Market
Indonesia | IHSG
IHSG Kembali Menghijau
IHSG ditutup menguat 3.80% ke level 6,472 pada Rabu (26/03). IHSG konsisten berada di zona hijau hingga penutupan sesi 2. Nilai transaksi mencapai Rp34.46 triliun, lebih besar dari hari Selasa sebesar Rp14.63 triliun. Adapun, 531 saham naik, 112 saham turun, dan 158 saham stagnan.
Sektor pendorong IHSG diantaranya:
- Sektor Basic Industry 4.31%
- Sektor Transportation 4.00%
- Sektor Finance 3.60%
Kawasan Asia
Pasar saham Asia ditutup beragam pada perdagangan Rabu. Nikkei naik 0.65%. Guberner Bank Sentral Jepang mengatakan kepada parlemen bahwa akan terus menaikkan suku bunga jika proyeksi ekonomi sesuai perkiraan.
Hang Seng naik 0.60% dan Shanghai turun 0.04%. S&P Global Ratings menurunkan proyeksi pertumbuhan China menjadi 4.1% di tahun 2025 (vs sebelumnya 4.8%) memperingatkan bahwa langkah-langkah stimulus kemungkinan tidak cukup untuk mengimbangi dampak tarif Trump.
Kawasan Amerika Serikat
Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu. Nasdaq turun 2.04%, S&P 500 turun 1.12%, dan Dow Jones turun 0.31% dibebani oleh melemahnya saham-saham di sektor teknologi.
Ketidakpastian mengenai dampak perang tarif memicu volatilitas pasar dan meningkatkan kekhawatiran akan adanya aksi balasan yang lebih berat.
Adapun, pelaku pasar menantikan rilisnya data harga PCE, pengukur inflasi yang dipantau The Fed, pada Jumat untuk mengenai arah lanjutan mengenai suku bunga.
Net Foreign Flow (26 Maret 2025)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri
Faktor Domestik:
- Hingga 26 Maret total capital outflow mencapai Rp33 triliun YTD, mendekati outflow saat Covid-19 sebesar Rp43 triliun.
- Rupiah Spot ditutup menguat 0.09% pada perdagangan Rabu (26/03) ke level Rp16,580.
Faktor Global:
- Pesanan baru barang modal utama yang diproduksi AS melemah pada Februari, menandai adanya kelesuan di tengah ketidakpastian perang tarif.
- Tingkat inflasi tahunan di Inggris turun menjadi 2.8% pada Februari 2025 (vs. Januari 2025: 3%).
Komoditas
-
Harga minyak WTI naik ke level USD69.6/barel pada Rabu, didorong oleh kekhawatiran atas pengetatan pasokan global. AS mengancam tarif 25% pada negara-negara yang membeli minyak mentah Venezuela, sehingga mengganggu arus perdagangan, terutama ke China sebagai pembeli terbesar dari Venezuela.

Berita Emiten
- 🔴 APLN mencatatkan laba bersih pada 2024 turun 33.5% atau sebesar Rp770.5 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.16 triliun.
- 🔴 SMDR mencatatkan laba bersih pada 2024 turun 32% atau sebesar USD50.7 juta dari tahun sebelumnya sebesar USD74.6 juta.
- 🟢 BBTN akan membagikan dividen senilai Rp53.57/lembar atau dengan total Rp751.8 miliar.
Rekap Saham
26 Maret 2025
Daily
- 🟢 LSIP CUT PROFIT, Entry 1,070 (26March), tertinggi 1,095, TP (1,100 – 1,135). Closing price 1,095 Profit 2,33%🚀🚀 Profit 2.89%🚀🚀
- 🟢 PSAB CUT PROFIT, Entry 256 (26March), tertinggi 268, TP (270 – 276). Closing price 264 Profit 3,12%🚀🚀
Weekly
- 🔴 JPFA HOLD, Entry 2,070 (14March), tertinggi 2,080, TP (2,230 – 2,370), Closing price 2,010 Floating Loss 2,89%
- 🟢 SSMS HOLD, Entry 1,545 (25March), tertinggi 1,635, TP (1,580 – 1,635), Closing price 1,560 Floating Profit 0,97% 🚀
- 🟢 EMTK HOLD, Entry 520 (20March), tertinggi 545, TP (545- 580), Closing price 530 Floating Profit 1,92%🚀
Daily | Sim Call
TAPG: SPECULATIVE BUY

Last price : 870
Target price : 900 – 920
Entry price : 840 – 875
Stop Loss : 805
Strategi:
TAPG, breakout Resistance 860, berpeluang mencoba Resistance 900 dan next Resistance 920. Namun, bila TAPG breakdown Resistance 860, berkemungkinan menguji Support 840 dan next Support 820. Baiknya batasi resiko bila TAPG melemah di bawah Support 820. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Daily | Sim Call
GOTO: SPECULATIVE BUY

Last price : 83
Target price : 87 – 89
Entry price : 77 – 84
Stop Loss : 74
Strategi:
GOTO, breakout Resistance EMA20 (81), berpeluang mencoba Resistance 87 dan next Resistance 89. Namun, bila GOTO breakdown Resistance EMA20 (81), berkemungkinan menguji Support 77 dan next Support 75. Baiknya batasi resiko bila GOTO melemah di bawah Support 75. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
JPFA: HOLD

Last price : 2,010
Target price : 2,230 – 2,370
Entry price : 2,070 (14Maret)
Stop Loss : 1,950
Strategi:
JPFA, bertahan pada Resistance 2,010, berpeluang mencoba Resistance 2,050 dan next Resistance 2,080. Namun, bila JPFA breakdown Resistance 2,010, berpeluang menguji Support EMA50 (1,985) dan next Support 1,950. Batasi resiko bila JPFA bergerak melemah dibawah Support 1,980. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
SSMS: HOLD

Last price : 1,560
Target price : 1,580 – 1,635
Entry price : 1,545 (25Maret)
Stop Loss : 1,445
Strategi:
SSMS bertahan diatas EMA50 (1,540), berpeluang mencoba Resistance 1,580 dan next Resistance 1,635. Namun, bila SSMS breakdown EMA50 (1,540), berpeluang menguji Support 1,525 dan next Support 1,475. Batasi risiko bila SSMS bergerak melemah dibawah Support 1,475. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Weekly | Sim Call
EMTK: HOLD

Last price : 530
Target price : 545 – 580
Entry price : 520 (20Maret)
Stop Loss : 478
Strategi:
EMTK, bertahan pada EMA100 (530), berpeluang mencoba Resistance 545 dan next Resistance 580. Namun, bila EMTK breakdown EMA100 (530), berpeluang menguji Support 515 dan next Support 498 Batasi resiko bila EMTK bergerak melemah dibawah Support 488. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.
Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.
‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.
© Sinarmas Sekuritas