Market
Indonesia | IHSG
IHSG Anjlok 7.35%, Pasar Dihantam Trading Halt
IHSG ditutup turun tajam 7.35% ke level 8,320 pada perdagangan Rabu (28/01). Perdagangan IHSG sempat mengalami trading halt akibat tekanan jual ekstrem pasca pengumuman MSCI yang membekukan indeks Indonesia. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham DSSA, TLKM, dan BBCA.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi jumbo Rp45.50 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp27.48 triliun. Sebanyak 753 saham melemah, 37 saham menguat, dan 16 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Saham Regional ditutup naik pada perdagangan Rabu. Nikkei naik 0.05% didorong oleh menguatnya saham-saham di sektor Teknologi.
Hang Seng dan Shanghai naik masing-masing 2.58% dan 0.27% mencerna rilisnya data ekspor dan impor Hong Kong yang mencapai rekor tertinggi pada Desember, meskipun impor tumbuh lebih cepat daripada ekspor.
Kawasan Amerika Serikat
Indeks Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Rabu. Nasdaq dan Dow Jones masing-masing naik sebesar 0.17% dan 0.02%, sementara S&P 500 turun 0.01%.
The Fed mempertahankan suku bunganya di level 3.5% - 3.75% pada pertemuan Januari 2026. The Fed juga menilai bahwa aktivitas ekonomi yang berjalan saat ini telah berkembang dengan kecepatan yang solid, pertumbuhan lapangan kerja tetap rendah, tingkat pengangguran stabil, dan inflasi masih terkendali.
Net Foreign Flow (28 Januari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- BEI akan memperbarui aturan KSEI untuk memperjelas transparansi kepemilikan dan free float saham sebelum pengumuman MSCI Mei 2026.
- BI memproyeksikan pertumbuhan PDB Indonesia 2026 di kisaran 4.9–5.7% dan 2027 sebesar 5.1–5.9%.
Faktor Global:
- The Fed mempertahankan suku bunganya di level 3.5% – 3.75% pada Januari 2026, sesuai perkiraan pelaku pasar.
- Inflasi tahunan Australia naik menjadi 3.8% pada Desember 2025, melampaui perkiraan pasar.
Komoditas
-
Harga emas naik 5% ke level USD5,419/ons hari Rabu, kembali mencetak rekor tertinggi didorong oleh melemahnya dolar AS.
Berita Emiten
- 🟢MEDC menargetkan produksi migas 2026 sebesar 165–170 MBOEPD, naik sekitar 6–9% dari realisasi 2025.
- 🟠BRIS mengumumkan bahwa laporan keuangannya tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Bank Mandiri.
- 🟠AMOR menuntaskan buyback 10.6 juta saham senilai Rp4.49 miliar lebih cepat yang dijadwalkan hingga 19 Februari 2026.
Rekap Saham
28 Januari 2026
Daily
- 🔴 EXCL REDUCE, Entry 4,300 (28 Januari), tertinggi 3,920 SL (4,100). Closing price 3,820. Loss 4,65%
- 🔴 ENRG REDUCE, Entry 1,600 (28 Januari), tertinggi 1,420 SL (1,530). Closing price 1,420. Loss 4,38%
Weekly
- 🔴 BUKA REDUCE, Entry 163 (17 October), tertinggi 160, SL (147). Closing price 148. Loss 9,8%
- 🔴 ANTM HOLD, Entry 4,550 (27 Januari), tertinggi 4,710, TP (4,900 – 5,100). Closing price 4,420. Floating Loss 2,86%
- 🔴 TLKM REDUCE, Entry 3,750 (27 Januari), tertinggi 3,800, SL (3,640). Closing price 3,470. Loss 2,93%
Daily | Sim Call
EMAS: SPECULATIVE BUY
Last price : 7,000
Target price : 7,200 – 7,400
Entry price : 6,600 – 7,025
Stop Loss : 6,300
Strategi:
EMAS, bertahan pada Resistance 7,000, berpeluang mencoba Resistance 7,200 dan next Resistance 7,400. Namun, bila EMAS breakdown Resistance 7,000, berkemungkinan menguji Support 6,600 dan next Support 6,425. Baiknya batasi risiko bila EMAS bergerak melemah di bawah Support 6,425. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
INDY: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,350
Target price : 3,430 – 3,530
Entry price : 3,200 – 3,360
Stop Loss : 3,070
Strategi:
INDY, breakout Resistance 3,330, berpeluang mencoba Resistance 3,430 dan next Resistance 3,530. Namun, bila INDY breakdown Resistance 3,330, berkemungkinan menguji Support 3,200 dan next Support 3,100. Baiknya batasi risiko bila INDY melemah di bawah Support 3,100. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
BRMS: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,105
Target price : 1,165 – 1,220
Entry price : 1,065 – 1,110
Stop Loss : 985
Strategi:
BRMS, breakdown EMA50 (1,120), berpeluang menguji Support 1,065 dan next Support 1,020. Namun, bila BRMS bertahan diatas EMA50 (1,120), berpeluang mencoba Resistance 1,165 dan next Resistance 1,220. Batasi resiko bila BRMS bergerak melemah dibawah Support 1,005. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
ANTM: HOLD
Last price : 4,420
Target price : 4,900 – 5,100
Entry price : 4,550 (27Januari)
Stop Loss : 4,180
Strategi:
ANTM, breakdown Support 4,550, berpeluang menguji Support 4,400 dan next Support 4,250. Namun, bila ANTM bertahan diatas Support 4,550, berpeluang mencoba Resistance 4,650 dan next Resistance 4,760. Batasi risiko bila ANTM bergerak melemah dibawah Support 4,250. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
ARCI: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,940
Target price : 2,050 – 2,120
Entry price : 1,840 – 1,945
Stop Loss : 1,750
Strategi:
ARCI, breakdown Support 1,960, berpeluang menguji Support 1,840 dan next Support 1,800. Namun, bila ARCI bertahan diatas Support 1,960, berkemungkinan mencoba Resistance 2,050 dan next Resistance 2,120. Baiknya batasi risiko bila ARCI melemah di bawah Support 1,780. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas