Market
Indonesia | IHSG
IHSG Volatil, Ditutup Menguat Tipis
IHSG ditutup naik 0.27% ke level 8,975 pada perdagangan Senin (26/01). Indeks bergerak volatil dengan range perdagangan 8,923 - 9,058. Penguatan IHSG didorong oleh saham DSSA, AMMN, dan EMAS.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi Rp36.98 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp32.05 triliun. Sebanyak 267 saham menguat, 428 saham melemah, dan 110 saham stagnan.
Kawasan Asia
Pasar Saham Asia kompak ditutup beragam pada awal perdagangan. Nikkei turun 1.79% di tengah penguatan yen. Adapun, Yen yang lebih kuat membebani prospek keuntungan perusahaan berbasis ekspor di Jepang.
Hang Seng naik 0.06% sementara Shanghai turun 0.09% di tengah pelaku pasar mempertimbangkan Regulator yang menindak pelaku manipulasi pasar dan perdagangan frekuensi tinggi, serta menaikkan persyaratan margin dalam upaya untuk membatasi risiko pasar modal.
Kawasan Amerika Serikat
Pasar Saham AS ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin. Dow Jones naik 0.64%, S&P 500 naik 0.50%, dan Nasdaq naik 0.43%.
Pelaku pasar menantikan rilisnya kinerja keuangan dari sektor Teknologi yang rencananya rilis pekan ini. Selain itu, pelaku pasar juga memantau pertemuan The Fed selama dua hari pada Selasa hingga Rabu mengenai petunjuk arah kebijakan suku bunga.
Net Foreign Flow (23 Januari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur BI 2026–2031 setelah lolos fit and proper test dan disetujui DPR RI.
- Rupiah Indonesia pada Senin (26/01) ditutup menguat ke level Rp16,782 per dolar AS, naik sekitar 38 poin (0.23%).
Faktor Global:
- Pesanan baru untuk barang modal utama buatan Amerika Serikat meningkat 5.3% pada November, mengindikasikan belanja investasi perusahaan yang tetap tumbuh.
- India akan memangkas tarif impor mobil dari Uni Eropa dari level 110% menjadi 40%.
Komoditas
-
Harga CPO naik 1.2% ke level MYR4,224/ton, tertinggi dalam tiga bulan, didorong oleh ekspektasi peningkatan permintaan menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan.
Berita Emiten
- 🟢ENRG melalui anak usahanya, menemukan sumber minyak baru di Riau dengan potensi sekitar 20 juta barel dan produksi 1.500–2.500 barel per hari.
- 🟠CBDK suntik Rp250 miliar ke anak usaha, PT Industri Pameran Nusantara (IPN), untuk kembangkan bisnis MICE PIK2
- 🟠BUMI berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV 2026 senilai sekitar Rp612.8 miliar.
Rekap Saham
26 Januari 2026
Daily
- 🟢 ADMR CUT PROFIT, Entry 2,240 (26 Januari), tertinggi 2,320 TP (2,350 – 2,410). Closing price 2,280. Profit 1,79%🚀🚀
- 🟢 INCO CUT PROFIT, Entry 6,725 (26 Januari), tertinggi 7,225 TP (6,950– 7,175). Closing price 6,825. Profit 1,49%🚀🚀
Weekly
- 🔴 BUKA HOLD, Entry 163 (17 October), tertinggi 161, TP (178 – 189). Closing price 157. Floating Loss 3,68%
- 🟢 TINS TAKE PROFIT, Entry 3,540 (23 Januari), tertinggi 3,970, TP (3,730-3,820). Closing price 3,7600. Profit 12,1%🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
- 🟢 BRMS TAKE PROFIT, Entry 1,225 (23 Januari), tertinggi 1,385, TP (1,295-1,335). Closing price 1,280. Profit 13,1 % 🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
MDKA: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,450
Target price : 3,550 – 3,650
Entry price : 3,310 – 3,460
Stop Loss : 3,180
Strategi:
MDKA, breakout Resistance 3,410, berpeluang mencoba Resistance 3,550 dan next Resistance 3,650. Namun, bila MDKA breakdown Resistance 3,410, berkemungkinan menguji Support 3,310 dan next Support 3,200. Baiknya batasi risiko bila MDKA bergerak melemah di bawah Support 3,200. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
MEDC: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,575
Target price : 1,620 – 1,660
Entry price : 1,510 – 1,580
Stop Loss : 1,450
Strategi:
MEDC, bertahan pada Resistance 1,575, berpeluang mencoba Resistance 1,620 dan next Resistance 1,660. Namun, bila MEDC breakdown Resistance 1,575, berkemungkinan menguji Support 1,510 dan next Support 1,470. Baiknya batasi risiko bila MEDC melemah di bawah Support 1,470. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
BUKA: HOLD
Last price : 157
Target price : 178 – 189
Entry price : 163 (17October)
Stop Loss : 147
Strategi:
BUKA, bertahan pada EMA200 (157), berpeluang mencoba Resistance 163 dan next Resistance 169. Namun, bila BUKA breakdown EMA200 (157), berpeluang menguji Support 154 dan next Support 150. Batasi resiko bila BUKA bergerak melemah dibawah Support 150. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
ANTM: SPECULATIVE BUY
Last price : 4,760
Target price : 4,900 – 5,100
Entry price : 4,400 – 4,770
Stop Loss : 4,180
Strategi:
ANTM, breakout Resistance 4,450, berpeluang mencoba Resistance 4,900 dan next Resistance 5,100 (ATH). Namun, bila ANTM breakdown Resistance 4,450, berpeluang menguji Support 4,400 dan next Support 4,250. Batasi risiko bila ANTM bergerak melemah dibawah Support 4,250. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Weekly | Sim Call
TLKM: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,850
Target price : 3,980 – 4,050
Entry price : 3,750 – 3,860
Stop Loss : 3,640
Strategi:
TLKM, breakout Resistance 3,800, berpeluang mencoba Resistance 3,980 dan next Resistance 4,050. Namun, bila TLKM breakdown Resistance 3,800, berkemungkinan menguji Support 3,750 dan next Support 3,700. Baiknya batasi risiko bila TLKM melemah di bawah Support 3,700. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought .
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas