Market
Indonesia | IHSG
IHSG Mengawali Tahun 2026 di Zona Hijau 📈
IHSG ditutup naik 1.17% ke level 8,748 pada perdagangan awal tahun (2/1). Indeks konsisten bergerak di zona hijau dari awal hingga akhir perdagangan dan berhasil ditutup di level tertinggi. Penguatan IHSG didorong oleh saham DCII, BUMI, dan AMMN.
Value transaksi tercatat dengan nilai transaksi sebesar Rp22.27 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp22.84 triliun. Sebanyak 479 saham menguat, 200 saham melemah, dan 131 saham stagnan.
Kawasan Asia
Bursa saham Asia mayoritas masih ditutup karena libur perayaan akhir tahun. Namun, Indeks Bursa Singapura STI dan Hang Seng terdapat aktivitas perdagangan masing-masing ditutup naik sebesar 0.29% dan 2.83%.
Sentimen pasar cenderung sepi, mengingat hari ini perdagangan pertama bagi beberapa bursa saham di kawasan Asia. Jika melihat kilas balik, tahun 2025 dimaknai sebagai tahun yang penuh tantangan bagi kawasan Asia, terlebih perang tarif yang tidak hanya ditujukan untuk China. Namun di lain sisi, diskusi antarnegara kepada AS cukup membuahkan hasil terkait tarif resiprokal sehingga memberikan hasil tarif yang cukup win-win solution dan membuat volatilitas market cukup terkendali di semester 2 2025.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Wall Street menutup perdagangan perdana awal tahun 2026 dengan bervariasi. Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik sebesar 0.66% dan 0.19% didorong oleh sektor Minyak dan Gas, Industri, dan Bahan Dasar. Sementara Nasdaq terkoreksi tipis 0.03% dibebani oleh sektor Barang Konsumsi, Telekomunikasi, dan Layanan Konsumen.
Tensi perang militer antara AS dan Venezuela memuncak setelah adanya penangkapan Presiden Venezuela dan Trump mengungkapkan akan mengambil alih kendali negara tersebut dan mengelola aset migas. Adapun, Venezuela diketahui sebagai negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
Net Foreign Flow (2 Januari 2026)
Movers
Sektor Rotasi (Weekly)
Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- PMI Manufaktur Indonesia melemah ke 51.2 pada Desember 2025 namun tetap ekspansif
- BI mencatat arus modal asing keluar dari Indonesia sepanjang 2025 sebesar Rp125.1 triliun, terutama dari SRBI dan saham.
Faktor Global:
- Tensi AS-Venezuela meningkat, Trump dikabarkan akan mengendalikan negara tersebut sambil mengelola aset migas terbesar di sana.
- PDB Singapura sepanjang 2025 tumbuh 4.8%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 4.4% pada 2024, didorong oleh penerapan tarif AS yang lebih lambat dan adanya lonjakan permintaan semikonduktor.
Komoditas
-
Harga Emas naik tipis 0.28% ke level USD4,332/ons pada Jumat. Ketegangan tensi militer antara AS dan Venezuela menyelimuti sentimen pergerakan emas, terlebih setelah adanya penangkapan presiden Venezuela oleh AS dan Trump mengumumkan akan mengelola aset migas Venezuela.
Berita Emiten
- 🟢ADRO menetapkan kurs dividen interim dengan total dana cair sekitar Rp4.18 triliun.
- 🟠BPII menghapus 425.82 juta saham hasil buyback sebagai bagian dari pengurangan modal.
- 🟠KSIX menyuntik modal besar ke tiga anak usaha untuk memperkuat permodalan dan pengembangan bisnis.
Rekap Saham
2 Januari 2026
Daily
- 🟢 ENRG TAKE PROFIT, Entry 1,605 (2 Januari), tertinggi 1,660. TP (1,655 – 1,720). Closing price 1,640. Profit 3.43%🚀🚀
- 🟢 PTRO TAKE PROFIT, Entry 10,950 (2 Januari), tertinggi 11,375, TP (11,275 – 11,500). Closing price 11,200. Profit 3.88%🚀🚀
Weekly
- 🔴 BUKA HOLD, Entry 163 (17 October), tertinggi 158, TP (178 – 189). Closing price 156. Floating Loss 4.29%
- 🟢 UNTR HOLD, Entry 29,300 (10 Desember), tertinggi 30,100, TP (30,400-31,700), Closing price 30,100. Floating Profit 2.73%🚀
- 🟢 BRMS HOLD, Entry 1,085 (24 Desember), tertinggi 1,190, TP (1,200-1,230), Closing Price 1,180. Floating Profit 8.76% 🚀🚀🚀🚀🚀
Daily | Sim Call
HRTA: SPECULATIVE BUY
Last price : 2,150
Target price : 2,200 – 2,280
Entry price : 2,070 – 2,160
Stop Loss : 1,990
Strategi:
HRTA, bertahan pada Resistance 2,150, berpeluang mencoba Resistance 2,200 dan next Resistance 2,280. Namun, bila HRTA breakdown Resistance 2,150, berkemungkinan menguji Support 2,070 dan next Support 2,010. Baiknya batasi risiko bila HRTA bergerak melemah di bawah Support 2,010. Stoc osc mengindikasikan pola Sideways.
Daily | Sim Call
PGAS: SPECULATIVE BUY
Last price : 1,930
Target price : 1,980 – 2,040
Entry price : 1,850 – 1,935
Stop Loss : 1,770
Strategi:
PGAS, bertahan pada Resistance 1,930, berpeluang mencoba Resistance 1,980 dan next Resistance 2,040. Namun, bila PGAS breakdown Resistance 1,930, berkemungkinan menguji Support 1,850 dan next Support 1,795. Baiknya batasi risiko bila PGAS melemah di bawah Support 1,795. Stoc osc mengindikasikan pola Overbought.
Weekly | Sim Call
BUKA: HOLD
Last price : 156
Target price : 178 – 189
Entry price : 163 (17October)
Stop Loss : 147
Strategi:
BUKA, breakdown Support EMA200 (157), berpeluang menguji Support 150 dan next Support 147. Namun, bila BUKA breakout Support EMA200 (157), berpeluang mencoba Resistance 163 dan next Resistance 166. Batasi resiko bila BUKA bergerak melemah dibawah Support 150. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Sideways.
Weekly | Sim Call
UNTR: HOLD
Last price : 30,100
Target price : 30,400 – 31,700
Entry price : 29,300 (10 Desember)
Stop Loss : 27,300
Strategi:
UNTR, bertahan pada Resistance 30,100, berpeluang mencoba Resistance 30,400 dan next Resistance 31,700. Namun, bila UNTR breakdown Resistance 30,100, berpeluang menguji Support 29,100 dan next Support 28,600. Batasi risiko bila UNTR bergerak melemah dibawah Support 27,675. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
BRMS: HOLD
Last price : 1,180
Target price : 1,230 – 1,335
Entry price : 1,085 (24 Desember)
Stop Loss : 1,005
Strategi:
BRMS, menguji Resistance 1,190, berpeluang mencoba Resistance 1,230 dan next Resistance 1,335. Namun, bila BRMS breakdown Resistance 1,190, berpeluang menguji Support 1,065 dan next Support 1,035. Batasi resiko bila BRMS bergerak melemah dibawah Support 1,020. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Reversal.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas