 214 saham menguat, dan 73 saham stagnan.

Kawasan Asia

Pasar Saham Asia ditutup naik pada perdagangan Kamis. Hang Seng dan Shanghai naik masing-masing 0.51% dan 0.16% didorong oleh naiknya saham-saham pertambangan di tengah sentimen kenaikan harga komoditas emas, perak, dan tembaga.

Adapun, Nikkei naik 0.03% di tengah pelaku pasar yang cenderung masih berhati-hati menjelang Pemilu DPR yang akan dilaksanakan pada 8 Februari.

Kawasan Amerika Serikat

Pasar Saham AS ditutup beragam pada perdagangan Kamis. Dow Jones naik 0.11%, sementara Nasdaq dan S&P 500 masing-masing turun 0.72% dan 0.13%.

Dari rilis data ekonomi, neraca dagang AS mengalami defisit yang semakin melebar menjadi USD56.8 miliar untuk bulan November 2025, defisit terdalam dalam empat bulan terakhir. Adapun, impor naik 5% sementara ekspor turun 4%.

Net Foreign Flow (29 Januari 2026)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri

Faktor Domestik:

  • OJK dan SRO menyiapkan langkah reformasi pasar modal untuk merespons masukan dari MSCI.
  • Penerimaan pajak hingga triwulan IV 2025 baru 89% dari target APBN (±Rp2,218 triliun).

Faktor Global:

  • Neraca dagang AS mengalami defisit pada November 2025 di mana impor naik 5% sementara ekspor turun 4%.
  • China menghapus kebijakan batasan pinjaman bagi pengembang properti untuk kembali menstabilkan sektor properti.

Komoditas

  • Harga Tembaga naik 7% ke level USD6/pon, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk industri data center dan elektrifikasi.

Berita Emiten

  • 🟢DEWA per 30 September 2025 mengemas laba bersih Rp234.6 miliar, naik 494% dari periode sama 2024.
  • 🟠RAJA menyiapkan dana Rp250 miliar dari kas internal untuk buyback saham sepanjang 28 Jan–28 Apr 2026.
  • 🟠BBCA berencana melakukan buyback saham senilai maksimal Rp5 triliun.

Rekap Saham

29 Januari 2026

Daily

  • 🟢 EMAS CUT PROFIT, Entry 6,600 (29 Januari), tertinggi 7,325, TP (7,200-7,400). Closing price 6,825. Profit 3.41%🚀🚀🚀🚀
  • 🟢 INDY CUT PROFIT, Entry 3,200 (29 Januari), tertinggi 3,460, TP (3,430-3,530). Closing price 3,410. Profit 6.56%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀

Weekly

  • 🟢 BRMS HOLD, Entry 1,065 (29 Januari), tertinggi 1,120, TP (1,165-1,220). Closing price 1,070. Floating Profit 0.47%🚀
  • 🔴 ANTM HOLD, Entry 4,550 (27 Januari), tertinggi 4,570, TP (4,900 – 5,100). Closing price 4,320. Floating Loss 5.1%
  • 🟢 ARCI HOLD, Entry 1,840 (29 Januari), tertinggi 1,995, TP (2,050 – 2,120). Closing price 1,915. Floating Profit 4.1%🚀🚀🚀🚀

Daily | Sim Call

ADMR: SPECULATIVE BUY

Last price : 2,100
Target price : 2,190 – 2,300
Entry price : 2,010 – 2,110
Stop Loss : 1,890

Strategi:

ADMR, breakout Resistance 2,080, berpeluang mencoba Resistance 2,190 dan next Resistance 2,300. Namun, bila ADMR breakdown Resistance 2,080, berkemungkinan menguji Support 2,010 dan next Support 1,955. Baiknya batasi risiko bila ADMR bergerak melemah di bawah Support 1,905. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.

Daily | Sim Call

ELSA: SPECULATIVE BUY

Last price : 645
Target price : 675 – 720
Entry price : 595 – 650
Stop Loss : 540

Strategi:

ELSA, breakout Resistance 625, berpeluang mencoba Resistance 675 dan next Resistance 720. Namun, bila ELSA breakdown Resistance 625, berkemungkinan menguji Support 595 dan next Support 575. Baiknya batasi risiko bila ELSA melemah di bawah Support 560. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.

Weekly | Sim Call​

BRMS: HOLD

Last price : 1,070
Target price : 1,165 – 1,220
Entry price : 1,065 (29Januari)
Stop Loss : 985

Strategi:

BRMS, breakdown Support 1,105, berpeluang menguji Support 1,065 dan next Support 1,020. Namun, bila BRMS bertahan diatas Support 1,105, berpeluang mencoba Resistance 1,165 dan next Resistance 1,220. Batasi resiko bila BRMS bergerak melemah dibawah Support 1,005. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.

Weekly | Sim Call

ANTM: HOLD

Last price : 4,320
Target price : 4,900 – 5,100
Entry price : 4,550 (27Januari)
Stop Loss : 4,180

Strategi:

ANTM, breakdown Support 4,400, berpeluang menguji Support 4,250 dan next Support 4,180. Namun, bila ANTM bertahan diatas Support 4,400, berpeluang mencoba Resistance 4,570 dan next Resistance 4,650. Batasi risiko bila ANTM bergerak melemah dibawah Support 4,250. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Weekly | Sim Call

ARCI: HOLD

Last price : 1,915
Target price : 2,050 – 2,120
Entry price : 1,840 (29Januari)
Stop Loss : 1,750

Strategi:

ARCI, bertahan diatas EMA20 (1,850), berpeluang mencoba Resistance 1,960 dan next Resistance 2,050. Namun, bila ARCI breakdown EMA20 (1,850), berkemungkinan menguji Support 1,800 dan next Support 1,780. Baiknya batasi risiko bila ARCI melemah di bawah Support 1,780. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.

‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.

© Sinarmas Sekuritas