Market
Indonesia | IHSG
IHSG Ditutup di Level ATH
IHSG ditutup naik 0.64% ke level 9,134 pada perdagangan Senin (19/01). Indeks sempat koreksi di zona merah namun berhasil rebound hingga akhirnya ditutup di level ATH. Penguatan IHSG didorong oleh saham ASII, DSSA, dan VKTR.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi jumbo Rp35.92 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp27.86 triliun. Sebanyak 377 saham menguat, 318 saham melemah, dan 110 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Asia bergerak mixed. Hang Seng melemah (-1.05%) tertekan data GDP China yang melambat dan meningkatnya sentimen risk-off global, dengan tekanan terlihat pada saham teknologi dan healthcare.
Sementara itu, Shanghai Composite menguat terbatas (+0.29%) didukung harapan stimulus lanjutan meski data ekonomi masih campuran, sedangkan Nikkei terkoreksi (-0.61%) seiring kehati-hatian investor jelang keputusan Bank of Japan dan isu tarif AS.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Wall Street tidak ada perdagangan pada Senin, dikarenakan adanya libur nasional. Pelaku pasar menantikan sejumlah emiten yang akan merilis laporan keuangan terbarunya untuk kuartal 4 2025.
Selain itu, tensi geopolitik semakin meningkat setelah Trump yang berencana mengenakan kenaikan tarif pada 8 negara yang mendukung Greenland sebesar 25% mulai Juni.
Net Foreign Flow (19 Januari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Fitch Ratings memperkirakan kontribusi dividen BUMN ke Danantara naik 63% YoY pada 2026 menjadi Rp140 triliun.
- Menkeu Purbaya optimistis rupiah akan bangkit meski sempat melemah saat IHSG mencetak ATH.
Faktor Global:
- IMF memproyeksikan pertumbuhan PDB global mencapai 3.3% pada 2026, naik 0.2 poin dibandingkan estimasi sebelumnya pada Oktober.
- PDB China tumbuh 4.5% yoy pada kuartal keempat tahun 2025, namun melambat dari pertumbuhan 4.8% pada kuartal ketiga.
Komoditas
-
Harga perak melonjak 4% ke level USD94/ons pada Senin di tengah meningkatnya tensi geopolitik sehingga meningkatkan permintaan aset safe-haven.
Berita Emiten
- 🟢BIPI mempercepat pembangunan mini LNG plant di Jawa Timur yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2026.
- 🟢ASII berencana melakukan buyback saham hingga Rp2 triliun pada periode 19 Januari–25 Februari 2026.
- 🟠DEWA mendapatkan perpanjangan kontrak dua proyek tambang Arutmin senilai sekitar Rp10.5 triliun.
Rekap Saham
19 Januari 2026
Daily
- 🟢 INDY TAKE PROFIT, Entry 3,420 (19 Januari), tertinggi 3,630 TP (3,530 – 3,650). Closing price 3,600. Profit 6.14%🚀🚀🚀🚀🚀🚀
- 🟢 DSSA TAKE PROFIT, Entry 111,000 (19 Januari), tertinggi 114,700 TP (114,150– 118,000). Closing price 114,075. Profit 3.33%🚀🚀🚀
Weekly
- 🔴 BUKA HOLD, Entry 163 (17 October), tertinggi 160, TP (178 – 189). Closing price 159. Floating Loss 2.45%
- 🟢 RAJA HOLD, Entry 6,575 (15 Januari), tertinggi 6,950, TP (7,050-7,325). Closing price 6,750. Floating Profit 2.66% 🚀🚀
- 🟢 BUMI HOLD, Entry 404 (15 Januari), tertinggi 412, TP (448-472). Closing price 412. Floating Profit 1.98% 🚀🚀
Daily | Sim Call
ASII: SPECULATIVE BUY
Last price : 7,400
Target price : 7,525 – 7,825
Entry price : 7,200 – 7,425
Stop Loss : 6,825
Strategi:
ASII, breakout Resistance 7,300, berpeluang mencoba Resistance 7,525 dan next Resistance 7,825. Namun, bila ASII breakdown Resistance 7,300, berkemungkinan menguji Support 7,200 dan next Support 7,000. Baiknya batasi risiko bila ASII bergerak melemah di bawah Support 6,900. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
AUTO: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,750
Target price : 2,830 – 2,900
Entry price : 2,690 – 2,760
Stop Loss : 2,570
Strategi:
AUTO breakout Resistance 2,730, berpeluang mencoba Resistance 2,830 dan next Resistance 2,900. Namun, bila AUTO breakdown Resistance 2,730, berkemungkinan menguji Support 2,690 dan next Support 2,650. Baiknya batasi risiko bila AUTO melemah di bawah Support 2,610. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
BUKA: HOLD
Last price : 159
Target price : 178 – 189
Entry price : 163 (17October)
Stop Loss : 147
Strategi:
BUKA, bertahan diatas EMA200 (157), berpeluang mencoba Resistance 162 dan next Resistance 169. Namun, bila BUKA breakdown EMA200 (157), berpeluang menguji Support 154 dan next Support 150. Batasi resiko bila BUKA bergerak melemah dibawah Support 150. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
RAJA : HOLD
Last price : 6,750
Target price : 7,050 – 7,325
Entry price : 6,575 (15 Januari)
Stop Loss : 6,075
Strategi:
RAJA, bertahan diatas EMA20 (6,650), berpeluang mencoba Resistance 6,875 dan next Resistance 7,125. Namun, bila RAJA breakdown EMA20 (6,650), berpeluang menguji Support 6,525 dan next Support 6,275. Batasi risiko bila RAJA bergerak melemah dibawah Support 6,175. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Sideways.
Weekly | Sim Call
BUMI : HOLD
Last price : 412
Target price : 448 – 472
Entry price : 404 (15 Januari)
Stop Loss : 362
Strategi:
BUMI, bertahan pada Support 404, berpeluang mencoba Resistance 428 dan next Resistance 448. Namun, bila BUMI breakdown Support 404, berkemungkinan menguji Support 396 dan next Support 384. Baiknya batasi risiko bila BUMI melemah di bawah Support 370. Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas