Have a question?
Message sent Close

Morning Call – 24 Maret 2025

Market

Indonesia | IHSG

IHSG Kembali Melemah

IHSG ditutup melemah 1.94% ke level 6,258 pada Jumat (21/03). IHSG konsisten bergerak di zona merah hingga penutupan sesi 2. Nilai transaksi mencapai Rp21.70 triliun, lebih besar dari hari Kamis sebesar Rp11.31 triliun. Adapun, 135 saham naik, 476 saham turun, dan 187 saham stagnan.

Sektor pembeban IHSG diantaranya:

  • Sektor Technology 5.00%
  • Sektor Consumer Cyclical 3.68%
  • Sektor Basic Industry 2.83%

Kawasan Asia

Bursa Regional ditutup melemah pada perdagangan Jumat. Hang Seng turun 2.19% dan Shanghai turun 1.29%. Beijing mengumumkan rencana aksi khusus untuk meningkatkan belanja konsumen namun hanya memberikan sedikit rincian, sementara Bank Sentral China mempertahankan suku bunga pinjaman utama tidak berubah.

Nikkei turun 0.20%. Data ekonomi menunjukkan bahwa inflasi inti Jepang melambat menjadi 3% di bulan Februari dari 3.2% di bulan Januari, tetapi masih melebihi perkiraan 2.9%.

Kawasan Amerika Serikat

Indeks Wall Street ditutup di zona hijau pada akhir pekan. Nasdaq naik 0.52%, serta Dow Jones dan S&P 500 naik 0.08%, didorong oleh menguatnya saham-saham di sektor Teknologi, Barang Konsumsi dan Telekomunikasi.

Trump pada hari Jumat mengatakan akan ada fleksibilitas dalam rencananya untuk memberlakukan tarif resiprokal, yang akan mulai berlaku pada 2 April. Trump juga menekankan bahwa tarif akan bersifat timbal balik, dengan negara-negara yang mengenakan tarif pada AS akan menghadapi tindakan serupa sebagai balasannya.

Net Foreign Flow (21 Maret 2025)

Movers

Sektor Rotasi (Weekly)

Makro dan Industri

Faktor Domestik:

  • BI mencatatkan uang beredar pada Februari sebesar Rp9,239.9 triliun, tumbuh 5.7% YoY.
  • BI per 17 – 20 Maret mencatat asing jual neto sebesar Rp 4.78 triliun di pasar saham.

Faktor Global:

  • Tingkat inflasi tahunan Jepang turun menjadi 3.7% pada Februari 2025 (vs. 4.0% pada bulan sebelumnya).
  • Pemerintah Singapura memberikan tunjangan pengangguran sebesar SGD6,000 per bulan selama setengah tahun, ditujukan untuk pekerja berpendapatan rendah dan menengah.

Komoditas

  • Harga minyak WTI ditutup flat di level USD68/barel pada Jumat, didorong oleh Departemen Keuangan AS yang memberlakukan sanksi baru menargetkan kilang dan kapal China yang terlibat dalam mengimpor minyak mentah Iran serta adanya rencana baru OPEC+ untuk memangkas produksi.

Berita Emiten

  • 🔴 DSSA mencatatkan laba bersih pada 2024 turun 37% YoY atau sebesar USD542 juta dari sebelumnya sebesar USD865 juta.
  • 🟢 BDMN akan membagikan dividen sebesar Rp113.85/lembar saham atau dengan total Rp1.1 triliun.
  • 🟢 MIDI mencatatkan laba bersih pada 2024 naik 5.75% YoY atau sebesar Rp546.4 miliar dari sebelumnya sebesar Rp516.65 miliar.

Rekap Saham

21 Maret 2025

Daily

  • 🔴 BRMS REDUCE, Entry 360 (21March), tertinggi 370, SL (346). Closing price 340 Loss 3.88%
  • 🟢 PGAS CUT PROFIT, Entry 1,505 (21March), tertinggi 1,550, TP (1,595 – 1,635). Closing price 1,540 Profit 2.32%🚀🚀

Weekly

  • 🔴 JPFA HOLD, Entry 2,070 (14March), tertinggi 2,010, TP (2,230 – 2,370), Closing price 1,980 Floating Loss 4.34%
  • 🔴 WOOD HOLD, Entry 346 (20March), tertinggi 352 TP (370 – 382), Closing price 340 Floating Loss 1.73%
  • 🟢 EMTK HOLD, Entry 520 (20March), tertinggi 555, TP (545- 580), Closing price 535 Profit 2.88% 🚀🚀

Daily | Sim Call

WIFI: SPECULATIVE BUY

Last price : 1,945
Target price : 2,000 – 2,060
Entry price : 1,870 – 1,950
Stop Loss : 1,800

Strategi:

WIFI, bertahan di atas Support 1,945, berpeluang mencoba Resistance 2,000 dan next Resistance 2,060. Namun, bila WIFI breakdown Support 1,945 berkemungkinan menguji Support 1,870 dan next Support 1,820. Baiknya batasi resiko bila WIFI melemah di bawah Support 1,820. Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Daily | Sim Call

BBCA: SPECULATIVE BUY

Last price : 7,900
Target price : 8,125 – 8,350
Entry price : 7,600 – 7,925
Stop Loss : 7,300

Strategi:

BBCA, bertahan pada Support 7,900, berpeluang mencoba Resistance 8,125 dan next Resistance 8,350. Namun, bila BBCA breakdown Support 7,900, berkemungkinan menguji Support 7,600 dan next Support 7,400. Baiknya batasi resiko bila BBCA melemah di bawah Support 7,400. Stoc osc mengindikasikan pola Oversold.

Weekly | Sim Call​

JPFA: HOLD

Last price : 1,980
Target price : 2,230 – 2,370
Entry price : 2,070 (14Maret)
Stop Loss : 1,950

Strategi:

JPFA, breakdown EMA50 (1,985), berpeluang menguji Support 1,950 dan next Support 1,930. Namun, bila JPFA breakout EMA50 (1,985), berpeluang mencoba Resistance 2,030 dan next Resistance 2,100. Batasi resiko bila JPFA bergerak melemah dibawah Support 1,980. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Weekly | Sim Call

WOOD : HOLD

Last price : 340
Target price : 370 – 382
Entry price : 346 (20March)
Stop Loss : 328

Strategi:

WOOD, breakdown Support 346, berpeluang menguji Support 336 dan next Support 328. Namun, bila WOOD bertahan diatas Support 346, berpeluang mencoba Resistance 356 dan next Resistance 382. Batasi risiko bila WOOD bergerak melemah dibawah Support 336. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Weekly | Sim Call

EMTK: HOLD

Last price : 535
Target price : 545 – 580
Entry price : 520 (20March)
Stop Loss : 478

Strategi:

EMTK, bertahan diatas EMA100 (530), berpeluang mencoba Resistance 550 dan next Resistance 580. Namun, bila EMTK breakdown EMA100 (530), berpeluang menguji Support EMA200 (515) dan next Support 492. Batasi resiko bila EMTK bergerak melemah dibawah Support 492. Indikator Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

Sinarmas’s research reports are available on our mobile apps ‘SimInvest’, the research contents are also distributed by e-mail and our official website https://www.sinarmassekuritas.co.id/riset. If any data discrepancies in this report could be the result of different on the research methodology used by Sinarmas Research Team and/or adjustments etc. The Price Information, unless otherwise stated, the price information reflects the closing price of the previous trading day.

‘This document is intended for information purposes only’. For further information please contact our number +62 21 392 5550 or fax +62 21 392 2320.

© Sinarmas Sekuritas