Market
Indonesia | IHSG
IHSG Sentuh ATH 9,100
IHSG ditutup naik 0.47% ke level 9,075 pada perdagangan Kamis (15/01). Indeks solid bergerak di zona hijau dan sempat sentuh level ATH 9,100. Penguatan IHSG didorong oleh saham BMRI, BBRI, dan DCII. Saham big banks rebound seiring investor memanfaatkan momentum capital gain jelang periode pembagian dividen.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi jumbo Rp27.86 triliun, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp29.30 triliun. Sebanyak 339 saham menguat, 331 saham melemah, dan 133 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa Asia melemah pada Jumat. Hang Seng turun 0.29%, Shanghai Composite turun 0.26% seiring kehati-hatian jelang data China dan pengetatan aturan margin.
Di Jepang, Nikkei turun 0.32% dibayangi rapat BOJ dan penguatan yen, meski secara mingguan pasar Asia masih mencatatkan kinerja positif. Meski terkoreksi harian, ketiga pasar utama Asia tersebut masih membukukan kinerja mingguan yang positif.
Kawasan Amerika Serikat
Wall Street bergerak cenderung datar pada Jumat (16/01). Secara mingguan, S&P 500 turun 0.1%, Nasdaq melemah 0.4%, dan Dow relatif stagnan. Investor mencermati perkembangan geopolitik, ketidakpastian arah kebijakan The Fed, serta dimulainya musim laporan keuangan kuartal IV.
Saham chip menjadi penopang pasar berkat kinerja laba yang solid dan optimisme AI, namun saham keuangan tertinggal meski mencatatkan hasil positif, dibayangi kekhawatiran rencana pembatasan bunga kartu kredit.
Net Foreign Flow (15 Januari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- FDI Indonesia naik 4.3% yoy menjadi sebesar Rp256.3 triliun pada Q4 2025, berbalik dari kontraksi Q3, didominasi industri logam dasar dan pertambangan
- Pelaku pasar menantikan Rapat Dewan Gubernur pekan ini untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.
Faktor Global:
- Presiden Trump akan mengenakan kenaikan tarif menjadi 25% mulai Juni pada delapan sekutu NATO terkait sengketa Greenland.
- PDB Malaysia kuartal IV tumbuh 5.7% yoy, melampaui perkiraan 5.4% menurut data awal Departemen Statistik.
Komoditas
-
Tembaga jatuh di bawah $5.90 per pon untuk dua sesi berturut-turut, terdorong langkah China menindak perdagangan frekuensi tinggi dan penundaan tarif AS atas mineral kritis.
Berita Emiten
- 🟠TOBA terbitkan obligasi Rp500 miliar untuk refinancing utang serta mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha
- 🟢BNBR akan masuk ke bisnis data center dengan membeli lahan Rp500 miliar di Kalideres
- 🟠MUTU menambah fasilitas kredit bank Rp15 miliar sehingga total plafon menjadi Rp65 miliar untuk memperkuat modal kerja
Rekap Saham
15 Januari 2026
Daily
- 🟢 PTRO TAKE PROFIT, Entry 12,625 (15 Januari), tertinggi 13,000 TP (12,600 – 13,000). Closing price 12,900. Profit 3%🚀🚀🚀
- 🟢 SMDR CUT PROFIT, Entry 418 (15 Januari), tertinggi 438 TP (450– 470). Closing price 422. Profit 0,96%🚀
Weekly
- 🔴 BUKA HOLD, Entry 163 (17 October), tertinggi 160, TP (178 – 189). Closing price 158. Floating Loss 3,1%
- 🟢 RAJA HOLD, Entry 6,575 (15 Januari), tertinggi 7,125, TP (7,050-7,325). Closing price 6,700. Floating Profit 1,9% 🚀🚀
- 🟢 BUMI HOLD, Entry 404 (15 Januari), tertinggi 428, TP (448-472). Closing price 410. Floating Profit 1,5% 🚀
Daily | Sim Call
INDY: SPECULATIVE BUY
Last price : 3,450
Target price : 3,530 – 3,650
Entry price : 3,320 – 3,460
Stop Loss : 3,150
Strategi:
INDY, breakout Resistance 3,380, berpeluang mencoba Resistance 3,530 dan next Resistance 3,650. Namun, bila INDY breakdown Resistance 3,380, berkemungkinan menguji Support 3,320 dan next Support 3,200. Baiknya batasi risiko bila INDY bergerak melemah di bawah Support 3,200. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Daily | Sim Call
DSSA: SPECULATIVE BUY
Last price : 111,000
Target price : 114,150 – 118,000
Entry price : 104,100 – 111,100
Stop Loss : 98,300
Strategi:
DSSA breakout Resistance 106,475, berpeluang mencoba Resistance 114,150 dan next Resistance 118,000. Namun, bila DSSA breakdown Resistance 106,475, berkemungkinan menguji Support 104,100 dan next Support 100,675. Baiknya batasi risiko bila DSSA melemah di bawah Support 98,800. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
BUKA: HOLD
Last price : 158
Target price : 178 – 189
Entry price : 163 (17October)
Stop Loss : 147
Strategi:
BUKA, bertahan diatas EMA200 (157), berpeluang mencoba Resistance 165 dan next Resistance 169. Namun, bila BUKA breakdown EMA200 (157), berpeluang menguji Support 154 dan next Support 150. Batasi resiko bila BUKA bergerak melemah dibawah Support 150. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Weekly | Sim Call
RAJA : HOLD
Last price : 6,700
Target price : 7,050 – 7,325
Entry price : 6,575 (15 Januari)
Stop Loss : 6,075
Strategi:
RAJA, bertahan diatas EMA20 (6,650), berpeluang mencoba Resistance 6,875 dan next Resistance 7,125. Namun, bila RAJA breakdown EMA20 (6,650), berpeluang menguji Support 6,525 dan next Support 6,275. Batasi risiko bila RAJA bergerak melemah dibawah Support 6,175. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Weekly | Sim Call
BUMI : HOLD
Last price : 410
Target price : 448 – 472
Entry price : 404 (15 Januari)
Stop Loss : 362
Strategi:
BUMI, bertahan pada Support 410, berpeluang mencoba Resistance 428 dan next Resistance 448. Namun, bila BUMI breakdown Support 410, berkemungkinan menguji Support 396 dan next Support 384. Baiknya batasi risiko bila BUMI melemah di bawah Support 370. Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas